alexametrics
30.2 C
Kudus
Wednesday, June 8, 2022

Tega! Oknum ASN di Grobogan Diduga Embat Dana Bansos

GROBOGAN – Oknum aparatur sipil negara (ASN) Kecamatan Ngaringan berinisial AKS diduga menyelewengkan dana bantuan sosial (bansos) untuk pogram KKS BPNT serta Program Keluarga Harapan (PKH) dengan penerima Moh Mursyid Junaidi. Penyelewengan itu, diketahui pendamping PKH Desa/Kecamatan Ngaringan Tri Yunarni setelah mengecek ke keluarga penerima.

Baca Juga : Ngeri! Truk Kecelakaan di Grobogan, Tangan Kernet Terputus

Dari pengencekan tersebut, diketahui telah terjadi pencairan bantuan atas nama Moh Mursyid Junaidi dari PKH pada Maret. Adanya hal itu, lalu diselidiki. Sebab, penerima bantuan sudah meninggal dunia sejak Agustus 2021 lalu. Dana bantuan yang ditransfer ke keluarga penerima manfaat (KPM) senilai Rp 600 ribu.


”Dari pendamping PKH Desa Ngaringan Tri Yunarni mengkroscek ke KPM. Dia menanyakan sudah menerima bantuan apa belum. Jawaban dari pihak keluarga ternyata belum menerima,” kata Koordinator PKH Kabupaten Grobogan Abdullah Zaeni kepada Jawa Pos Radar Kudus, Selasa (17/5).

Selanjutnya, dana bantuan PKM keluar lagi pada April untuk tahap II dengan Rp 600 ribu untuk Moh Mursyid Junaidi. Dari laporan itu, pendamping mengecek lagi ke rumah PKM. Dana bansos yang diterima oleh keluarga korban seharusnya Rp 3,6 juta. Rincianya, untuk program BPNT harusnya diterima sejak Mei 2021 sampai Maret 2022 senilai Rp Rp 2,4 juta. Program PKH dua kali pencarian dengan total Rp 1,2 juta.

Baca Juga :  Hujan Deras Disertai Angin Kencang Landa Grobogan, Satu Rumah Roboh

”Jawaban istri Moh Mursyid Junaidi belum pernah menerima bantuan sama sekali. Kemudian saya mendampingi ahli waris datang ke BRI Unit Ngaringan untuk menanyakan tentang pencarian bantuan itu,” ujarnya.

Setelah datang dari BRI Unit Ngaringan, diketahui ada oknum PNS Kecamatan Ngaringan dan petugas Bansos BRI Unit Ngaringan datang ke rumah KPM untuk mengembalikan KKS dan uang. Namun, oknum itu mengaku tidak ketemu ahli waris. Kemudian kedua oknum tersebut, datang ke rumah anak almarhum. Selanjutnya menghubungi petugas PKH Kecamatan Ngaringan.

”Keluarga korban akhirnya melaporkan kasus ini, ke Polsek Ngaringan. Selanjutnya di teruskan dan diproses di Unit Tipikor Reskrim Polres Grobogan pada Senin (16/5) lalu,” terangnya.






Reporter: Sirojul Munir

GROBOGAN – Oknum aparatur sipil negara (ASN) Kecamatan Ngaringan berinisial AKS diduga menyelewengkan dana bantuan sosial (bansos) untuk pogram KKS BPNT serta Program Keluarga Harapan (PKH) dengan penerima Moh Mursyid Junaidi. Penyelewengan itu, diketahui pendamping PKH Desa/Kecamatan Ngaringan Tri Yunarni setelah mengecek ke keluarga penerima.

Baca Juga : Ngeri! Truk Kecelakaan di Grobogan, Tangan Kernet Terputus

Dari pengencekan tersebut, diketahui telah terjadi pencairan bantuan atas nama Moh Mursyid Junaidi dari PKH pada Maret. Adanya hal itu, lalu diselidiki. Sebab, penerima bantuan sudah meninggal dunia sejak Agustus 2021 lalu. Dana bantuan yang ditransfer ke keluarga penerima manfaat (KPM) senilai Rp 600 ribu.

”Dari pendamping PKH Desa Ngaringan Tri Yunarni mengkroscek ke KPM. Dia menanyakan sudah menerima bantuan apa belum. Jawaban dari pihak keluarga ternyata belum menerima,” kata Koordinator PKH Kabupaten Grobogan Abdullah Zaeni kepada Jawa Pos Radar Kudus, Selasa (17/5).

Selanjutnya, dana bantuan PKM keluar lagi pada April untuk tahap II dengan Rp 600 ribu untuk Moh Mursyid Junaidi. Dari laporan itu, pendamping mengecek lagi ke rumah PKM. Dana bansos yang diterima oleh keluarga korban seharusnya Rp 3,6 juta. Rincianya, untuk program BPNT harusnya diterima sejak Mei 2021 sampai Maret 2022 senilai Rp Rp 2,4 juta. Program PKH dua kali pencarian dengan total Rp 1,2 juta.

Baca Juga :  Persiapan Pembuatan Museum Mini Banjarejo, Fosil Museum Dibawa ke Bandung

”Jawaban istri Moh Mursyid Junaidi belum pernah menerima bantuan sama sekali. Kemudian saya mendampingi ahli waris datang ke BRI Unit Ngaringan untuk menanyakan tentang pencarian bantuan itu,” ujarnya.

Setelah datang dari BRI Unit Ngaringan, diketahui ada oknum PNS Kecamatan Ngaringan dan petugas Bansos BRI Unit Ngaringan datang ke rumah KPM untuk mengembalikan KKS dan uang. Namun, oknum itu mengaku tidak ketemu ahli waris. Kemudian kedua oknum tersebut, datang ke rumah anak almarhum. Selanjutnya menghubungi petugas PKH Kecamatan Ngaringan.

”Keluarga korban akhirnya melaporkan kasus ini, ke Polsek Ngaringan. Selanjutnya di teruskan dan diproses di Unit Tipikor Reskrim Polres Grobogan pada Senin (16/5) lalu,” terangnya.






Reporter: Sirojul Munir

Most Read

Artikel Terbaru

/