alexametrics
25.6 C
Kudus
Saturday, May 28, 2022

GROBOGAN – Satreskrim Polres Grobogan mengamankan pembeli dan pembuat mercon yang mencelakakan korban, Angga, hingga jari tanganya putus di Desa Kopek, Kecamatan Godong.  Keduang tersangka yaitu Ariyanto, 50 warga RT 3 RW 7, Desa/Kecamatan Sukolilo, Pati sebagai produsen mercon dan pembeli Latip Susanto, 69 warga Desa Kopek, Kecamatan Godong, Grobogan.

Penangkapan kedua pelaku berawal dari kejadian mercon meletus pada Jumat (14/5) lalu. Korban anak kecil, Angga tetangga tersangka, sedang bermain bersama temanya menemukan kelontongan petasan yang belum meledak di pinggir Jalan Anggaswangi, Kecamatan Godong tidak ada sumbunya. Selanjutnya, korban bersama temanya memegang mercon dan diberikan sumbu mercon dari kertas.

”Ketika sumbu mercon dihidupkan dengan korek api. Mercon meledak dan mengakibatkan telapak tangan kanan luka dan jari telunjuk putus,” kata Kapolres Grobogan AKBP Jury Leonard Siahaan ketika meminta keterangan dari pelaku pembuat mercon.


Mendapati ada korban anak Angga sedang terluka tanganya, warga kemudian membawa korban ke rumah sakit di Surakarta. Dari kejadian tersebut, Polres Grobogan lakukan penyelidikan. Selanjutnya menangkap tersangka Latip Susanto sebagai pembeli dan yang membuang mercon sisa yang digunakan.

Dari tangan tersangka pembeli diamankan 13 selonsong petasan ukuran panjang 6 sentimeter (cm) dan diameter 2 sentimeter. Kemudian 12 selongsoong petasan aktif dengan ukuran panjang 6 centimeter dan diameter 2 meter. Satu buah  kardus aqua yang masih ada sisa obatnya, 12 meter tali tambang plastik warna hijau dan satu buah korek api gas warna merah.

”Mercon yang dipakai dari korban itu adalah sisa mercon tiga meter yang digunakan pemakai (tersangka pembeli Red). Setelah itu, sisanya dibuang karena tidak hidup dan ditemukan korban anak dan dinyalakan dengan korek dan meledak,” ujarnya.

Baca Juga :  Anggaran Dipangkas, Pembuatan RTH Grobogan Libur Dulu

Setelah mengamankan, pembeli mercon tersebut petugas langsung mendatangi rumah tersangka penjual mercon Ariyanto, 50 warga RT 3 RW 7, Desa/Kecamatan Sukolilo, Pati. Dari tangan tersangka diamankan 338 selonsong mercon aktif dengan ukuran 6 cm dan diameter 2 cm, 13 selongsong petasan ukuran 9 cm dan diameter 3,5 cm. Kemudian dua bendel sumbu panjang 16 cm, satu bendel sumbu pankang 30 cm, dua bendel 50 cm, 12 selonsong petasan aktif, 4 kamplet plastik, satu bandel plastik warna hitam. Satu gilingan untuk membuat selongsong petasan yang dibuat dari panjang 110 cm.

”Tersangka pembuat ini membeli dua kilogram bubuk mercon yang dibuat menjadi 500 mercon. Lalu dijual kepada warga yang mau membeli. Nah untuk warga tersangka pembeli dari Godong membeli mercon rentengan sepanjang tiga meter dengan harga Rp 450 ribu,” terang dia.

Sedangkan untuk paket mercon kecil dengan isi 10 buah dibungkus plastik dijual harga Rp 7 ribu. Tersangka dijerat dengan pasal 1 ayat (1) UU darurat nomor 12 tahun 1951 tentang senjata api, amunisi, atau sesuatu bahan peladak dan pasal 360 ayat (1) KUHP.

Tersangka Arianto pembuat mercon mengaku, bahwa dirinya membuat mercon saat Lebaran. Dirinya digunakan untuk pribadi dan dijual ketika ada yang beli. Keahlian membuat mercon diperoleh dari turun temurun keluarga.

”Saya membuat untuk meramaikan hari raya Idul Fitri sekaligus melayani jika ada yang pesan. Untuk mercon rentengan saya jual Rp 150 ribu permeter dan yang mercon bisa Rp 7 ribu dapat 10 biji. Hasil pembuatan dari 2 kilogram bubuk mercon jadi 500 mercon,” aku dia.






Reporter: Sirojul Munir

GROBOGAN – Satreskrim Polres Grobogan mengamankan pembeli dan pembuat mercon yang mencelakakan korban, Angga, hingga jari tanganya putus di Desa Kopek, Kecamatan Godong.  Keduang tersangka yaitu Ariyanto, 50 warga RT 3 RW 7, Desa/Kecamatan Sukolilo, Pati sebagai produsen mercon dan pembeli Latip Susanto, 69 warga Desa Kopek, Kecamatan Godong, Grobogan.

Penangkapan kedua pelaku berawal dari kejadian mercon meletus pada Jumat (14/5) lalu. Korban anak kecil, Angga tetangga tersangka, sedang bermain bersama temanya menemukan kelontongan petasan yang belum meledak di pinggir Jalan Anggaswangi, Kecamatan Godong tidak ada sumbunya. Selanjutnya, korban bersama temanya memegang mercon dan diberikan sumbu mercon dari kertas.

”Ketika sumbu mercon dihidupkan dengan korek api. Mercon meledak dan mengakibatkan telapak tangan kanan luka dan jari telunjuk putus,” kata Kapolres Grobogan AKBP Jury Leonard Siahaan ketika meminta keterangan dari pelaku pembuat mercon.

Mendapati ada korban anak Angga sedang terluka tanganya, warga kemudian membawa korban ke rumah sakit di Surakarta. Dari kejadian tersebut, Polres Grobogan lakukan penyelidikan. Selanjutnya menangkap tersangka Latip Susanto sebagai pembeli dan yang membuang mercon sisa yang digunakan.

Dari tangan tersangka pembeli diamankan 13 selonsong petasan ukuran panjang 6 sentimeter (cm) dan diameter 2 sentimeter. Kemudian 12 selongsoong petasan aktif dengan ukuran panjang 6 centimeter dan diameter 2 meter. Satu buah  kardus aqua yang masih ada sisa obatnya, 12 meter tali tambang plastik warna hijau dan satu buah korek api gas warna merah.

”Mercon yang dipakai dari korban itu adalah sisa mercon tiga meter yang digunakan pemakai (tersangka pembeli Red). Setelah itu, sisanya dibuang karena tidak hidup dan ditemukan korban anak dan dinyalakan dengan korek dan meledak,” ujarnya.

Baca Juga :  Tak Kenal Lelah, Polisi Bagi Masker dan Ingatkan Warga Taat Prokes

Setelah mengamankan, pembeli mercon tersebut petugas langsung mendatangi rumah tersangka penjual mercon Ariyanto, 50 warga RT 3 RW 7, Desa/Kecamatan Sukolilo, Pati. Dari tangan tersangka diamankan 338 selonsong mercon aktif dengan ukuran 6 cm dan diameter 2 cm, 13 selongsong petasan ukuran 9 cm dan diameter 3,5 cm. Kemudian dua bendel sumbu panjang 16 cm, satu bendel sumbu pankang 30 cm, dua bendel 50 cm, 12 selonsong petasan aktif, 4 kamplet plastik, satu bandel plastik warna hitam. Satu gilingan untuk membuat selongsong petasan yang dibuat dari panjang 110 cm.

”Tersangka pembuat ini membeli dua kilogram bubuk mercon yang dibuat menjadi 500 mercon. Lalu dijual kepada warga yang mau membeli. Nah untuk warga tersangka pembeli dari Godong membeli mercon rentengan sepanjang tiga meter dengan harga Rp 450 ribu,” terang dia.

Sedangkan untuk paket mercon kecil dengan isi 10 buah dibungkus plastik dijual harga Rp 7 ribu. Tersangka dijerat dengan pasal 1 ayat (1) UU darurat nomor 12 tahun 1951 tentang senjata api, amunisi, atau sesuatu bahan peladak dan pasal 360 ayat (1) KUHP.

Tersangka Arianto pembuat mercon mengaku, bahwa dirinya membuat mercon saat Lebaran. Dirinya digunakan untuk pribadi dan dijual ketika ada yang beli. Keahlian membuat mercon diperoleh dari turun temurun keluarga.

”Saya membuat untuk meramaikan hari raya Idul Fitri sekaligus melayani jika ada yang pesan. Untuk mercon rentengan saya jual Rp 150 ribu permeter dan yang mercon bisa Rp 7 ribu dapat 10 biji. Hasil pembuatan dari 2 kilogram bubuk mercon jadi 500 mercon,” aku dia.






Reporter: Sirojul Munir

Most Read

Artikel Terbaru

/