alexametrics
32.3 C
Kudus
Tuesday, May 24, 2022

Sebentar Lagi, Dua RSUD Baru di Grobogan Bisa Layani Pasien BPJS

GROBOGAN – Akhirnya dua rumah sakit baru milik Pemkab Grobogan, kini resmi menandatangi kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Kedua rumah sakit tersebut yakni RSUD Ki Ageng Selo Wirosari dan RSUD Ki Ageng Getas Pendowo Gubug.

Sebelumnya, dua rumah sakit tipe D ini menjadi rumah sakit darurat Covid-19 sejak April 2020 sampai September 2021 ini.

Setahun beroperasi, kedua RS tersebut hanya bisa melayani pasien umum. Namun, keduanya berusaha melengkapi persyaratan dan akhirnya dinyatakan lulus proses kredensial yang dilakukan tim BPJS Kesehatan Cabang Purwodadi bersama Dinkes Grobogan.


Wakil Bupati Grobogan Bambang Pujiyanto mengungkapkan, dua RSUD di wilayah timur dan barat ini menjadi realisasi visi dan misi bupati 2016-2021.

Menurutnya, dengan adanya kerja sama dengan BPJS Kesehatan, diharapkan masyarakat akan semakin mudah mendapatkan akses pelayanan kesehatan. Khususnya untuk masyarakat yang menjadi peserta BPJS Kesehatan dan penerima iuran. Mereka yang penuh keterbatasan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kudus Agustian Fardianto mengatakan, sebelumnya sudah ada enam faskes tingkat lanjut yang bekerja sama dengan BPJS yakni RSUD dr Soedjati Purwodadi, RS Permata Bunda, Panti Rahayu, PKU Muhammadiyah, Habibullah dan RSI Purwodadi. Kini ditambah RSUD Ki Ageng Selo Wirosari dan RSUD Ki Ageng Getas Pendowo Gubug.

Baca Juga :  Vaksinasi Anak Usia 6-11 tahun di Grobogan Disambut Antusias

“Keduanya lulus proses skoring untuk pembobotan. Faskes yang kerja sama minimal mendapatkan bobot 75. Keduanya mampu mencapai angka tersebut. Minimal jumlah dokter spesialis yang dimiliki empat, RSUD Ki Ageng Selo punya lima, sedangkan RSUD Ki Ageng Getas Pendowo ada empat spesialis. Namun, jika memiliki spesialis lebih akan berbobot lebih tinggi,” imbuhnya.

Direktur RSUD Ki Ageng Selo Wirosari Agung Probo Muljono mengatakan, setelah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan yang dimulai per 1 Januari 2022 nanti. Diharapkan bisa mendekatkan pelayanan kesehatan ke masyarakat.

“Selama ini sekitar Wirosari tidak ada rujukan lanjutan BPJS ke rumah sakit terdekat. Diharapkan ke depan dapat menerima rujukan tingkat lanjut dengan optimal. Selain itu, untuk menunjang pelayanan BPJS Kesehatan, tahun depan harus punya spesialis radiologi. Karena pengampu di sini dan termasuk instalansi besar,” harapnya.

Direktur RSUD Ki Ageng Getas Pendowo Gubug Kusaeni juga akan mengembangkan bangunan fisik untuk menunjang pelayanan BPJS Kesehatan. Tahun depan akan ada perbaikan UGD sekitar Rp 4 miliar. Bangunan yang ada belum berdiri optimal, masih perlu perluasan. Kemudian akan usulkan penambahan spesialis mitologi klinik, anastesi dan radiologi. (int/mal)

GROBOGAN – Akhirnya dua rumah sakit baru milik Pemkab Grobogan, kini resmi menandatangi kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Kedua rumah sakit tersebut yakni RSUD Ki Ageng Selo Wirosari dan RSUD Ki Ageng Getas Pendowo Gubug.

Sebelumnya, dua rumah sakit tipe D ini menjadi rumah sakit darurat Covid-19 sejak April 2020 sampai September 2021 ini.

Setahun beroperasi, kedua RS tersebut hanya bisa melayani pasien umum. Namun, keduanya berusaha melengkapi persyaratan dan akhirnya dinyatakan lulus proses kredensial yang dilakukan tim BPJS Kesehatan Cabang Purwodadi bersama Dinkes Grobogan.

Wakil Bupati Grobogan Bambang Pujiyanto mengungkapkan, dua RSUD di wilayah timur dan barat ini menjadi realisasi visi dan misi bupati 2016-2021.

Menurutnya, dengan adanya kerja sama dengan BPJS Kesehatan, diharapkan masyarakat akan semakin mudah mendapatkan akses pelayanan kesehatan. Khususnya untuk masyarakat yang menjadi peserta BPJS Kesehatan dan penerima iuran. Mereka yang penuh keterbatasan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kudus Agustian Fardianto mengatakan, sebelumnya sudah ada enam faskes tingkat lanjut yang bekerja sama dengan BPJS yakni RSUD dr Soedjati Purwodadi, RS Permata Bunda, Panti Rahayu, PKU Muhammadiyah, Habibullah dan RSI Purwodadi. Kini ditambah RSUD Ki Ageng Selo Wirosari dan RSUD Ki Ageng Getas Pendowo Gubug.

Baca Juga :  Vaksinasi Anak Usia 6-11 tahun di Grobogan Disambut Antusias

“Keduanya lulus proses skoring untuk pembobotan. Faskes yang kerja sama minimal mendapatkan bobot 75. Keduanya mampu mencapai angka tersebut. Minimal jumlah dokter spesialis yang dimiliki empat, RSUD Ki Ageng Selo punya lima, sedangkan RSUD Ki Ageng Getas Pendowo ada empat spesialis. Namun, jika memiliki spesialis lebih akan berbobot lebih tinggi,” imbuhnya.

Direktur RSUD Ki Ageng Selo Wirosari Agung Probo Muljono mengatakan, setelah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan yang dimulai per 1 Januari 2022 nanti. Diharapkan bisa mendekatkan pelayanan kesehatan ke masyarakat.

“Selama ini sekitar Wirosari tidak ada rujukan lanjutan BPJS ke rumah sakit terdekat. Diharapkan ke depan dapat menerima rujukan tingkat lanjut dengan optimal. Selain itu, untuk menunjang pelayanan BPJS Kesehatan, tahun depan harus punya spesialis radiologi. Karena pengampu di sini dan termasuk instalansi besar,” harapnya.

Direktur RSUD Ki Ageng Getas Pendowo Gubug Kusaeni juga akan mengembangkan bangunan fisik untuk menunjang pelayanan BPJS Kesehatan. Tahun depan akan ada perbaikan UGD sekitar Rp 4 miliar. Bangunan yang ada belum berdiri optimal, masih perlu perluasan. Kemudian akan usulkan penambahan spesialis mitologi klinik, anastesi dan radiologi. (int/mal)

Most Read

Artikel Terbaru

/