alexametrics
28.6 C
Kudus
Tuesday, August 2, 2022

Tiga Pasar Hewan di Grobogan Butuh Perbaikan

GROBOGAN – Tiga pasar hewan yang ada di Kunden, Ketitang, dan Kalongan butuh perbaikan. Sebab ketiga bangunan itu sudah tua. Sayang, hanya diprioritaskan perbaikan saja.

Kabid Pasar Daerah Disperindag Grobogan Arif Effendi Z mengatakan, selama ini tiga pasar hewan itu belum pernah ada perbaikan. Hanya dilakukan perawatan kecil. “Dari ketiga pasar hewan tersebut yang paling besar pasar hewan Kunden. Bangunan tertua yang berdiri sejak 1982. Tahun ini sempat ada perawatan landasan, tahun depan kami usulkan perbaikan keseluruhan,” jelasnya.

Dia mengatakan, tahun ini Disperindag Grobogan sempat mengajukan perbaikan total tapi tak didapat. Kemudian tahun depan akan diusulkan kembali di APBD provinsi senilai Rp 20 miliar. Sekaligus akan mengusulkan perbaikan fasilitas umum (fasum).


“Kami sudah kali ketiga mengusulkan perbaikan tapi memang belum bisa kami dapatkan. Pasar hewan termasuk pasar yang bersifat tematik sehingga tak menjadi prioritas. Namun, jika tidak segera diperbaiki akan semakin parah kondisinya,” keluhnya.

Baca Juga :  Dinas Tenaga Kerja dan DPRD Grobogan Sidak PT Sai Apparel Indsutries, Ini Temuannya

Menurutnya, berbagai fasilitas mulai butuh diperbaiki karena sudah rusak bahkan kondisi pasar yang sempit. Bahkan, kondisi pasar yang ada di pinggir jalan raya ini kerap membuat  lalu lintas di sekitar lokasi macet. Mereka juga antre masuk untuk menaik-turunkan sapi. Menyebabkan kondisi parkir yang penuh.

Ke depan diharapkan ada perluasan lahan parkir karena selama ini cukup sempit. Penambahan luasan itu dengan mengalihkan aset daerah untuk lahan parkir. Namun, juga baru koordinasi dengan kelurahan dan persetujuan di setda.

Diketahui, pasar hewan yang ada di Kunden ini diklaim menjadi terbesar di Jawa Tengah. Dengan luas 12.070 meter persegi. Pasar yang hanya dibuka saat kliwonan ini memiliki pedagang sekitar 219. Dengan jumlah ternak sekitar 1.200 ekor yang masuk di pasar tersebut. Sedangkan, untuk kambing ada sekitar 50 hingga 100-an ekor. (mal)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

GROBOGAN – Tiga pasar hewan yang ada di Kunden, Ketitang, dan Kalongan butuh perbaikan. Sebab ketiga bangunan itu sudah tua. Sayang, hanya diprioritaskan perbaikan saja.

Kabid Pasar Daerah Disperindag Grobogan Arif Effendi Z mengatakan, selama ini tiga pasar hewan itu belum pernah ada perbaikan. Hanya dilakukan perawatan kecil. “Dari ketiga pasar hewan tersebut yang paling besar pasar hewan Kunden. Bangunan tertua yang berdiri sejak 1982. Tahun ini sempat ada perawatan landasan, tahun depan kami usulkan perbaikan keseluruhan,” jelasnya.

Dia mengatakan, tahun ini Disperindag Grobogan sempat mengajukan perbaikan total tapi tak didapat. Kemudian tahun depan akan diusulkan kembali di APBD provinsi senilai Rp 20 miliar. Sekaligus akan mengusulkan perbaikan fasilitas umum (fasum).

“Kami sudah kali ketiga mengusulkan perbaikan tapi memang belum bisa kami dapatkan. Pasar hewan termasuk pasar yang bersifat tematik sehingga tak menjadi prioritas. Namun, jika tidak segera diperbaiki akan semakin parah kondisinya,” keluhnya.

Baca Juga :  Kurangi Mobilitas Masyarakat, Satlantas Grobogan Sekat Perbatasan

Menurutnya, berbagai fasilitas mulai butuh diperbaiki karena sudah rusak bahkan kondisi pasar yang sempit. Bahkan, kondisi pasar yang ada di pinggir jalan raya ini kerap membuat  lalu lintas di sekitar lokasi macet. Mereka juga antre masuk untuk menaik-turunkan sapi. Menyebabkan kondisi parkir yang penuh.

Ke depan diharapkan ada perluasan lahan parkir karena selama ini cukup sempit. Penambahan luasan itu dengan mengalihkan aset daerah untuk lahan parkir. Namun, juga baru koordinasi dengan kelurahan dan persetujuan di setda.

Diketahui, pasar hewan yang ada di Kunden ini diklaim menjadi terbesar di Jawa Tengah. Dengan luas 12.070 meter persegi. Pasar yang hanya dibuka saat kliwonan ini memiliki pedagang sekitar 219. Dengan jumlah ternak sekitar 1.200 ekor yang masuk di pasar tersebut. Sedangkan, untuk kambing ada sekitar 50 hingga 100-an ekor. (mal)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

Most Read

Artikel Terbaru

/