alexametrics
26.3 C
Kudus
Saturday, May 14, 2022

Bahayakan Pengendara, Pemkab Grobogan Larang Penggunaan Skuter Listrik

GROBOGAN – Pemkab Grobogan melalui Dinas Lingkungan Hidup menegaskan pelarangan skuter atau otoped listrik di seputaran jalan Simpang Lima. Aktivitas tersebut membahayakan pengguna jalan lainnya.

Hal itu diungkapkan Kepala DLH Grobogan Nugroho Agus Prastowo. Aktivitas skuter listrik kerap menimbulkan kemacetan dan rawan kecelakaan. Belakangan ini, skuter juga banyak disewakan untuk para wisatawan yang berkunjung di Simpang Lima hingga sejumlah taman di Kota Purwodadi.

Kondisi ini menjadikan skuter banyak bersliweran dan membahayakan. Apa lagi skuter tersebut bermesin listrik dan potensi berkecepatan tinggi sehingga membahayakan pengunjung lain dan pengguna apabila hilang kendali.


”Beberapa waktu lalu, banyak aduan masuk mengenai skuter di kawasan simpang lima. Kami selaku pengelola taman simpang lima tentu tak tinggal diam. Kami langsung menegur pemilik sewa skuter agar mematuhi aturan, dengan mengoperasionalkan hanya di kawasan tertentu yang mendapatkan izin,” jelasnya.

Menurutnya, kawasan Simpang Lima merupakan kawasan bebas komersial. Sehingga penyewaan tersebut tidak diperkenankan. Lain halnya bagi pegunjung yang menggunakan sepeda tanpa mesin untuk kegiatan olahraga sehingga masih terkontrol kecepatannya dan mudah dikendalikan.

Baca Juga :  Tekan Kasus HIV/AIDS, Dinkes Grobogan Lakukan Sosialisasi

”Area publik tersebut tidak diperuntukkan bagi profesional. Kami upayakan jangan di situ. Penyewa skuter masih disediakan tempat di lingkungan sekitar taman kuliner yang relatif lebih aman bagi pengguna dan pengunjung,” jelasnya.

Meski begitu pihaknya berharap agar pengelola skuter juga mengedepankan aspek keselamatan dan ketertiban di area publik tersebut. Agar tercipta kenyamanan bagi semua pengunjung.

”Banyak penyewa dari anak-anak kecil. Apakah penyewa bertanggungjawab memberikan rasa keselamatan? Seharusnya ada kelengkapan keamanan juga yang dipakaikan. Jangan sampai ada kasus kecelakaan dulu, maka kami antisipasi sedini mungkin,” tegasnya.

Pemilik sewa skuter, Muhammad Miftakhul, 21, membenarkan adanya pemanggilan dari DLH terkait skuter listrik. “Kami mulai mengganti rute melalui jalur sepeda atau median jalan. Mulai dari Simpang Lima menuju RSI kemudian taman kuliner melewati median Simpang Lima dan kembali ke kami. Sehingga melalui rute tersebut tetap aman bagi pengendara maupun pengguna jalan lain,” imbuhnya. (int/war)

GROBOGAN – Pemkab Grobogan melalui Dinas Lingkungan Hidup menegaskan pelarangan skuter atau otoped listrik di seputaran jalan Simpang Lima. Aktivitas tersebut membahayakan pengguna jalan lainnya.

Hal itu diungkapkan Kepala DLH Grobogan Nugroho Agus Prastowo. Aktivitas skuter listrik kerap menimbulkan kemacetan dan rawan kecelakaan. Belakangan ini, skuter juga banyak disewakan untuk para wisatawan yang berkunjung di Simpang Lima hingga sejumlah taman di Kota Purwodadi.

Kondisi ini menjadikan skuter banyak bersliweran dan membahayakan. Apa lagi skuter tersebut bermesin listrik dan potensi berkecepatan tinggi sehingga membahayakan pengunjung lain dan pengguna apabila hilang kendali.

”Beberapa waktu lalu, banyak aduan masuk mengenai skuter di kawasan simpang lima. Kami selaku pengelola taman simpang lima tentu tak tinggal diam. Kami langsung menegur pemilik sewa skuter agar mematuhi aturan, dengan mengoperasionalkan hanya di kawasan tertentu yang mendapatkan izin,” jelasnya.

Menurutnya, kawasan Simpang Lima merupakan kawasan bebas komersial. Sehingga penyewaan tersebut tidak diperkenankan. Lain halnya bagi pegunjung yang menggunakan sepeda tanpa mesin untuk kegiatan olahraga sehingga masih terkontrol kecepatannya dan mudah dikendalikan.

Baca Juga :  Baru Anak Dokter Usia 12-17 Tahun di Grobogan Ikuti Vaksinasi Covid-19

”Area publik tersebut tidak diperuntukkan bagi profesional. Kami upayakan jangan di situ. Penyewa skuter masih disediakan tempat di lingkungan sekitar taman kuliner yang relatif lebih aman bagi pengguna dan pengunjung,” jelasnya.

Meski begitu pihaknya berharap agar pengelola skuter juga mengedepankan aspek keselamatan dan ketertiban di area publik tersebut. Agar tercipta kenyamanan bagi semua pengunjung.

”Banyak penyewa dari anak-anak kecil. Apakah penyewa bertanggungjawab memberikan rasa keselamatan? Seharusnya ada kelengkapan keamanan juga yang dipakaikan. Jangan sampai ada kasus kecelakaan dulu, maka kami antisipasi sedini mungkin,” tegasnya.

Pemilik sewa skuter, Muhammad Miftakhul, 21, membenarkan adanya pemanggilan dari DLH terkait skuter listrik. “Kami mulai mengganti rute melalui jalur sepeda atau median jalan. Mulai dari Simpang Lima menuju RSI kemudian taman kuliner melewati median Simpang Lima dan kembali ke kami. Sehingga melalui rute tersebut tetap aman bagi pengendara maupun pengguna jalan lain,” imbuhnya. (int/war)

Most Read

Artikel Terbaru

/