alexametrics
30.5 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Truk Terguling di Jalur Kedungjati-Salatiga, Mobil Barang Dilarang Lewat

GROBOGAN – Longsor terjadi di KM 46+700 dan KM 51 Dusun Kalikonang Desa Ngombak Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan semakin parah, Kamis (17/3).

Kejadian longsor ini disebabkan kondisi tanah di bawa jalan dan lereng sebelah barat jenuh air. Sehingga adanya aliran air yang masuk di bawah badan jalan. Akibatnya, kendaraan barang dan muatan lebih dari lima ton dilarang melintas.

Pelarangan kendaraan barang dan muatan itu dilakukan lantaran pada Rabu (16/3) sempat ada truk yang terguling di lokasi tersebut.


Akhirnya, petugas memasang rambu larangan melintas yang ditempatkan di Desa Kapung Kecamatan Tanggungharjo, Kecamatan Kedungjati serta di Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang. Pengendara diimbau melintas melalui jalur lain (Semarang).

RUSAK: Jalan Gubug-Salatiga tepatnya di Dusun Kalikonang Desa Ngombak Kecamatan Kedungjati longsor cukup luas. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR KUDUS)

Sub Koordinator Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Pemprov Jateng Wilayah Purwodadi, Wimas Radit Sumbodo menjelaskan, beberapa waktu lalu Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Pemprov Jateng Wilayah Purwodadi sempat memperbaiki dengan konstruksi dinding pore pile sedalam enam meter.

Baca Juga :  Miris! Diceraikan Sang Istri, Seorang Pria di Grobogan Nekat Gantung Diri

Namun pekerjaan tersebut gagal, jalan mengalami pergeseran dan longsornya semakin meluas. ”Saat itu kami anggarkan kerusakan khusus sekitar Rp 250 juta. Karena kembali longsor, akhirnya dilanjur kerjakan oleh tim teknis dari bidang Rancang Bangun dan Pengawasan Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jateng. Anggaran dari sana, kemungkinan cukup besar karena penanganan akan semakin rumit,” jelasnya.

Kemarin tim langsung melakukan survei penyelidikan tanah di lokasi tersebut. Ke depan akan dikerjakan menggunakan metode geotekstil. ”Tanah yang longsor akan digali, kemudian dipasang sub-drain. Kemudian ditimbun lapis per lapis, lalu dibungkus geotekstil,” ungkapnya.

”Pekerjaan tersebut dimulai hari dengan membongkar beton yang longsor. Ditarget rampung pada 20 April nanti. Sedangkan saat ini memang belum permanen pengerjaan. Sedangkan penanganan permanen akan diusulkan pada 2023 nanti dengan sheet pile,” jelasnya. (int)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

GROBOGAN – Longsor terjadi di KM 46+700 dan KM 51 Dusun Kalikonang Desa Ngombak Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan semakin parah, Kamis (17/3).

Kejadian longsor ini disebabkan kondisi tanah di bawa jalan dan lereng sebelah barat jenuh air. Sehingga adanya aliran air yang masuk di bawah badan jalan. Akibatnya, kendaraan barang dan muatan lebih dari lima ton dilarang melintas.

Pelarangan kendaraan barang dan muatan itu dilakukan lantaran pada Rabu (16/3) sempat ada truk yang terguling di lokasi tersebut.

Akhirnya, petugas memasang rambu larangan melintas yang ditempatkan di Desa Kapung Kecamatan Tanggungharjo, Kecamatan Kedungjati serta di Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang. Pengendara diimbau melintas melalui jalur lain (Semarang).

RUSAK: Jalan Gubug-Salatiga tepatnya di Dusun Kalikonang Desa Ngombak Kecamatan Kedungjati longsor cukup luas. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR KUDUS)

Sub Koordinator Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Pemprov Jateng Wilayah Purwodadi, Wimas Radit Sumbodo menjelaskan, beberapa waktu lalu Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Pemprov Jateng Wilayah Purwodadi sempat memperbaiki dengan konstruksi dinding pore pile sedalam enam meter.

Baca Juga :  Ditanya Soal Nyalon Bupati, Crazy Rich Grobogan: Kalau Boleh Presiden Saja

Namun pekerjaan tersebut gagal, jalan mengalami pergeseran dan longsornya semakin meluas. ”Saat itu kami anggarkan kerusakan khusus sekitar Rp 250 juta. Karena kembali longsor, akhirnya dilanjur kerjakan oleh tim teknis dari bidang Rancang Bangun dan Pengawasan Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jateng. Anggaran dari sana, kemungkinan cukup besar karena penanganan akan semakin rumit,” jelasnya.

Kemarin tim langsung melakukan survei penyelidikan tanah di lokasi tersebut. Ke depan akan dikerjakan menggunakan metode geotekstil. ”Tanah yang longsor akan digali, kemudian dipasang sub-drain. Kemudian ditimbun lapis per lapis, lalu dibungkus geotekstil,” ungkapnya.

”Pekerjaan tersebut dimulai hari dengan membongkar beton yang longsor. Ditarget rampung pada 20 April nanti. Sedangkan saat ini memang belum permanen pengerjaan. Sedangkan penanganan permanen akan diusulkan pada 2023 nanti dengan sheet pile,” jelasnya. (int)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

Most Read

Artikel Terbaru

/