alexametrics
26.6 C
Kudus
Monday, June 27, 2022

Dongkrak Wisata, Pemkab Grobogan Usulkan KA Kalijaga Beroperasi Lagi

GROBOGAN – Kereta Apil (KA) Kalijaga rute Stasiun Poncol Semarang-Solo Balapan yang sudah berjalan sejak 2014 silam resmi berhenti beroperasi per 1 Desember 2019 lalu. Pemkab Grobogan berharap reaktivitas KA tersebut untuk mendongkrak destinasi wisata di tengah pandemi Covid-19 ini.

Hal itu diungkapkan Kepala Bapppeda Grobogan Anang Armunanto saat Focus Group Discussion (FGD) usulan program dalam Urban Mobility Plan (UMP) Kedungsepur baru-baru ini.

”KA Kalijaga saat beroperasi selain digunakan untuk commuter juga menjadi pilihan untuk melakukan perjalanan wisata ke Kabupaten Grobogan. Saat itu jumlah wisatawan domestik yang masuk dengan menggunakan KA Kalijaga sekitar 50-60 ribu orang. Tetapi setelah KA Kalijaga berhenti beroperasi turun drastis menjadi 200-300 pengunjung per Desember 2019-2020,” jelasnya.


Tak beroperasinya KA Kalijaga membuat sejumlah destinasi wisata lesu.  Penumpang yang mengandalkan transportasi umum tersebut pun merasa kecewa. Bupati Grobogan pada 17 Februari 2020 sempat bersurat ke Dirjend KA untuk pembukaan kembali KA Kalijaga, namun tak dikabulkan.

”Tidak beroperasinya KA ini juga berpengaruh ke penurunan perekonomian masyarakat Grobogan, khususnya sektor wisata di tengah pandemi Covid-19 ini. Waktu itu harga tiket relatif murah, hanya Rp 10 ribu. Keretanya sering dijadikan kereta wisata. Rombongan pelajar dan umum kerap memenuhi gerbong KA tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga :  Telah Hadir! BRT Transjateng rute Semarang-Grobogan

Terpisah, Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Krisbiantoro mengungkapkan, KA tersebut merupakan subsidi dan statusnya penugasan dari pemerintah pusat. Namun, dari informasi yang ada di internal PT KAI, KA Kalijaga sudah tidak ada di grafik perjalanan KA (Gapeka).

Diketahui, KA Kalijaga ini melewati dua stasiun di Kabupaten Grobogan di antaranya Stasiun Kedungjati dan Gundih. Kemudian pengusaha wisata memanfaatkannya dengan paket destinasi wisata ke Candi Joglo Krangganharjo, Bledug Kuwu, Jatipohon dan nasi pecel Gambringan.

Salah satu warga Kecamatan Geyer, Ardian, 28, yang kerap melakukan perjalanan Gundih-Semarang merasa kecewa diberhentikannya KA Kalijaga.

”Dibilang merugikan sih tidak. Tapi adanya KA Kalijaga ini lebih ekonomis di kantong mahasiswa maupun pelajar. Mereka yang merantau saya lihat banyak sekali yang naik kereta itu. KA Kalijaga ini dipilih karena harga murah, efisien, terhindar dari macet dan jadwalnya pas banget dengan orang kantoran untuk yang merantau ke Semarang,” ungkapnya. (int)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

GROBOGAN – Kereta Apil (KA) Kalijaga rute Stasiun Poncol Semarang-Solo Balapan yang sudah berjalan sejak 2014 silam resmi berhenti beroperasi per 1 Desember 2019 lalu. Pemkab Grobogan berharap reaktivitas KA tersebut untuk mendongkrak destinasi wisata di tengah pandemi Covid-19 ini.

Hal itu diungkapkan Kepala Bapppeda Grobogan Anang Armunanto saat Focus Group Discussion (FGD) usulan program dalam Urban Mobility Plan (UMP) Kedungsepur baru-baru ini.

”KA Kalijaga saat beroperasi selain digunakan untuk commuter juga menjadi pilihan untuk melakukan perjalanan wisata ke Kabupaten Grobogan. Saat itu jumlah wisatawan domestik yang masuk dengan menggunakan KA Kalijaga sekitar 50-60 ribu orang. Tetapi setelah KA Kalijaga berhenti beroperasi turun drastis menjadi 200-300 pengunjung per Desember 2019-2020,” jelasnya.

Tak beroperasinya KA Kalijaga membuat sejumlah destinasi wisata lesu.  Penumpang yang mengandalkan transportasi umum tersebut pun merasa kecewa. Bupati Grobogan pada 17 Februari 2020 sempat bersurat ke Dirjend KA untuk pembukaan kembali KA Kalijaga, namun tak dikabulkan.

”Tidak beroperasinya KA ini juga berpengaruh ke penurunan perekonomian masyarakat Grobogan, khususnya sektor wisata di tengah pandemi Covid-19 ini. Waktu itu harga tiket relatif murah, hanya Rp 10 ribu. Keretanya sering dijadikan kereta wisata. Rombongan pelajar dan umum kerap memenuhi gerbong KA tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga :  Jalur Lingkar Selatan Purwodadi Jadi Pemecah Arus

Terpisah, Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Krisbiantoro mengungkapkan, KA tersebut merupakan subsidi dan statusnya penugasan dari pemerintah pusat. Namun, dari informasi yang ada di internal PT KAI, KA Kalijaga sudah tidak ada di grafik perjalanan KA (Gapeka).

Diketahui, KA Kalijaga ini melewati dua stasiun di Kabupaten Grobogan di antaranya Stasiun Kedungjati dan Gundih. Kemudian pengusaha wisata memanfaatkannya dengan paket destinasi wisata ke Candi Joglo Krangganharjo, Bledug Kuwu, Jatipohon dan nasi pecel Gambringan.

Salah satu warga Kecamatan Geyer, Ardian, 28, yang kerap melakukan perjalanan Gundih-Semarang merasa kecewa diberhentikannya KA Kalijaga.

”Dibilang merugikan sih tidak. Tapi adanya KA Kalijaga ini lebih ekonomis di kantong mahasiswa maupun pelajar. Mereka yang merantau saya lihat banyak sekali yang naik kereta itu. KA Kalijaga ini dipilih karena harga murah, efisien, terhindar dari macet dan jadwalnya pas banget dengan orang kantoran untuk yang merantau ke Semarang,” ungkapnya. (int)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

Most Read

Artikel Terbaru

/