alexametrics
29.4 C
Kudus
Monday, June 27, 2022

Pemkab Grobogan Genjot Pengembangan Kawasan Pemukiman, Ini Alasannya

GROBOGAN – Ditetapkanya Peraturan Daerah Kabupaten Grobogan Nomor 12 tahun 2021 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Grobogan tahun 2021-2024 harus menjadi pedoman dalam penataan ruang. Hal itu untuk mewujudkan ruang daerah yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Wakil Bupati Grobogan Bambang Pujiyanto mengatakan sebagai pusat pertumbuhan wilayah di bagian timur Jawa Tengah dengan berbasis pertanian, perdagangan, jasa, industri dan pertambangan serta pariwisata, maka Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Disperakim) harus berkaloborasi dengan instansi lainya.

”Terutama untuk penataan pemukiman Kawasan perkotaan, perdesaan, dan ibu kota kecamatan. Terutama dalam koridor pengembangan Kawasan Kedungsepur,” kata Wakil Bupati Bambang Pujiyanto dalam membuka bintek di kantor Disperakim Grobogan.


Selain pengembangan Kawasan pemukiman, Bambang juga meminta agar Disperakim juga mengembangkan kawasan cagar budaya. Seperti makam Ki Ageng Selo, Ki Ageng Tarub, Ki Ageng Lembu Peteng, dan Ki Ageng Getas Pendowo. Kemudian pengembangan desa wisata seperti di Desa Jatipohon, Plosorejo, Tarub, Banjarejo, Selo, Penadaran, dan rintisan desa wisata lainya.

Baca Juga :  Bupati Grobogan Bagi 1.322 Paket Sembako kepada Warga Kurang Mampu

”Program kotaku yang selama ini berjalan harus selaras dengan program polder yang ada dan bisa berperan aktif,” ujarnya.

Dijelaskannya pengembangan desa wisata sesuai dengan arahan presiden tahun 2017 untuk gerakan pengembangan. Agar bisa mempercepat laju perekonomian di sektor wisata. Di mana pengembangan ekonomi tidak hanya diperkotaan tetapi juga di perdesaan.

”Adanya desa wisata ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi di perdesaan dan bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar,” terang dia. (mun/zen)






Reporter: Sirojul Munir

GROBOGAN – Ditetapkanya Peraturan Daerah Kabupaten Grobogan Nomor 12 tahun 2021 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Grobogan tahun 2021-2024 harus menjadi pedoman dalam penataan ruang. Hal itu untuk mewujudkan ruang daerah yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Wakil Bupati Grobogan Bambang Pujiyanto mengatakan sebagai pusat pertumbuhan wilayah di bagian timur Jawa Tengah dengan berbasis pertanian, perdagangan, jasa, industri dan pertambangan serta pariwisata, maka Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Disperakim) harus berkaloborasi dengan instansi lainya.

”Terutama untuk penataan pemukiman Kawasan perkotaan, perdesaan, dan ibu kota kecamatan. Terutama dalam koridor pengembangan Kawasan Kedungsepur,” kata Wakil Bupati Bambang Pujiyanto dalam membuka bintek di kantor Disperakim Grobogan.

Selain pengembangan Kawasan pemukiman, Bambang juga meminta agar Disperakim juga mengembangkan kawasan cagar budaya. Seperti makam Ki Ageng Selo, Ki Ageng Tarub, Ki Ageng Lembu Peteng, dan Ki Ageng Getas Pendowo. Kemudian pengembangan desa wisata seperti di Desa Jatipohon, Plosorejo, Tarub, Banjarejo, Selo, Penadaran, dan rintisan desa wisata lainya.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Grobogan Sugeng Prasetyo Ajak Tabayyun Cegah radikalisme

”Program kotaku yang selama ini berjalan harus selaras dengan program polder yang ada dan bisa berperan aktif,” ujarnya.

Dijelaskannya pengembangan desa wisata sesuai dengan arahan presiden tahun 2017 untuk gerakan pengembangan. Agar bisa mempercepat laju perekonomian di sektor wisata. Di mana pengembangan ekonomi tidak hanya diperkotaan tetapi juga di perdesaan.

”Adanya desa wisata ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi di perdesaan dan bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar,” terang dia. (mun/zen)






Reporter: Sirojul Munir

Most Read

Artikel Terbaru

/