alexametrics
32.7 C
Kudus
Tuesday, August 2, 2022

Kejari Grobogan Buru Dua DPO Kasus Korupsi yang Belum Tertangkap

GROBOGAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Grobogan memburu dua tersangka kasus korupsi yang tengah kabur. Mereka yang masuk daftar pencarian orang (DPO) out, merupakan eks pejabat tingkat desa dan kecamatan.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Grobogan Iwan Nuzuardhi menyampaikan, dua orang yang masih buron itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Tambahrejo, Wirosari, Sukarmin. Dia merupakan terpidana korupsi dana desa yang terkena hukuman enam bulan penjara dan membayar uang pengganti Rp 52 juta serta denda senilai Rp 10 juta.

Satu lagi, Agus Suprapto, mantan ketua Unit Pelayanan Kecamatan (UPK) Pulokulon. Dia dijatuhi hukuman lima tahun deserta denda Rp 200 juta dan uang pengganti Rp117.872.850 akibat korupsi dana PNPM Mandiri. ”Sudah beberapa tahun ini kedua orang tersebut (DPO korupsi, Red) belum tertangkap,” imbuhnya.


Kini, pihaknya bersama tim intelijen mulai menemukan titik terang, sehingga diharapkan dalam waktu dekat segera ditemukan. Tetapi pihaknya masih memastikan kevalidan data.

”Ini masih dalam progres. Ada beberapa data yang diperoleh tim. Tetapi masih kami pastikan. Sebab, takutnya yang kami sangkakan belum tentu pas dengan yang kami maksud. Jangan sampai nanti kami salah tangkap,” paparnya.

Baca Juga :  12 Hari Menghilang, Kakek di Grobogan Ditemukan Tewas di Sungai Tuntang

Semula pihak kejaksaan memburu tiga DPO kasus korupsi. Namun, satu di antaranya telah tertangkap, sehingga tersisa dua orang tersebut.

Satu DPO yang tertangkap yakni eks Kepala Desa Ringinharjo, Gubug, M Bachtiar Rifai, 49. Dia ditangkap eksi Intelijen Kejari Grobogan di Kecamatan Karangawen, Demak, saat perjalanan menumpang mobil menuju kediamannya pada Selasa (11/1) sore lalu.

Kasusnya, korupsi dana desa. Modusnya, ada proyek pembangunan fisik yang uangnya dicairkan, tapi tidak ada proyek yang dilaksanakan.

Rifa’i ditangkap setelah 16 tahun menjadi DPO. Berdasarkan putusan MA pada 6 Januari 2005 lalu, Rifai dijatuhi pidana satu tahun beserta uang pengganti Rp 25 juta dan denda Rp 10 juta. Namun saat mengajukan upaya hukum proses banding, yang bersangkutan melarikan diri. (tos/lin)






Reporter: Eko Santoso

GROBOGAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Grobogan memburu dua tersangka kasus korupsi yang tengah kabur. Mereka yang masuk daftar pencarian orang (DPO) out, merupakan eks pejabat tingkat desa dan kecamatan.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Grobogan Iwan Nuzuardhi menyampaikan, dua orang yang masih buron itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Tambahrejo, Wirosari, Sukarmin. Dia merupakan terpidana korupsi dana desa yang terkena hukuman enam bulan penjara dan membayar uang pengganti Rp 52 juta serta denda senilai Rp 10 juta.

Satu lagi, Agus Suprapto, mantan ketua Unit Pelayanan Kecamatan (UPK) Pulokulon. Dia dijatuhi hukuman lima tahun deserta denda Rp 200 juta dan uang pengganti Rp117.872.850 akibat korupsi dana PNPM Mandiri. ”Sudah beberapa tahun ini kedua orang tersebut (DPO korupsi, Red) belum tertangkap,” imbuhnya.

Kini, pihaknya bersama tim intelijen mulai menemukan titik terang, sehingga diharapkan dalam waktu dekat segera ditemukan. Tetapi pihaknya masih memastikan kevalidan data.

”Ini masih dalam progres. Ada beberapa data yang diperoleh tim. Tetapi masih kami pastikan. Sebab, takutnya yang kami sangkakan belum tentu pas dengan yang kami maksud. Jangan sampai nanti kami salah tangkap,” paparnya.

Baca Juga :  Bus Mini Muat 25 Penumpang Terguling di Grobogan, Diduga Alami Rem Blong

Semula pihak kejaksaan memburu tiga DPO kasus korupsi. Namun, satu di antaranya telah tertangkap, sehingga tersisa dua orang tersebut.

Satu DPO yang tertangkap yakni eks Kepala Desa Ringinharjo, Gubug, M Bachtiar Rifai, 49. Dia ditangkap eksi Intelijen Kejari Grobogan di Kecamatan Karangawen, Demak, saat perjalanan menumpang mobil menuju kediamannya pada Selasa (11/1) sore lalu.

Kasusnya, korupsi dana desa. Modusnya, ada proyek pembangunan fisik yang uangnya dicairkan, tapi tidak ada proyek yang dilaksanakan.

Rifa’i ditangkap setelah 16 tahun menjadi DPO. Berdasarkan putusan MA pada 6 Januari 2005 lalu, Rifai dijatuhi pidana satu tahun beserta uang pengganti Rp 25 juta dan denda Rp 10 juta. Namun saat mengajukan upaya hukum proses banding, yang bersangkutan melarikan diri. (tos/lin)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/