alexametrics
24.6 C
Kudus
Tuesday, July 5, 2022

Ziarah Makam Leluhur pada Hari Jadi Grobogan Dimajukan Lebih Awal    

GROBOGAN – Ziarah makam para leluhur Kabupaten Grobogan pada Hari Jadi Grobogan ke-296 dimajukan lebih awal dibandingkan tahun sebelumnya. Tradisi setiap tahun pada acara ulang tahun tersebut digelar pada Kamis (17/2) besok.

Rencana ziarah tersebut akan dibagi menjadi dua kelompok. Pertama kelompok Bupati Grobogan Sri Sumarni bersama Forkopimda dan perangkat daerah akan ziarah di makam Ki Ageng Tarub, Desa Tarub Kecamatan Tawangharjo. Kemudian Ki Ageng Selo, Desa Taruh Kecamatan Tawangharjo.

Kelompok kedua dipimpin Wakil Bupati Grobogan Bambang Pujiyanto ziarah di makam Ki Ageng Getas Pendowo di Desa Kuripan, Kecamatan Purwodadi dan Ki Ageng Puger di Desa/Kecamatan Grobogan.


Kabid Sosial Grobogan Edi Santoso mengatakan, rangkaian Hari Jadi Grobogan dimulai dengan ziarah ke makam leluhur Kabupaten Grobogan sebelum rangkaian lainnya. Hal itu, karena masih pandemi Covid-19 dan batasan kegiatan.

“Kami mendahulukan acara ziarah makam leluhur ingin berdoa bersama agar acara hari jadi Grobogan berjalan lancer,” kata Edi Santoso.

Dimulainya acara ziarah lebih awal dimulai sejak tahun 2020. Di mana sebelumnya acara ziarah makam leluhur digelar ketika Hari Jadi Grobogan setiap 4 Maret. Maka agar kegiatan berjalan lancar dan acara bisa berjalan lancar dimulai doa bersama dengan ziarah ke makam leluhur.

Baca Juga :  Cegah Covid-19, Karang Taruna Grobogan Bagikan Tiga Ribu Masker

“Tradisi ziarah merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun dalam rangkaian Hari Ulang Tahun Kabupaten Grobogan. Kegiatan ini, untuk mengingat sejarah perjuangan para pendahulu tentang jasa-jasanya dalam syiar agama dan Pemerintah Kabupaten Grobogan sebelumnya,” ujarnya.

Dalam kegiatan ziarah makam leluhur juga mengenalkan sejarah dari tokoh masyarakat agama dan pendiri Kabupaten Grobogan.

“Acara ini kami buat sederhana karena masih dalam pandemi Covid-19. Maka acara ziarah ke makam leluhur dibatasi. Setelah ziarah makam leluhur kami berikan bantuan sembako,” terang dia.

Sementara itu, rangkaian Hari Jadi Grobogan digelar secara terbatas dan tidak ada hiburan secara terbuka. Yaitu dimulai ziarah kubur, boyong grobog, upacara hari jadi Grobogan, tirakatan hari jadi Grobogan, zikir bersama dan wayangan. (war)






Reporter: Sirojul Munir

GROBOGAN – Ziarah makam para leluhur Kabupaten Grobogan pada Hari Jadi Grobogan ke-296 dimajukan lebih awal dibandingkan tahun sebelumnya. Tradisi setiap tahun pada acara ulang tahun tersebut digelar pada Kamis (17/2) besok.

Rencana ziarah tersebut akan dibagi menjadi dua kelompok. Pertama kelompok Bupati Grobogan Sri Sumarni bersama Forkopimda dan perangkat daerah akan ziarah di makam Ki Ageng Tarub, Desa Tarub Kecamatan Tawangharjo. Kemudian Ki Ageng Selo, Desa Taruh Kecamatan Tawangharjo.

Kelompok kedua dipimpin Wakil Bupati Grobogan Bambang Pujiyanto ziarah di makam Ki Ageng Getas Pendowo di Desa Kuripan, Kecamatan Purwodadi dan Ki Ageng Puger di Desa/Kecamatan Grobogan.

Kabid Sosial Grobogan Edi Santoso mengatakan, rangkaian Hari Jadi Grobogan dimulai dengan ziarah ke makam leluhur Kabupaten Grobogan sebelum rangkaian lainnya. Hal itu, karena masih pandemi Covid-19 dan batasan kegiatan.

“Kami mendahulukan acara ziarah makam leluhur ingin berdoa bersama agar acara hari jadi Grobogan berjalan lancer,” kata Edi Santoso.

Dimulainya acara ziarah lebih awal dimulai sejak tahun 2020. Di mana sebelumnya acara ziarah makam leluhur digelar ketika Hari Jadi Grobogan setiap 4 Maret. Maka agar kegiatan berjalan lancar dan acara bisa berjalan lancar dimulai doa bersama dengan ziarah ke makam leluhur.

Baca Juga :  Setelah Ditunda Dua Pekan, Simpel G Kembali Error

“Tradisi ziarah merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun dalam rangkaian Hari Ulang Tahun Kabupaten Grobogan. Kegiatan ini, untuk mengingat sejarah perjuangan para pendahulu tentang jasa-jasanya dalam syiar agama dan Pemerintah Kabupaten Grobogan sebelumnya,” ujarnya.

Dalam kegiatan ziarah makam leluhur juga mengenalkan sejarah dari tokoh masyarakat agama dan pendiri Kabupaten Grobogan.

“Acara ini kami buat sederhana karena masih dalam pandemi Covid-19. Maka acara ziarah ke makam leluhur dibatasi. Setelah ziarah makam leluhur kami berikan bantuan sembako,” terang dia.

Sementara itu, rangkaian Hari Jadi Grobogan digelar secara terbatas dan tidak ada hiburan secara terbuka. Yaitu dimulai ziarah kubur, boyong grobog, upacara hari jadi Grobogan, tirakatan hari jadi Grobogan, zikir bersama dan wayangan. (war)






Reporter: Sirojul Munir

Most Read

Artikel Terbaru

/