alexametrics
32 C
Kudus
Tuesday, August 2, 2022

Kronologi Nenek di Grobogan Tega Gorok Lehernya Sendiri Hingga Tewas

GROBOGAN – Warga Dusun Galeh, Desa Jambangan, Kecamatan Geyer digegerkan dengan kejadian bunuh diri, Rani, 51 warga setempat dengan menggorok leher sendiri pada Selasa (26/2). Korban tersebut diduga mengalami gangguan jiwa dan sudah sakit menahun serta pendengaranya kurang baik.

Kejadian adanya bunuh diri diketahui pukul 06.00 WIB. Ketika itu, tetangga korban samping rumah curiga dengan kebiasaan keadaan rumah korban terbuka saat pagi hari. Saat didatangi ke rumah korban dengan mengetuk pintu tidak ada jawaban dari korban.

Kemudian pintu dibuka dalam keadaan terkunci. Setelah dibuka paksa pintu terbuka dan melihat keadaan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Saat ditemukan kondisi leher tergorok kepala mendangak ke atas di bibir Rajang dengan tangan kanan masih memegang sabit dan berlumuran darah.


Melihat kejadian tersebut tetangga korban berteriak dan meminta tolong warga sekitar dan melaporkan ke perangkat Desa. Selanjutnya dilaporkan Polsek Geyer. Selang beberapa saat Tim Inafis Polres Grobogan dan Tim Medis Puskesmas Geyer I mendatangi TKP dan melakukan olah TKP serta melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban.

Baca Juga :  Polres Grobogen Ringkus Empat Pengedar Sabu-Sabu, Ini Temuannya

Kapolsek Geyer AKP Danang mengatakan, dari hasil pemeriksaan terhadap jenazah korban terdapat luka terbuka bekas sayatan benda tajam pada leher korban. Luka sayatan dengan panjang 10 cm dan lebar 4 cm, tracea putus dan arteri carotis putus.

”Korban diperkirakan sudah meninggal dunia sekitar 6-8 jam, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan,” kata AKP Danang.

Sementara itu, dari keterangan pihak keluarga dan tetangga sekitar rumah korban. Korban sejak kecil mengalami cacat bibir sumbing, dan pendengarannya kurang (tuli), dan memiliki keterbelakangan mental. Korban sehari-hari tinggal sendiri di rumah dan tidak pernah bersosialisasi dengan warga atau tetangga.

”Dari pihak keluarga telah menerimakan atas kejadian tersebut dan memohon agar tidak dilakukan otopsi terhadap jenazah korban, selanjutnya korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” terang dia.






Reporter: Sirojul Munir

GROBOGAN – Warga Dusun Galeh, Desa Jambangan, Kecamatan Geyer digegerkan dengan kejadian bunuh diri, Rani, 51 warga setempat dengan menggorok leher sendiri pada Selasa (26/2). Korban tersebut diduga mengalami gangguan jiwa dan sudah sakit menahun serta pendengaranya kurang baik.

Kejadian adanya bunuh diri diketahui pukul 06.00 WIB. Ketika itu, tetangga korban samping rumah curiga dengan kebiasaan keadaan rumah korban terbuka saat pagi hari. Saat didatangi ke rumah korban dengan mengetuk pintu tidak ada jawaban dari korban.

Kemudian pintu dibuka dalam keadaan terkunci. Setelah dibuka paksa pintu terbuka dan melihat keadaan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Saat ditemukan kondisi leher tergorok kepala mendangak ke atas di bibir Rajang dengan tangan kanan masih memegang sabit dan berlumuran darah.

Melihat kejadian tersebut tetangga korban berteriak dan meminta tolong warga sekitar dan melaporkan ke perangkat Desa. Selanjutnya dilaporkan Polsek Geyer. Selang beberapa saat Tim Inafis Polres Grobogan dan Tim Medis Puskesmas Geyer I mendatangi TKP dan melakukan olah TKP serta melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban.

Baca Juga :  Bocor, Atap Terminal Purwodadi Tak Kunjung Diperbaiki

Kapolsek Geyer AKP Danang mengatakan, dari hasil pemeriksaan terhadap jenazah korban terdapat luka terbuka bekas sayatan benda tajam pada leher korban. Luka sayatan dengan panjang 10 cm dan lebar 4 cm, tracea putus dan arteri carotis putus.

”Korban diperkirakan sudah meninggal dunia sekitar 6-8 jam, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan,” kata AKP Danang.

Sementara itu, dari keterangan pihak keluarga dan tetangga sekitar rumah korban. Korban sejak kecil mengalami cacat bibir sumbing, dan pendengarannya kurang (tuli), dan memiliki keterbelakangan mental. Korban sehari-hari tinggal sendiri di rumah dan tidak pernah bersosialisasi dengan warga atau tetangga.

”Dari pihak keluarga telah menerimakan atas kejadian tersebut dan memohon agar tidak dilakukan otopsi terhadap jenazah korban, selanjutnya korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” terang dia.






Reporter: Sirojul Munir

Most Read

Artikel Terbaru

/