alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Pemberhentian Kades di Grobogan Akibat Kasus Perselingkuhan Tunggu Putusan Pengadilan

GROBOGAN – Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus perselingkuhan atau perzinahan, Kades Pulutan Darto masih bekerja. Keputusan pemberhentian tergantung putusan pengadilan.

Kepala Dinas Pemberdayaan dan Desa (Dispermades) Kabupaten Grobogan Haryono melalui Kepala Bidang Pemdes Agus Prihantono menyebut yang bersangkutan belum bisa diberhentikan sementara meski sudah ditetapkan sebagai tersangka. Menunggu proses peradilan sampai adanya putusan.

“Sesuai ketentuan undang-undang, baik perda dan pergub kalau kasusnya makar dan korupsi serta terosisme bisa langsung diberhentikan setelah adanya penetapan tersangka,” tuturnya.


Namun berhubung yang bersangkutan kasusnya mengenai perzinaan maka tidak bisa langsung diberhentikan sebelum adanya putusan pengadilan.

“Yang bersangkutan masih aktif. Kami menunggu putusan pengadilan sebelum mengambil langkah-langkah,” imbuhnya.

Sekda Grobogan Moh Soemarsono mengatakan karena tidak ditahan maka oknum kades tersebut masih bisa menjalankan tugasnya sebagai kepala desa. Meski begitu, ketika nanti sudah ditahan atau divonis, maka bisa diberhentikan.

”Jika nantinya diberhentikan sementara, maka akan ditunjuk plt kades,” paprnya.

Baca Juga :  Berjamur, Koleksi Museum Purbakala Grobogan Dikonservasi

Diberitakan sebelumnya puluhan warga Desa Pulutan mendatangi Mapolres Grobogan untuk melaporkan oknum kades Pulutan sekitar Mui lalu. Sebelum dilaporkan, oknum kades Darto itu sempat digrebek warga kala berduaan dengan istri orang saat tengah malam, Sabtu malam (30/5).

Darto saat itu berada di rumah seorang wanita bersuami bernama Indah. Kelakukan itu sudah berulang kali terjadi. Sehingga membuat masyarakat geram. Akhirnya warga pun menggrebek.

Dalam penangkapan itu, warga yang emosi dengan kelakuan kepala desanya, mengarak pasangan selingkuh itu ke rumah Ketua RT. Saat penggerebekan, suami Indah Ahmad Husaeri sedang bekerja mencari nafkah di Palembang, Sumatera Selatan.

Pada Selasa (31/5) siang, Ahmad Husaeri mendatangi Polres Grobogan, untuk melaporkan peristiwa perselingkuhan Kades Pulutan dengan istrinya. Tak sendirian, Ahmad Husaeri datang ke Polres Grobogan dikawal puluhan warga. (tos/zen)

 






Reporter: Eko Santoso

GROBOGAN – Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus perselingkuhan atau perzinahan, Kades Pulutan Darto masih bekerja. Keputusan pemberhentian tergantung putusan pengadilan.

Kepala Dinas Pemberdayaan dan Desa (Dispermades) Kabupaten Grobogan Haryono melalui Kepala Bidang Pemdes Agus Prihantono menyebut yang bersangkutan belum bisa diberhentikan sementara meski sudah ditetapkan sebagai tersangka. Menunggu proses peradilan sampai adanya putusan.

“Sesuai ketentuan undang-undang, baik perda dan pergub kalau kasusnya makar dan korupsi serta terosisme bisa langsung diberhentikan setelah adanya penetapan tersangka,” tuturnya.

Namun berhubung yang bersangkutan kasusnya mengenai perzinaan maka tidak bisa langsung diberhentikan sebelum adanya putusan pengadilan.

“Yang bersangkutan masih aktif. Kami menunggu putusan pengadilan sebelum mengambil langkah-langkah,” imbuhnya.

Sekda Grobogan Moh Soemarsono mengatakan karena tidak ditahan maka oknum kades tersebut masih bisa menjalankan tugasnya sebagai kepala desa. Meski begitu, ketika nanti sudah ditahan atau divonis, maka bisa diberhentikan.

”Jika nantinya diberhentikan sementara, maka akan ditunjuk plt kades,” paprnya.

Baca Juga :  Jalan Purwodadi Genjarkan Perbaikan

Diberitakan sebelumnya puluhan warga Desa Pulutan mendatangi Mapolres Grobogan untuk melaporkan oknum kades Pulutan sekitar Mui lalu. Sebelum dilaporkan, oknum kades Darto itu sempat digrebek warga kala berduaan dengan istri orang saat tengah malam, Sabtu malam (30/5).

Darto saat itu berada di rumah seorang wanita bersuami bernama Indah. Kelakukan itu sudah berulang kali terjadi. Sehingga membuat masyarakat geram. Akhirnya warga pun menggrebek.

Dalam penangkapan itu, warga yang emosi dengan kelakuan kepala desanya, mengarak pasangan selingkuh itu ke rumah Ketua RT. Saat penggerebekan, suami Indah Ahmad Husaeri sedang bekerja mencari nafkah di Palembang, Sumatera Selatan.

Pada Selasa (31/5) siang, Ahmad Husaeri mendatangi Polres Grobogan, untuk melaporkan peristiwa perselingkuhan Kades Pulutan dengan istrinya. Tak sendirian, Ahmad Husaeri datang ke Polres Grobogan dikawal puluhan warga. (tos/zen)

 






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru