alexametrics
25.5 C
Kudus
Monday, August 15, 2022

Wawancara Jabatan Pimpinan Tinggi di Pemkab Grobogan Digelar Dua Hari

GROBOGAN – Proses seleksi jabatan pimpinan tinggi (JPT) Pratama memasuki wawancara. Tahap tersebut digelar dua hari (14-15/6) bertempat di Hotel 21 Purwodadi. Satu peserta dapat jatah 35 menit. Hadapi lima panelis.

Seleksi diselenggarakan dua hari karena mempertimbangkan jumlah peserta. Sebab tidak memungkinkan digelar sehari.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Grobogan Padma Saputra menjelaskan kelima panelis berasal dari pihak internal dan eksternal.


“Dari internal ada pak Sekda (Grobogan) Moh Soemarsono. Kemudian dari tokoh masyarakat. Pihak eksternal, seperti pak Ari dari Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Pak Tohana,” jelasnya.

Pemilihan pansel menurutnya tidak sembarangan. Sebab dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN)  secara SOP mewajibkan para pansel bersertifikat.

“Dari total 28 peserta, hari ini (kemarin, Red) ada lima belas yang seleksi wawancara. Sisanya besok. Terpaksa dua hari karena jika sehari tak memungkinkan. Terlalu larut malam,” terangnya.

Usai selesai wawancara, pihak pansel langsung sidang. Menentukan nilai. Mulai dari proses seleksi administrasi, assessment, makalah, pemaparan, dan hasil wawancara.

Baca Juga :  Warga Grobogan Antusias Ikuti Vaksinasi Covid-19 di Malam Hari

“Setelah itu dari pansel menyerahkan ke pejabat yang berwenang (PyB). Yang dalam hal ini pak sekda selaku ketua pansel,” paparnya.

Usai diserahkan ke sekda, hasil seleksi tersebut diserahkan ke Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK). Dan diteruskan ke Bupati. Penyerahan ke Bupati sendiri baru bisa dilakukan Senin (20/6), sebab yang bersangkutan sedang tugas luar daerah.

“Kemudian setelah itu semua berkas seleksi dari administrasi, makalah, dan hasilnya kami serahkan ke KASN. Setelah mendapatkan rekomendasi, baru bupati memilih satu nama di masing-masing posisi,” tambahnya.

Hasilnya kemudian segera diumumkan pada akhir bulan ini. Dilanjutkan pelantikan pada 1 Juli. Terkait persyaratan usia, mereka yang terpilih dan dilantik harus di bawah usia 56.

”Jika usianya lebih tak bisa diterima. Kami tertib sesuai regulasi. Harapan kami semoga proses ke depan ini tak ada kendala dan mendapat rekom KASN,” imbuhnya. (tos/zen)






Reporter: Eko Santoso

GROBOGAN – Proses seleksi jabatan pimpinan tinggi (JPT) Pratama memasuki wawancara. Tahap tersebut digelar dua hari (14-15/6) bertempat di Hotel 21 Purwodadi. Satu peserta dapat jatah 35 menit. Hadapi lima panelis.

Seleksi diselenggarakan dua hari karena mempertimbangkan jumlah peserta. Sebab tidak memungkinkan digelar sehari.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Grobogan Padma Saputra menjelaskan kelima panelis berasal dari pihak internal dan eksternal.

“Dari internal ada pak Sekda (Grobogan) Moh Soemarsono. Kemudian dari tokoh masyarakat. Pihak eksternal, seperti pak Ari dari Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Pak Tohana,” jelasnya.

Pemilihan pansel menurutnya tidak sembarangan. Sebab dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN)  secara SOP mewajibkan para pansel bersertifikat.

“Dari total 28 peserta, hari ini (kemarin, Red) ada lima belas yang seleksi wawancara. Sisanya besok. Terpaksa dua hari karena jika sehari tak memungkinkan. Terlalu larut malam,” terangnya.

Usai selesai wawancara, pihak pansel langsung sidang. Menentukan nilai. Mulai dari proses seleksi administrasi, assessment, makalah, pemaparan, dan hasil wawancara.

Baca Juga :  Terdakwa Pengadaan Tanah Bulog Divonis 6 Tahun dan Wajib Bayar Rp 4,9 M

“Setelah itu dari pansel menyerahkan ke pejabat yang berwenang (PyB). Yang dalam hal ini pak sekda selaku ketua pansel,” paparnya.

Usai diserahkan ke sekda, hasil seleksi tersebut diserahkan ke Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK). Dan diteruskan ke Bupati. Penyerahan ke Bupati sendiri baru bisa dilakukan Senin (20/6), sebab yang bersangkutan sedang tugas luar daerah.

“Kemudian setelah itu semua berkas seleksi dari administrasi, makalah, dan hasilnya kami serahkan ke KASN. Setelah mendapatkan rekomendasi, baru bupati memilih satu nama di masing-masing posisi,” tambahnya.

Hasilnya kemudian segera diumumkan pada akhir bulan ini. Dilanjutkan pelantikan pada 1 Juli. Terkait persyaratan usia, mereka yang terpilih dan dilantik harus di bawah usia 56.

”Jika usianya lebih tak bisa diterima. Kami tertib sesuai regulasi. Harapan kami semoga proses ke depan ini tak ada kendala dan mendapat rekom KASN,” imbuhnya. (tos/zen)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/