alexametrics
26.9 C
Kudus
Tuesday, August 2, 2022

Rusak Parah, SD di Grobogan Ini Tak Kunjung Diperbaiki

GROBOGAN – Rusak parah, SD N 2 Penawangan dan SD N 3 Pilangpayung hingga kini tak kunjung diperbaiki. Untuk itu, Komisi D DPRD Kabupaten Grobogan yang menerima aduan akan mengawal perbaikan melalui anggaran perubahan.

Baca Juga : Parah! Pemotor di Grobogan Nekat Terobos Jalan Cor yang Masih Basah

SD Penawangan diketahui rusak sejak 2018. Kerusakannya meliputi prafon ambrol, kerangka atap melengkung, dinding retak, lantai keramik pecah-pecah. Kerusakan terjadi di kelas IV, V, dan VI. Karena kerusakan itu siswa belajar di teras.


Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Grobogan Ahmad Sidik menyebut semula mengetahui sekolah rusak dari pemberitaan media massa dan sosial media. “Infonya dinding sekolah juga retak-retak,” jelasnya.

Atas kondisi tersebut pihaknya sejauh ini belum memanggil Dinas Pendidikan melainkan masih mengadakan rapat dengar pendapat dan akan menjadwalkan peninjauan lapangan.
“Sudah kami rencananya untuk pemanggilan Dinas Pendidikan. Saat ini masih diatur jadwalnya,” tambahnya.

Dia menambahkan akan menaruh prioritas pada dua sekolah itu terutama dalam pembahasan anggaran di APBD Perubahan. Sebab kerusakan sekolah tersebut menyangkut fasilitas pendidikan. Yang harus di kedepankan.

“Langkah cepatnya nantinya memang harus diusulkan pada anggaran perubahan. Kalau nunggu Dana Aloasi Khusus (DAK) masih tahun depan,” paparnya.

Sidik menjelaskan selain di Komisi D pihaknya juga terlibat di badan anggaran DPRD, sehingga itu membuatnya memiliki wewenang untuk bisa mewujudkan prioritas perbaikan pada dua SD tersebut.

“Kalau tidak diusulkan di anggaran perubahan oleh dinas, kami akan tetap menyuarakan agar perbaikan di dua SD tersebut dapat anggaran, sehingga bisa segera diperbaiki,” imbuhnya.

Baca Juga :  Capaian Vaksinasi Grobogan Lampaui Angka Nasional

Sebelumnya diberitakan jika di SD N 2 Penawangan alami kerusakan di tiga ruang kelas. Yakni kelas VI Kelas IV, dan Kelas V. Akibat kerusakan tersebut sejak lima bulan terakhri kelas tak dipakai. Siswa belajar di teras kelas hingga perpustakaan.

Kerusakan terparah terlihat di ruang kelas IV. Tujuh plafon di ruangan tersebut jebol. Selain itu, kerusakan juga terlihat pada tembok. Terlihat ada keretakan di tembok sebelah barat. Bahkan banyak keramik yang pecah.

Sementara di ruang kelas V relatif lebih baik. Meski tak tampak palfon jebol. Namun atapnya sudah melengkung. Seperti mau ambrol. Di ruang kelas VI hampir mirip seperti ruang kelas IV. Banyak plafon jebol. Bekas plafon jebol itu bahkan masih berserak di lantai. Ruang kelas itu bahkan mirip seperti gudang.

Kondisi memperihatinkan juga terdapat di kamar mandi. Dari tiga kamar mandi yang ada, hanya satu yang layak pakai. Yakni kamar mandi guru. Sementara dua kamar mandi siswa rusak parah. baik bagian atap, tembok , dan bak mandi.

Kepala Sekolah SD N 2 Penawangan Budiyono menjelaskan sekolah tersebut rusak sejak 2018 lalu dan sempat diperbaiki menggunakan dana BOS kala kondisi kerusakan belum sampai di atas 30 persen.

“Namun tak banyak membantu. Sebab kerusakan terus bertambah. Kalau dipresentase kerusakannya sekarang mencapai 75 persen,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat pihak sekolah mawas diri. Khawatir jika ada reruntuhan yang menimpa siswa, sehingga sejak lima bulan terakhir tiga ruang kelas itu tak ditempati. (tos/mal)






Reporter: Eko Santoso

GROBOGAN – Rusak parah, SD N 2 Penawangan dan SD N 3 Pilangpayung hingga kini tak kunjung diperbaiki. Untuk itu, Komisi D DPRD Kabupaten Grobogan yang menerima aduan akan mengawal perbaikan melalui anggaran perubahan.

Baca Juga : Parah! Pemotor di Grobogan Nekat Terobos Jalan Cor yang Masih Basah

SD Penawangan diketahui rusak sejak 2018. Kerusakannya meliputi prafon ambrol, kerangka atap melengkung, dinding retak, lantai keramik pecah-pecah. Kerusakan terjadi di kelas IV, V, dan VI. Karena kerusakan itu siswa belajar di teras.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Grobogan Ahmad Sidik menyebut semula mengetahui sekolah rusak dari pemberitaan media massa dan sosial media. “Infonya dinding sekolah juga retak-retak,” jelasnya.

Atas kondisi tersebut pihaknya sejauh ini belum memanggil Dinas Pendidikan melainkan masih mengadakan rapat dengar pendapat dan akan menjadwalkan peninjauan lapangan.
“Sudah kami rencananya untuk pemanggilan Dinas Pendidikan. Saat ini masih diatur jadwalnya,” tambahnya.

Dia menambahkan akan menaruh prioritas pada dua sekolah itu terutama dalam pembahasan anggaran di APBD Perubahan. Sebab kerusakan sekolah tersebut menyangkut fasilitas pendidikan. Yang harus di kedepankan.

“Langkah cepatnya nantinya memang harus diusulkan pada anggaran perubahan. Kalau nunggu Dana Aloasi Khusus (DAK) masih tahun depan,” paparnya.

Sidik menjelaskan selain di Komisi D pihaknya juga terlibat di badan anggaran DPRD, sehingga itu membuatnya memiliki wewenang untuk bisa mewujudkan prioritas perbaikan pada dua SD tersebut.

“Kalau tidak diusulkan di anggaran perubahan oleh dinas, kami akan tetap menyuarakan agar perbaikan di dua SD tersebut dapat anggaran, sehingga bisa segera diperbaiki,” imbuhnya.

Baca Juga :  KA Kedungsepur Kembali Beroperasi, Ini Jadwal Keberangkatannya

Sebelumnya diberitakan jika di SD N 2 Penawangan alami kerusakan di tiga ruang kelas. Yakni kelas VI Kelas IV, dan Kelas V. Akibat kerusakan tersebut sejak lima bulan terakhri kelas tak dipakai. Siswa belajar di teras kelas hingga perpustakaan.

Kerusakan terparah terlihat di ruang kelas IV. Tujuh plafon di ruangan tersebut jebol. Selain itu, kerusakan juga terlihat pada tembok. Terlihat ada keretakan di tembok sebelah barat. Bahkan banyak keramik yang pecah.

Sementara di ruang kelas V relatif lebih baik. Meski tak tampak palfon jebol. Namun atapnya sudah melengkung. Seperti mau ambrol. Di ruang kelas VI hampir mirip seperti ruang kelas IV. Banyak plafon jebol. Bekas plafon jebol itu bahkan masih berserak di lantai. Ruang kelas itu bahkan mirip seperti gudang.

Kondisi memperihatinkan juga terdapat di kamar mandi. Dari tiga kamar mandi yang ada, hanya satu yang layak pakai. Yakni kamar mandi guru. Sementara dua kamar mandi siswa rusak parah. baik bagian atap, tembok , dan bak mandi.

Kepala Sekolah SD N 2 Penawangan Budiyono menjelaskan sekolah tersebut rusak sejak 2018 lalu dan sempat diperbaiki menggunakan dana BOS kala kondisi kerusakan belum sampai di atas 30 persen.

“Namun tak banyak membantu. Sebab kerusakan terus bertambah. Kalau dipresentase kerusakannya sekarang mencapai 75 persen,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat pihak sekolah mawas diri. Khawatir jika ada reruntuhan yang menimpa siswa, sehingga sejak lima bulan terakhir tiga ruang kelas itu tak ditempati. (tos/mal)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/