alexametrics
29.2 C
Kudus
Monday, May 23, 2022

Dua Raperda Disetujui DPRD Grobogan, Apa Saja?

GROBOGAN – DPRD Grobogan menyetujui dua rancangan peraturan daerah (raperda) menjadi perda dalam rapat paripurna kemarin. Dua raperda itu, Raperda Penyertaan Modal Pemkab Grobogan kepada BUMD 2022 dan Pembentukan Dana Cadangan untuk Membiayai Penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Grobogan.

Sebelum persetujuan raperda penyertaan modal BUMD 2022 disetujui, sempat ada interupsi pernolakan dari Fraksi PKB. Namun setelah rapat diskors, Fraksi PKB dan semua fraksi di DPRD Grobogan menerima. Raperda itu, sebelumnya dibahas dan disempuranakan oleh Panitia Khusus (Pansus) III.

”Keputusannya, semua fraksi menerima ranperda penyertaan modal. Dari Fraksi PKB bersikap menerima penyertaan modal untuk PT. Bank Jateng, menolak sebagian pemberian penyertaan modal PT Jamkrida dan Purwa Aksara, serta menolak seluruhnya pemberian pernyataan modal kepada PDAM Purwa Tirta Dharma,” kata Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto.


Setelah ada keputusan bersama, dewan telah menyetujui untuk menetapkan Raperda tentang Penyertaan Modal Pemkab Grobogan kepada BUMD 2022 menjadi perda.

Bupati Sri Sumarni menyampaikan, sesuai dengan ketentuan terhadap kedua raperda itu, telah dimintakan fasilitasi ke gubernur Jawa Tengah. Hasil fasilitasi telah dibahas bersama dengan Pansus III untuk Raperda tentang Penyertaan Modal Pemkab Grobogan kepada BUMD 2022 dan Pansus IV untuk Raperda tentang Pembentukan Dana Cadangan untuk Membiayai Penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2024.

”Persetujuan bersama Raperda tentang Penyertaan Modal Pemkab Grobogan kepada BUMD 2022 untuk ditetapkan dan diundangkan menjadi perda ini, merupakan wujud ketaatan kita bersama terhadap peraturan perundang-undangan. Utamanya dalam pelaksanaan penyertaan modal Pemkab Grobogan kepada BUMD,” kata bupati.

Baca Juga :  Sembilan Titik Tanggul di Grobogan Jebol Sebabkan Ratusan Rumah Terendam

Dikatakan, secara normatif, Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah telah mengatur penyertaan modal pemerintah daerah dapat dilaksanakan, apabila jumlah yang akan disertakan dalam tahun anggaran berkenaan telah ditetapkan dalam peraturan daerah tentang penyertaan modal. Selanjutnya, dalam peraturan pemerintah itu, diatur pula peraturan daerah tentang penyertaan modal ditetapkan sebelum persetujuan bersama antara kepala daerah dan DPRD atas rancangan perda tentang APBD.

”Penyertaan modal kepada BUMD untuk meningkatkan pelayanan masyarakat, penguatan BUMD, meningkatkan sumber PAD, serta meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat,” ungkapnya.

Bupati menambahkan, untuk mewujudkan tujuan tersebut, sesuai dengan ketentuan Pasal 4 raperda dimaksud, penyertaan modal kepada lima BUMD pada 2022 dengan jumlah total Rp 18,2 miliar. Rinciannya, penyertaan modal kepada PT Bank Jateng dipergunakan untuk meningkatkan ekspansi kredit kepada sektor produktif dan UMKM serta peningkatan pelayanan perbankan. Juga penyertaan modal kepada PT Penjaminan Kredit Daerah Provinsi Jawa Tengah dipergunakan untuk memperkuat permodalan dan penambahan porsi gearing ratio dalam kegiatan penjaminan.

Kemudian penyertaan modal kepada PDAM Purwa Tirta Dharma Grobogan dipergunakan untuk peningkatan cakupan layanan air minum untuk program hibah sambungan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah serta pengadaan water meter, pompa, dan aksesori. Sedangkan penyertaan modal kepada Perusahaan Perseroan Daerah BPR Bank Purwa Artha  dipergunakan ekspansi kredit kepada UMKM di Grobogan. Penyertaan Modal kepada Perumda Purwa Aksara dipergunakan untuk pengadaan kendaraan operasional dan pengembangan bisnis. (lin)






Reporter: Sirojul Munir

GROBOGAN – DPRD Grobogan menyetujui dua rancangan peraturan daerah (raperda) menjadi perda dalam rapat paripurna kemarin. Dua raperda itu, Raperda Penyertaan Modal Pemkab Grobogan kepada BUMD 2022 dan Pembentukan Dana Cadangan untuk Membiayai Penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Grobogan.

Sebelum persetujuan raperda penyertaan modal BUMD 2022 disetujui, sempat ada interupsi pernolakan dari Fraksi PKB. Namun setelah rapat diskors, Fraksi PKB dan semua fraksi di DPRD Grobogan menerima. Raperda itu, sebelumnya dibahas dan disempuranakan oleh Panitia Khusus (Pansus) III.

”Keputusannya, semua fraksi menerima ranperda penyertaan modal. Dari Fraksi PKB bersikap menerima penyertaan modal untuk PT. Bank Jateng, menolak sebagian pemberian penyertaan modal PT Jamkrida dan Purwa Aksara, serta menolak seluruhnya pemberian pernyataan modal kepada PDAM Purwa Tirta Dharma,” kata Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto.

Setelah ada keputusan bersama, dewan telah menyetujui untuk menetapkan Raperda tentang Penyertaan Modal Pemkab Grobogan kepada BUMD 2022 menjadi perda.

Bupati Sri Sumarni menyampaikan, sesuai dengan ketentuan terhadap kedua raperda itu, telah dimintakan fasilitasi ke gubernur Jawa Tengah. Hasil fasilitasi telah dibahas bersama dengan Pansus III untuk Raperda tentang Penyertaan Modal Pemkab Grobogan kepada BUMD 2022 dan Pansus IV untuk Raperda tentang Pembentukan Dana Cadangan untuk Membiayai Penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2024.

”Persetujuan bersama Raperda tentang Penyertaan Modal Pemkab Grobogan kepada BUMD 2022 untuk ditetapkan dan diundangkan menjadi perda ini, merupakan wujud ketaatan kita bersama terhadap peraturan perundang-undangan. Utamanya dalam pelaksanaan penyertaan modal Pemkab Grobogan kepada BUMD,” kata bupati.

Baca Juga :  Terkonfirmasi Positif, Pengantin di Grobogan Pakai Hazmat saat Ijab Kabul

Dikatakan, secara normatif, Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah telah mengatur penyertaan modal pemerintah daerah dapat dilaksanakan, apabila jumlah yang akan disertakan dalam tahun anggaran berkenaan telah ditetapkan dalam peraturan daerah tentang penyertaan modal. Selanjutnya, dalam peraturan pemerintah itu, diatur pula peraturan daerah tentang penyertaan modal ditetapkan sebelum persetujuan bersama antara kepala daerah dan DPRD atas rancangan perda tentang APBD.

”Penyertaan modal kepada BUMD untuk meningkatkan pelayanan masyarakat, penguatan BUMD, meningkatkan sumber PAD, serta meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat,” ungkapnya.

Bupati menambahkan, untuk mewujudkan tujuan tersebut, sesuai dengan ketentuan Pasal 4 raperda dimaksud, penyertaan modal kepada lima BUMD pada 2022 dengan jumlah total Rp 18,2 miliar. Rinciannya, penyertaan modal kepada PT Bank Jateng dipergunakan untuk meningkatkan ekspansi kredit kepada sektor produktif dan UMKM serta peningkatan pelayanan perbankan. Juga penyertaan modal kepada PT Penjaminan Kredit Daerah Provinsi Jawa Tengah dipergunakan untuk memperkuat permodalan dan penambahan porsi gearing ratio dalam kegiatan penjaminan.

Kemudian penyertaan modal kepada PDAM Purwa Tirta Dharma Grobogan dipergunakan untuk peningkatan cakupan layanan air minum untuk program hibah sambungan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah serta pengadaan water meter, pompa, dan aksesori. Sedangkan penyertaan modal kepada Perusahaan Perseroan Daerah BPR Bank Purwa Artha  dipergunakan ekspansi kredit kepada UMKM di Grobogan. Penyertaan Modal kepada Perumda Purwa Aksara dipergunakan untuk pengadaan kendaraan operasional dan pengembangan bisnis. (lin)






Reporter: Sirojul Munir

Most Read

Artikel Terbaru

/