alexametrics
24 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

Tegang Saat Tes PPPK, Gejala Stroke Peserta di Grobogan Kambuh

GROBOGAN – Pelaksanaan tes pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) jabatan fungsional guru di seluruh kabupaten di Karesidenan Pati dan Grobogan dilaksanakan kemarin. Di Grobogan ditemukan peserta diduga terlalu tegang sehingga gejala strokenya kambuh. Ada juga peserta alami kontraksi saat tes.

Kasi Penanggulangan Penyakit Menular (P2M) Dinkes Grobogan Gunawan Cahyo Utomo menjelaskan peserta yang gejala strokenya kambuh langsung ditangani tim medis. Begitu juga peserta hamil yang alami kontraksi.

”Ibu hamil yang alami kontraksi belum masuk ruangan. Jadi belum ikut tes


Gunawan Cahyo Utomo mengaku memantau ke beberapa titik pelaksanaan di Kabupaten Grobogan. Salah satunya di SMAN 1 Grobogan. Di situlah ada yang hamil sembilan bulan alami kontraksi.

”Mungkin mereka terlalu tegang,” ujarnya.

Bupati Grobogan Sri Sumarni saat meninjau lokasi pelaksanaan di SMAN 1 Purwodadi, SMKN 1 dan SMKN 2 Purwodadi bersama tim monitoring meminta peserta tes calon PPPK saat mengerjakan tes tenang. Agar pikiran tidak tegang.

Baca Juga :  Timbulkan Bau, Pemkab Grobogan bakal Relokasi Pasar Glendoh

”Jangan terlalu tegang. Dipikir santai tapi tetap konsentrasi,” tegasnya.

Selain itu bupati mengimbau para peserta tidak percaya dengan orang-orang yang mengaku bisa meloloskan mereka menjadi pegawai.

”Saya minta peserta CPNS dan PPPK ini jangan percaya dengan orang-orang yang katanya bisa membantu. Membayar sekian bisa masuk (jadi, Red) pegawai. Percaya pada kemampuan diri sendiri. Jangan sampai dimanfaatkan orang-orang tidak bertanggungjawab,” tegasnya.

Hal itu lantaran beredar informasi kalau membayar bisa lolos. Bahkan agar percaya ada yang mengatasnamakan bupati, sekda, kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Grobogan, bahkan keluarga Bupati.






Reporter: Intan Maylani Sabrina

GROBOGAN – Pelaksanaan tes pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) jabatan fungsional guru di seluruh kabupaten di Karesidenan Pati dan Grobogan dilaksanakan kemarin. Di Grobogan ditemukan peserta diduga terlalu tegang sehingga gejala strokenya kambuh. Ada juga peserta alami kontraksi saat tes.

Kasi Penanggulangan Penyakit Menular (P2M) Dinkes Grobogan Gunawan Cahyo Utomo menjelaskan peserta yang gejala strokenya kambuh langsung ditangani tim medis. Begitu juga peserta hamil yang alami kontraksi.

”Ibu hamil yang alami kontraksi belum masuk ruangan. Jadi belum ikut tes

Gunawan Cahyo Utomo mengaku memantau ke beberapa titik pelaksanaan di Kabupaten Grobogan. Salah satunya di SMAN 1 Grobogan. Di situlah ada yang hamil sembilan bulan alami kontraksi.

”Mungkin mereka terlalu tegang,” ujarnya.

Bupati Grobogan Sri Sumarni saat meninjau lokasi pelaksanaan di SMAN 1 Purwodadi, SMKN 1 dan SMKN 2 Purwodadi bersama tim monitoring meminta peserta tes calon PPPK saat mengerjakan tes tenang. Agar pikiran tidak tegang.

Baca Juga :  Edan! Harga Obat Seharga Rp 17 ribu Dijual Rp 100 Ribu 

”Jangan terlalu tegang. Dipikir santai tapi tetap konsentrasi,” tegasnya.

Selain itu bupati mengimbau para peserta tidak percaya dengan orang-orang yang mengaku bisa meloloskan mereka menjadi pegawai.

”Saya minta peserta CPNS dan PPPK ini jangan percaya dengan orang-orang yang katanya bisa membantu. Membayar sekian bisa masuk (jadi, Red) pegawai. Percaya pada kemampuan diri sendiri. Jangan sampai dimanfaatkan orang-orang tidak bertanggungjawab,” tegasnya.

Hal itu lantaran beredar informasi kalau membayar bisa lolos. Bahkan agar percaya ada yang mengatasnamakan bupati, sekda, kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Grobogan, bahkan keluarga Bupati.






Reporter: Intan Maylani Sabrina

Most Read

Artikel Terbaru

/