alexametrics
32.3 C
Kudus
Tuesday, May 24, 2022

DPRD Grobogan Pertanyakan Modal BUMD untuk Beli Mobil

GROBOGAN, – Panitia Khusus (Pansus) 3 DPRD Grobogan mempertanyakan penyertaan modal BUMD yang diajukan pemkab sebesar Rp 18,4 miliar pada 2022. Salah satunya soal modal yang digunakan untuk membeli mobil.

Penyertaan modal tersebut diperuntukan bagi lima BUMD. Yakni Bank Jateng Rp 10 miliar,  PT Penjaminan Kredit Daerah Provinsi Jawa Tengah atau PT Jamkrida Rp 1,5 miliar, Perusahaan Umum Daerah Air Minum Purwa Tirta Dharma Grobogan Rp 4,750 miliar, Perusahaan Perseroan Daerah Bank Perkreditan Rakyat Bank Purwa Artha Rp 1,5 miliar, dan PerusahaanUmum Daerah Purwa Aksara Rp 500 juta.

Bukhori, anggota Pansus 3 mengatakan, pembahasan pansus masih sekitar penggunaan penyertaan modal. Sebab, selama ini penyertaan modal dilengkapi dengan keterangan deviden yang diterima oleh Pemkab Grobogan.


”Saya menanyakan penyertaan modal Purwa Aksara Rp 500 juta untuk beli mobil. Apakah sudah efektif atau punya pengaruh untuk perusahaan mendapatkan laba,” kata Bukhori.

Selain itu, dirinya juga menanyakan tentang penyertaan modal PDAM Rp 4,75 miliar. Sebab, selama ini banyak pelanggan mengeluh tidak mendapatkan aliran air karena sumber air terbatas.

”Jika ada penyertaan modal untuk penyambungan baru. Apakah sumber air akan mencukupi,” terang dia.

Hal sama juga diungkapkan Misbach dari Fraksi PPP. Dia mempertanyaan penyertaan modal untuk PDAM Purwa Tirta Dharma sebesar Rp 4,75 miliar. Dia berharap penyertaan modal tersebut untuk penyambungan MBR tersebut dikaji kembali.

Baca Juga :  PPNI Berketad Perjuangkan Kesejahteraan Perawat

”Saya minta PDAM bisa menghitung estimasi untuk cakupan air pelanggan setiap bulan. Banyak keluhan dari pelanggan air sering macet dan warnanya juga keruh,” kata Misbach.

Menanggapi hal itu, Direktur Purwa Aksara Dodit mengatakan, penyertaan modal untuk pembelian mobil usaha. Selain itu, untuk juga menambah modal usaha perusahaan agar tetap bisa berjalan dengan perusahaan lainya.

”Penyertaan modal ini juga untuk menambah modal untuk membuka bengkel khusus ganti oli mobil,” kata dia.

Sebelumnya, Wakil Bupati Grobogan Bambang Pujiyanto mengatakan, penyertaan modal tersebut telah mempertimbangkan beberapa aspek. Meliputi aspek pemberdayaan aset daerah, kelembagaan, ekonomi, keuangan, dan pembiayaan.

Sampai tahun ini total modal yang disetor kepada lima BUMD sebesar Rp168.467.394.254,00. Sedangkan target deviden pada 2022 sebesar Rp 18.433.136.136,00. Rincianya PT Bank Jateng sebesar Rp 7 miliar, PT (Jamkrida) Provinsi Jawa Tengah Rp 200 juta, PT BPR Bank BKK Rp 10,1 miliar, Perusahaan Perseroan Daerah Bank Perkreditan Rakyat Bank Purwa Artha sebesarRp 986 juta, dan Perusahaan Umum Daerah Purwa Aksara sebesar Rp 48 juta.






Reporter: Sirojul Munir

GROBOGAN, – Panitia Khusus (Pansus) 3 DPRD Grobogan mempertanyakan penyertaan modal BUMD yang diajukan pemkab sebesar Rp 18,4 miliar pada 2022. Salah satunya soal modal yang digunakan untuk membeli mobil.

Penyertaan modal tersebut diperuntukan bagi lima BUMD. Yakni Bank Jateng Rp 10 miliar,  PT Penjaminan Kredit Daerah Provinsi Jawa Tengah atau PT Jamkrida Rp 1,5 miliar, Perusahaan Umum Daerah Air Minum Purwa Tirta Dharma Grobogan Rp 4,750 miliar, Perusahaan Perseroan Daerah Bank Perkreditan Rakyat Bank Purwa Artha Rp 1,5 miliar, dan PerusahaanUmum Daerah Purwa Aksara Rp 500 juta.

Bukhori, anggota Pansus 3 mengatakan, pembahasan pansus masih sekitar penggunaan penyertaan modal. Sebab, selama ini penyertaan modal dilengkapi dengan keterangan deviden yang diterima oleh Pemkab Grobogan.

”Saya menanyakan penyertaan modal Purwa Aksara Rp 500 juta untuk beli mobil. Apakah sudah efektif atau punya pengaruh untuk perusahaan mendapatkan laba,” kata Bukhori.

Selain itu, dirinya juga menanyakan tentang penyertaan modal PDAM Rp 4,75 miliar. Sebab, selama ini banyak pelanggan mengeluh tidak mendapatkan aliran air karena sumber air terbatas.

”Jika ada penyertaan modal untuk penyambungan baru. Apakah sumber air akan mencukupi,” terang dia.

Hal sama juga diungkapkan Misbach dari Fraksi PPP. Dia mempertanyaan penyertaan modal untuk PDAM Purwa Tirta Dharma sebesar Rp 4,75 miliar. Dia berharap penyertaan modal tersebut untuk penyambungan MBR tersebut dikaji kembali.

Baca Juga :  Usai Karaoke, Oknum Kades Di Demak Diduga Aniaya Teman Kencan

”Saya minta PDAM bisa menghitung estimasi untuk cakupan air pelanggan setiap bulan. Banyak keluhan dari pelanggan air sering macet dan warnanya juga keruh,” kata Misbach.

Menanggapi hal itu, Direktur Purwa Aksara Dodit mengatakan, penyertaan modal untuk pembelian mobil usaha. Selain itu, untuk juga menambah modal usaha perusahaan agar tetap bisa berjalan dengan perusahaan lainya.

”Penyertaan modal ini juga untuk menambah modal untuk membuka bengkel khusus ganti oli mobil,” kata dia.

Sebelumnya, Wakil Bupati Grobogan Bambang Pujiyanto mengatakan, penyertaan modal tersebut telah mempertimbangkan beberapa aspek. Meliputi aspek pemberdayaan aset daerah, kelembagaan, ekonomi, keuangan, dan pembiayaan.

Sampai tahun ini total modal yang disetor kepada lima BUMD sebesar Rp168.467.394.254,00. Sedangkan target deviden pada 2022 sebesar Rp 18.433.136.136,00. Rincianya PT Bank Jateng sebesar Rp 7 miliar, PT (Jamkrida) Provinsi Jawa Tengah Rp 200 juta, PT BPR Bank BKK Rp 10,1 miliar, Perusahaan Perseroan Daerah Bank Perkreditan Rakyat Bank Purwa Artha sebesarRp 986 juta, dan Perusahaan Umum Daerah Purwa Aksara sebesar Rp 48 juta.






Reporter: Sirojul Munir

Most Read

Artikel Terbaru

/