alexametrics
26.3 C
Kudus
Monday, August 8, 2022

Semalam Empat Bangunan di Grobogan Terbakar, Ternyata Ini Faktor Penyebabnya

GROBOGAN – Tiga ruko dan satu rumah ludes terbakar Minggu malam (12/6) lalu. Tiga ruko berada di Desa Pandanharum, Gabus, dan satu rumah di Desa Sarirejo, Ngaringan.

Tiga ruko tersebut terdiri dari milik Moh Komarudin, 30, pemilik agen paket JNE; Wahyudi, 33, pemilik fotokopi Para Yudha; dan Bambang Eko Susilo, 47 pemilik warung makan. Ketiganya warga Desa Pandanharum, Gabus.

Kapolsek Gabus AKP Sunarto mengatakan kejadian kebakaran tiga ruko terjadi pada pukul 19.15. Saat itu, salah satu warga sedang makan di warung sebelah barat tempat kejadian di Dusun Pandan, RT 2/RW 4, Desa Pandanharum, Gabus. Saat itu, mereka mencium bau seperti kayu terbakar.


”Saat keluar dari warung melihat api sudah membesar di bagian belakang tengah atas antara toko JNE Desa Pandanharum dan fotokopi Para Yudha,” kata Iptu Sunarto ketika meminta keterangan Solikhul saksi di lapangan yang melihat kejadian pertama kali.

Selanjutnya, saksi Solikhul berteriak minta tolong.  Kemudian, warga sekitar mendatangi lokasi kejadian dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gabus. Dari kejadian tersebut meminta bantuan petugas pemadam kebakaran Wirosari. Warga dengan alat seadanya berusaha memadamkan api dengan pompa air dan alat seadanya.

Karena pertokoan serta warung yang bersebelahan terbuat dari atap dan pintu terbuat dari kayu, sehingga api mudah membesar. Barang-barang di dalam di Toko JNE Pandanharum  dan toko fotokopi Para Yudha ikut ludes.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Korupsi Desa Jatipecaron, Kejari Grobogan Periksa Tujuh Saksi

”Api berhasil dipadamkan ketika dua unit mobil pemadam kebakaran datang sampai di lokasi,” ujarnya.

Sementara dari kebakaran tersebut, JNE Pandanharum mengalami kerugian berupa paketan barang yang belum dikirim dan uang dengan kerugian sebesar kurang lebih Rp 10 juta. Toko fotokopi Para Yudha kerugian sebesar kurang lebih Rp 50 juta. Warung makan rugi sebesar Rp 10 juta.

”Total kerugian capai Rp 70 juta. Saya mengimbau pemilik kios atau toko agar memastikan keamanan jaringan kelistrikan kios dan mencabut semua perlengkapan listrik yang masih menempel di setop kontak. Hal itu untuk menghindari terjadinya korsleting,” terang dia.

Kebakaran juga terjadi di Desa Sarirejo, Kecamatan Ngaringan, yang membakar rumah milik Marwi, 82 warga Desa Tengger. Kejadian berawal ketika ada warga di depan rumah korban saat listrik padam melihat api sudah membakar rumah bagian tengah. Kemudian saksi berteriak minta tolong datang warga sekitar beramai ramai memadamkan api menggunakan alat seadanya.

Barang yang terbakar satu rumah dengan ukuran tiang 12 x 12  x 300 dari kayu campuran, usuk dan dinding dari kayu campuran (dinding dari anyaman bambu). Sedangkan bangunan 9 m x 10 m ludes terbakar. Kerugian di taksir Rp 25 juta.

”Penyebab kebakaran diduga berasal dari lampu sentir atau uplik yang jatuh di tendang anakan sapi. Kemudian dinding dan membakar dinding yang terbuat dari anyaman bambu,” kata Kapolsek Ngaringan Iptu Siswanto. (mun/zen)






Reporter: Sirojul Munir

GROBOGAN – Tiga ruko dan satu rumah ludes terbakar Minggu malam (12/6) lalu. Tiga ruko berada di Desa Pandanharum, Gabus, dan satu rumah di Desa Sarirejo, Ngaringan.

Tiga ruko tersebut terdiri dari milik Moh Komarudin, 30, pemilik agen paket JNE; Wahyudi, 33, pemilik fotokopi Para Yudha; dan Bambang Eko Susilo, 47 pemilik warung makan. Ketiganya warga Desa Pandanharum, Gabus.

Kapolsek Gabus AKP Sunarto mengatakan kejadian kebakaran tiga ruko terjadi pada pukul 19.15. Saat itu, salah satu warga sedang makan di warung sebelah barat tempat kejadian di Dusun Pandan, RT 2/RW 4, Desa Pandanharum, Gabus. Saat itu, mereka mencium bau seperti kayu terbakar.

”Saat keluar dari warung melihat api sudah membesar di bagian belakang tengah atas antara toko JNE Desa Pandanharum dan fotokopi Para Yudha,” kata Iptu Sunarto ketika meminta keterangan Solikhul saksi di lapangan yang melihat kejadian pertama kali.

Selanjutnya, saksi Solikhul berteriak minta tolong.  Kemudian, warga sekitar mendatangi lokasi kejadian dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gabus. Dari kejadian tersebut meminta bantuan petugas pemadam kebakaran Wirosari. Warga dengan alat seadanya berusaha memadamkan api dengan pompa air dan alat seadanya.

Karena pertokoan serta warung yang bersebelahan terbuat dari atap dan pintu terbuat dari kayu, sehingga api mudah membesar. Barang-barang di dalam di Toko JNE Pandanharum  dan toko fotokopi Para Yudha ikut ludes.

Baca Juga :  Patroli di Sejumlah Wisata Air di Grobogan, Polisi Temukan Papan Seluncur Setinggi 2 Meter Retak

”Api berhasil dipadamkan ketika dua unit mobil pemadam kebakaran datang sampai di lokasi,” ujarnya.

Sementara dari kebakaran tersebut, JNE Pandanharum mengalami kerugian berupa paketan barang yang belum dikirim dan uang dengan kerugian sebesar kurang lebih Rp 10 juta. Toko fotokopi Para Yudha kerugian sebesar kurang lebih Rp 50 juta. Warung makan rugi sebesar Rp 10 juta.

”Total kerugian capai Rp 70 juta. Saya mengimbau pemilik kios atau toko agar memastikan keamanan jaringan kelistrikan kios dan mencabut semua perlengkapan listrik yang masih menempel di setop kontak. Hal itu untuk menghindari terjadinya korsleting,” terang dia.

Kebakaran juga terjadi di Desa Sarirejo, Kecamatan Ngaringan, yang membakar rumah milik Marwi, 82 warga Desa Tengger. Kejadian berawal ketika ada warga di depan rumah korban saat listrik padam melihat api sudah membakar rumah bagian tengah. Kemudian saksi berteriak minta tolong datang warga sekitar beramai ramai memadamkan api menggunakan alat seadanya.

Barang yang terbakar satu rumah dengan ukuran tiang 12 x 12  x 300 dari kayu campuran, usuk dan dinding dari kayu campuran (dinding dari anyaman bambu). Sedangkan bangunan 9 m x 10 m ludes terbakar. Kerugian di taksir Rp 25 juta.

”Penyebab kebakaran diduga berasal dari lampu sentir atau uplik yang jatuh di tendang anakan sapi. Kemudian dinding dan membakar dinding yang terbuat dari anyaman bambu,” kata Kapolsek Ngaringan Iptu Siswanto. (mun/zen)






Reporter: Sirojul Munir

Most Read

Artikel Terbaru

/