alexametrics
24.6 C
Kudus
Tuesday, July 5, 2022

Lima Siswa Positif Covid-19, PTM di Grobogan Kembali Distop

GROBOGAN – Satgas Covid-19 Kabupaten Grobogan melakukan swab antigen acak ke beberapa sekolah. Hasil, lima orang, baik guru maupun siswa positif Covid-19. Pembelajaran tatap muka (PTM) pun disetop sementara.

Munculnya klaster sekolah dan melonjaknya tren kasus harian Covid-19 selama sepekan terakhir menjadi salah satu pertimbangan penghentian sementara PTM.

Kepala Dinkes Grobogan dr Slamet Widodo melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr Djatmiko mengatakan, sampel acak mulai dilakukan per Sabtu (12/2) di wilayah 30 puskesmas. Hasil sementara, lima positif Covid-19.


“Sabtu (12/2) baru mulai pelaksanaan. Namun, belum semua laporan kami dapat. Sementara yang melaporkan hasil baru Puskesmas Purwodadi 1. Pengambilan sampel dilakukan di SMAN 1 Purwodadi dan SDN 1, 2, 4 serta 7 Kuripan,” ungkapnya.

Di SMAN 1 Purwodadi petugas mengambil 18 sampel dalam satu kelas. Hasilnya dua siswa positif Covid-19, sedangkan 24 sampel swab antigen juga diambil di SDN 1, 2, 4 dan 7 Kuripan, kedapatan tiga positif Covid-19 yang terdiri dari guru dan siswa.

Baca Juga :  Ini Alasan Pemkab Pati Belum Izinkan Seniman Gelar Pentas Seni Terbuka

“Kami tim survailens akan terus memantau pelaksanaan keamanan PTM. Penemuan ini akan ditindaklanjuti dalam rapat Satgas penanganan Covid-19 Kabupaten Grobogan. Kami juga meminta puskesmas setempat untuk melakukan tracing agar diketahui penularan dari klaster sekolah atau lingkungan tempat tinggal,” imbuhnya.

Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Disdik Grobogan Eko Darsono mengatakan, adanya hasil positif Covid-19 dari sampel acak yang didapat di sejumlah SD. Maka Dinas Pendidikan (Disdik) Grobogan akan meniadakan PTM terbatas.

“Kebijakan di sekolah tersebut akan menidakan PTM terbatas untuk tujuh hari ke depan. Maka pembelajaran dilakukan secara daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ),” tegasnya. (int/mal)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

GROBOGAN – Satgas Covid-19 Kabupaten Grobogan melakukan swab antigen acak ke beberapa sekolah. Hasil, lima orang, baik guru maupun siswa positif Covid-19. Pembelajaran tatap muka (PTM) pun disetop sementara.

Munculnya klaster sekolah dan melonjaknya tren kasus harian Covid-19 selama sepekan terakhir menjadi salah satu pertimbangan penghentian sementara PTM.

Kepala Dinkes Grobogan dr Slamet Widodo melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr Djatmiko mengatakan, sampel acak mulai dilakukan per Sabtu (12/2) di wilayah 30 puskesmas. Hasil sementara, lima positif Covid-19.

“Sabtu (12/2) baru mulai pelaksanaan. Namun, belum semua laporan kami dapat. Sementara yang melaporkan hasil baru Puskesmas Purwodadi 1. Pengambilan sampel dilakukan di SMAN 1 Purwodadi dan SDN 1, 2, 4 serta 7 Kuripan,” ungkapnya.

Di SMAN 1 Purwodadi petugas mengambil 18 sampel dalam satu kelas. Hasilnya dua siswa positif Covid-19, sedangkan 24 sampel swab antigen juga diambil di SDN 1, 2, 4 dan 7 Kuripan, kedapatan tiga positif Covid-19 yang terdiri dari guru dan siswa.

Baca Juga :  Digelar Sepekan Lagi, Soal Tes Perangkat Desa di Grobogan Diduga Bocor

“Kami tim survailens akan terus memantau pelaksanaan keamanan PTM. Penemuan ini akan ditindaklanjuti dalam rapat Satgas penanganan Covid-19 Kabupaten Grobogan. Kami juga meminta puskesmas setempat untuk melakukan tracing agar diketahui penularan dari klaster sekolah atau lingkungan tempat tinggal,” imbuhnya.

Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Disdik Grobogan Eko Darsono mengatakan, adanya hasil positif Covid-19 dari sampel acak yang didapat di sejumlah SD. Maka Dinas Pendidikan (Disdik) Grobogan akan meniadakan PTM terbatas.

“Kebijakan di sekolah tersebut akan menidakan PTM terbatas untuk tujuh hari ke depan. Maka pembelajaran dilakukan secara daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ),” tegasnya. (int/mal)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

Most Read

Artikel Terbaru

/