alexametrics
24.1 C
Kudus
Saturday, January 22, 2022

Dekati Kedaluwarsa, 1.685 Diserahkan ke Provinsi

GROBOGAN – Dinkes Grobogan mengembalikan sebanyak 1.685 vaksin Covid-19 jenis AstraZeneca ke Provinsi Jawa Tengah. Sebab vaksin tersebut mendekati masa kedaluwarsa.

Kepala Dinkes Grobogan Slamet Widodo mengatakan, ribuan vaksin tersebut dikembalikan agar bisa dimanfaatkan daerah lain yang membutuhkan. “Biar tidak mubazir dan bisa dipakai daerah lain yang saat itu membutuhkan. Maka sebelum expired date (e.d), kami kembalikan. Jarak kedaluwarsa sekitar sepekan lagi,” ujarnya Kamis (13/1).

Menurutnya, pengembalian sejumlah vaksin itu juga disebabkan penjadwalan vaksinasi dosis kedua belum dilakukan. Saat ini Dinkes masih fokus pelaksanaan vaksinasi anak, baru akan tuntaskan dosis kedua. “Daripada tak terpakai, akhirnya sebelum expired dikembalikan ke provinsi,” imbuhnya.

Baca Juga :  Ketiga Kaya Mangsa Rendheng

Hingga kini stok vaksin di Dinkes Grobogan aman. Antaranya jenis Sinovac ada 115.672, AstraZeneca 26.930, Moderna 680, Pfrizer 57.756, dan Johnson and Johnson 30.

Namun, untuk jenis Pfizer hanya bisa bertahan kurang lebih dua bulan penyimpanan. Karena harus disimpan dalam suhu khusus. Karena Kabupaten Grobogan hanya memiliki penyimpanan bersuhu -25 derajat celcius maka ditarget pada 31 Januari ini bisa diselesaikan.

“Kami sudah menjadwalkan semua pelaksanaan vaksinasi. Dipastikan Pfizer habis pada tanggal tersebut, sebelum expired,” ungkapnya. 






Reporter: Intan Maylani Sabrina

GROBOGAN – Dinkes Grobogan mengembalikan sebanyak 1.685 vaksin Covid-19 jenis AstraZeneca ke Provinsi Jawa Tengah. Sebab vaksin tersebut mendekati masa kedaluwarsa.

Kepala Dinkes Grobogan Slamet Widodo mengatakan, ribuan vaksin tersebut dikembalikan agar bisa dimanfaatkan daerah lain yang membutuhkan. “Biar tidak mubazir dan bisa dipakai daerah lain yang saat itu membutuhkan. Maka sebelum expired date (e.d), kami kembalikan. Jarak kedaluwarsa sekitar sepekan lagi,” ujarnya Kamis (13/1).

Menurutnya, pengembalian sejumlah vaksin itu juga disebabkan penjadwalan vaksinasi dosis kedua belum dilakukan. Saat ini Dinkes masih fokus pelaksanaan vaksinasi anak, baru akan tuntaskan dosis kedua. “Daripada tak terpakai, akhirnya sebelum expired dikembalikan ke provinsi,” imbuhnya.

Baca Juga :  Grobogan beri Sekat di Perbatasan dan Akses Masuk Kota

Hingga kini stok vaksin di Dinkes Grobogan aman. Antaranya jenis Sinovac ada 115.672, AstraZeneca 26.930, Moderna 680, Pfrizer 57.756, dan Johnson and Johnson 30.

Namun, untuk jenis Pfizer hanya bisa bertahan kurang lebih dua bulan penyimpanan. Karena harus disimpan dalam suhu khusus. Karena Kabupaten Grobogan hanya memiliki penyimpanan bersuhu -25 derajat celcius maka ditarget pada 31 Januari ini bisa diselesaikan.

“Kami sudah menjadwalkan semua pelaksanaan vaksinasi. Dipastikan Pfizer habis pada tanggal tersebut, sebelum expired,” ungkapnya. 






Reporter: Intan Maylani Sabrina

Most Read

Artikel Terbaru