alexametrics
25.2 C
Kudus
Saturday, July 23, 2022

Ribuan Warga Tumplek Blek Ramaikan CFD Perdana di Grobogan Usai Disetop 2 Tahun

GROBOGAN Car free day (CFD) perdana di Jalan R Soeprapto Purwodadi kemarin, diserbu ribuan warga Kabupaten Grobogan. Mereka tumplek blek di sepanjang dua kilometer mulai Simpang Lima Purwodadi sampai perempatan lampu lalu lintas.

Sekitar 10 ribu warga meramaikan CFD yang digelar kali pertama usai libur dua tahun ini. Para pengunjung berjalan kaki. Sebagian warga naik sepeda. Warga terlihat antusias dengan mengajak keluarga berjalan-jalan.

Pantauan dari Jawa Pos Radar Kudus ini, Jalan R Soeprapto padat pengunjung. Pejalan kaki mulai dari arah utara dan selatan harus bersabar. Sebab, ruas jalan tidak ada tempat untuk bisa mendahului pejalan kaki di depan. Hal itu, karena banyaknya pengunjung.


Pemakai sepeda harus turun dan menuntun sepeda. Tidak ada jalan untuk bersepeda. Bahkan, di atas trotoar juga penuh dengan lalu lalang warga. Imbauan pengunjung untuk memakai masker sudah disarankan. Namun, hanya sekitar 30 persen yang mematuhi.

Pemkab Grobogan sudah mengatur CFD ini. Dengan dibuka mulai pukul 06.00 sampai 09.00. Selain itu, pedagang ditempatkan di sisi sebelah timur jalan. Selain itu, di CFD perdana ini, pemkab melarang pertunjukan musik dan senam masal. Sebab, masih dalam percobaan dan evaluasi.

Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Grobogan Adi Sucipto mengatakan, antusiasme pengunjung di luar dugaan. Sebab, pengunjung hingga memadati Jalan R Soeprapto penuh.

Dikatakan, adanya CFD dibuka menjadikan roda perekonomian warga meningkat. Di mana ada ribuan transaksi antara pedagang dan pengunjung. Ratusan PKL yang berjualan di CFD ini, laku semua dan mendapatkan keuntungan banyak.

”PKL yang terdata resmi berjualan di CFD ada 430 pedagang. Itu masih ada yang belum terdaftar ikut berjualan,” ujar pria yang akrab disapa Yanto Bakso ini.

Haryanto. warga Kecamatan Purwodadi, Grobogan, mengaku senang CFD dibuka lagi. Sebab, selain sebagai hiburan juga sebagai perputaran roda ekonomi warga. ”Antusiasme warga sangat luar biasa. Jalanan sampai penuh,” katanya.

Baca Juga :  Baru Anak Dokter Usia 12-17 Tahun di Grobogan Ikuti Vaksinasi Covid-19

Terpisah, Bupati Grobogan Sri Sumarni mengatakan, antusiasme warga dalam CFD ini, karena baru kali pertama dibuka. ”Antusiasme warga luar biasa ini, nanti kami sikapi Bersama, karena Covid-19 masih ada. Masyarakat diminta untuk tetap menaati protokol kesehatan,” katanya.

Dia menuturkan, CFD ini akan dicoba hingga tiga kali. Kemudian nanti akan ada evaluasi. Terutama tentang angka Covid-19. ”Semoga kasus Covid-19 diu Grobogan selesai. Dengan begitu, nantinya bisa menggelar acara musik dan lainnya,” tuturnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan Nugroho Agus  Prastowo menambahkan, pembukaan CFD ini, karena Grobogan sudah berada di level I Covid-19. ”Tujuan membuka CFD untuk mengembangkan ekonomi masyarakat. Terutama para PKL. Juga menjadi hiburan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, ada 430 pedagang yang berjualan di CFD kemarin. ”Ada usulan ditambah 150 pedagang lagi,” imbuhnya.

Dari pengamatan Jawa Pos Radar Kudus kemarin, hampir semua pedagang dagangannya habis dibeli warga. Masrukin, pedagang balon salah satunya. Pria asal Desa Nglobar, Purwodadi, ini membawa berbagai macam bentuk balon. Dalam waktu satu jam dagangannya habis terjual. ”Tadi bawa 100 balon. Habis terjual. Ini berkah CFD dibuka lagi,” katanya.

Dia mengatakan, penjualannya naik 200 persen. Sebab, biasaya satu hari hanya laku 50 balon. ”Saya berharap CFD dibuka terus setiap Minggu, agar dagangan saya laku terjual,” harapnya.

Hal serupa diungkapkan Pujiyanto, penjual sosis dan boneka. Dia mengaku, berjualan di CFD lebih laku dibandingkan di toko. ”Alhamdulilah, Mas. Bisa laku banyak. Bisa dua kali lipat dibanding berjualan di toko,” katanya. (mun/lin)






Reporter: Sirojul Munir

GROBOGAN Car free day (CFD) perdana di Jalan R Soeprapto Purwodadi kemarin, diserbu ribuan warga Kabupaten Grobogan. Mereka tumplek blek di sepanjang dua kilometer mulai Simpang Lima Purwodadi sampai perempatan lampu lalu lintas.

Sekitar 10 ribu warga meramaikan CFD yang digelar kali pertama usai libur dua tahun ini. Para pengunjung berjalan kaki. Sebagian warga naik sepeda. Warga terlihat antusias dengan mengajak keluarga berjalan-jalan.

Pantauan dari Jawa Pos Radar Kudus ini, Jalan R Soeprapto padat pengunjung. Pejalan kaki mulai dari arah utara dan selatan harus bersabar. Sebab, ruas jalan tidak ada tempat untuk bisa mendahului pejalan kaki di depan. Hal itu, karena banyaknya pengunjung.

Pemakai sepeda harus turun dan menuntun sepeda. Tidak ada jalan untuk bersepeda. Bahkan, di atas trotoar juga penuh dengan lalu lalang warga. Imbauan pengunjung untuk memakai masker sudah disarankan. Namun, hanya sekitar 30 persen yang mematuhi.

Pemkab Grobogan sudah mengatur CFD ini. Dengan dibuka mulai pukul 06.00 sampai 09.00. Selain itu, pedagang ditempatkan di sisi sebelah timur jalan. Selain itu, di CFD perdana ini, pemkab melarang pertunjukan musik dan senam masal. Sebab, masih dalam percobaan dan evaluasi.

Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Grobogan Adi Sucipto mengatakan, antusiasme pengunjung di luar dugaan. Sebab, pengunjung hingga memadati Jalan R Soeprapto penuh.

Dikatakan, adanya CFD dibuka menjadikan roda perekonomian warga meningkat. Di mana ada ribuan transaksi antara pedagang dan pengunjung. Ratusan PKL yang berjualan di CFD ini, laku semua dan mendapatkan keuntungan banyak.

”PKL yang terdata resmi berjualan di CFD ada 430 pedagang. Itu masih ada yang belum terdaftar ikut berjualan,” ujar pria yang akrab disapa Yanto Bakso ini.

Haryanto. warga Kecamatan Purwodadi, Grobogan, mengaku senang CFD dibuka lagi. Sebab, selain sebagai hiburan juga sebagai perputaran roda ekonomi warga. ”Antusiasme warga sangat luar biasa. Jalanan sampai penuh,” katanya.

Baca Juga :  Pulang dari Sawah, Pasangan Suami Istri di Grobogan Tewas Tersambar Petir

Terpisah, Bupati Grobogan Sri Sumarni mengatakan, antusiasme warga dalam CFD ini, karena baru kali pertama dibuka. ”Antusiasme warga luar biasa ini, nanti kami sikapi Bersama, karena Covid-19 masih ada. Masyarakat diminta untuk tetap menaati protokol kesehatan,” katanya.

Dia menuturkan, CFD ini akan dicoba hingga tiga kali. Kemudian nanti akan ada evaluasi. Terutama tentang angka Covid-19. ”Semoga kasus Covid-19 diu Grobogan selesai. Dengan begitu, nantinya bisa menggelar acara musik dan lainnya,” tuturnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan Nugroho Agus  Prastowo menambahkan, pembukaan CFD ini, karena Grobogan sudah berada di level I Covid-19. ”Tujuan membuka CFD untuk mengembangkan ekonomi masyarakat. Terutama para PKL. Juga menjadi hiburan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, ada 430 pedagang yang berjualan di CFD kemarin. ”Ada usulan ditambah 150 pedagang lagi,” imbuhnya.

Dari pengamatan Jawa Pos Radar Kudus kemarin, hampir semua pedagang dagangannya habis dibeli warga. Masrukin, pedagang balon salah satunya. Pria asal Desa Nglobar, Purwodadi, ini membawa berbagai macam bentuk balon. Dalam waktu satu jam dagangannya habis terjual. ”Tadi bawa 100 balon. Habis terjual. Ini berkah CFD dibuka lagi,” katanya.

Dia mengatakan, penjualannya naik 200 persen. Sebab, biasaya satu hari hanya laku 50 balon. ”Saya berharap CFD dibuka terus setiap Minggu, agar dagangan saya laku terjual,” harapnya.

Hal serupa diungkapkan Pujiyanto, penjual sosis dan boneka. Dia mengaku, berjualan di CFD lebih laku dibandingkan di toko. ”Alhamdulilah, Mas. Bisa laku banyak. Bisa dua kali lipat dibanding berjualan di toko,” katanya. (mun/lin)






Reporter: Sirojul Munir

Most Read

Artikel Terbaru

/