alexametrics
29.4 C
Kudus
Friday, May 13, 2022

Timbulkan Bau, Pemkab Grobogan bakal Relokasi Pasar Glendoh

GROBOGAN – Pemkab Grobogan berupaya menata aset yang kini dimiliki. Di antaranya Pasar Glendoh dan Gedung Wisuda Budaya di Jalan R. Suprapto. Studi optimalisasi aset mulai disiapkan BPPKAD Grobogan.

Keberadaan pasar unggas terlebih yang berada di jalan protokol ini tidak diperkenankan karena menimbulkan bau dan lalat. Karena itu timbullah berbagai keluhan dari masyarakat sekitar.

Kasubdit Penghapusan BPPKAD Grobogan Dwi Putrono mengatakan, rencana penataan itu tak hanya dilakukan untuk Pasar Glendoh, namun juga akan dihubungkan dengan Gedung Wisuda Budaya yang ada di sisi selatan pasar tersebut.


”Luasan tanah keseluruhan sekitar 6.571 meter persegi. Rencananya akan dihubungkan antara ke duanya. Jika Pasar Glendoh sudah bisa dipindah, maka aset tersebut akan dimanfaatkan untuk kawasan perkantoran, pusat perbelanjaan dan gedung pertemuan,” jelasnya.

Menurutnya, rencana itu sudah dibahas sejak 2016 lalu. Ini dilakukan agar aset tersebut bisa dikembangkan sesuai fungsi lokasi yang sesuai, namun tidak mengurangi fungsi layanan sosial sebagai pasar dan tempat pertemuan.

Baca Juga :  Petani Bawang Merah di Grobogan Panen Raya

Meski begitu, Gedung Wisuda Budaya akan tetap dipertahankan karena memiliki nilai histori. Pihaknya juga berharap OPD terkait bisa segera mengusulkan perbaikan gedung tersebut. Lantaran hingga kini belum ada perbaikan. Bahkan, saat ini lahan parkir di lokasi tersebut malah dipakai untuk parkir pusat perbelanjaan yang ada di sampingnya.

Kini, rencana pemanfaatan aset baru ditahap pembuatan master plan. Sekaligus menunggu pihak ketiga yang berminat mengerjakan pembangunan tersebut. ”Sudah sempat ditawarkan ke investor tapi memang belum ada yang nyantol. Kemudian relokasi pasar Glendoh hingga saat ini pun juga belum terealisasikan,” keluhnya. (int/him)

GROBOGAN – Pemkab Grobogan berupaya menata aset yang kini dimiliki. Di antaranya Pasar Glendoh dan Gedung Wisuda Budaya di Jalan R. Suprapto. Studi optimalisasi aset mulai disiapkan BPPKAD Grobogan.

Keberadaan pasar unggas terlebih yang berada di jalan protokol ini tidak diperkenankan karena menimbulkan bau dan lalat. Karena itu timbullah berbagai keluhan dari masyarakat sekitar.

Kasubdit Penghapusan BPPKAD Grobogan Dwi Putrono mengatakan, rencana penataan itu tak hanya dilakukan untuk Pasar Glendoh, namun juga akan dihubungkan dengan Gedung Wisuda Budaya yang ada di sisi selatan pasar tersebut.

”Luasan tanah keseluruhan sekitar 6.571 meter persegi. Rencananya akan dihubungkan antara ke duanya. Jika Pasar Glendoh sudah bisa dipindah, maka aset tersebut akan dimanfaatkan untuk kawasan perkantoran, pusat perbelanjaan dan gedung pertemuan,” jelasnya.

Menurutnya, rencana itu sudah dibahas sejak 2016 lalu. Ini dilakukan agar aset tersebut bisa dikembangkan sesuai fungsi lokasi yang sesuai, namun tidak mengurangi fungsi layanan sosial sebagai pasar dan tempat pertemuan.

Baca Juga :  Polres Grobogan Amankan Enam Tersangka Komplotan Pencuri Traktor

Meski begitu, Gedung Wisuda Budaya akan tetap dipertahankan karena memiliki nilai histori. Pihaknya juga berharap OPD terkait bisa segera mengusulkan perbaikan gedung tersebut. Lantaran hingga kini belum ada perbaikan. Bahkan, saat ini lahan parkir di lokasi tersebut malah dipakai untuk parkir pusat perbelanjaan yang ada di sampingnya.

Kini, rencana pemanfaatan aset baru ditahap pembuatan master plan. Sekaligus menunggu pihak ketiga yang berminat mengerjakan pembangunan tersebut. ”Sudah sempat ditawarkan ke investor tapi memang belum ada yang nyantol. Kemudian relokasi pasar Glendoh hingga saat ini pun juga belum terealisasikan,” keluhnya. (int/him)

Most Read

Artikel Terbaru

/