alexametrics
31.1 C
Kudus
Tuesday, July 5, 2022

PPNI Berketad Perjuangkan Kesejahteraan Perawat

GROBOGAN – PPNI se-Jateng menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) X Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang bertempat di Hotel Kyriad Grand Master Purwodadi kemarin. Ketua PPNI pusat bertekad memperjuangkan nasib anggotanya.

Dalam pembukaan Muswil X PPNI dihadiri Wakil Bupati Grobogan Bambang Pujiyanto, Ketua PPNI Pusat Harif Fadillah, Ketua PPNI Jateng Edy Wuryanto, dan Kadinkes Provinsi Jateng dr Yulianto Prabowo.

Kegiatan juga dihadiri 112 DPD PPNI kabupaten/kota dan utusan DPW PPNI yang memiliki hak suara. Serta 246 peserta peninjau dari DPK PPNI, ikatan himpunan perawat, rumah sakit, dan perguruan tinggi keperawatan yang akan memberikan masukan program kerja PPNI terutama menyelesaikan permasalahan anggota PPNI Jawa Tengah.


Dalam muswil kali ini mengusung tema “Kesejahteraan perawat merupakan sumber kekuatan dalam membangun praktik pelayanan kesehatan dalam beradaptasi dengan pandemi Covid-19”.

Ini sejalan dengan isu yang berkembang pada perawat sudah saatnya perawat memperoleh kesejahteraan yang lebih baik. Hal ini mengingat perawat sudah menjadi bagian yang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dari tugas kemanusiaan di negeri ini.

Ketua PPNI pusat Harif Fadillah mengharapkan agar non ASN juga menjadi perhatian. Entah siapa yang nantinya menjadi ketua. ”Jangan sampai non ASN sesama PPNI tapi tidak diperhatikan. PPNI sebagai organisasi profesi. Diharapkan ke depan menjadikan profesi perawat di Indonesia meningkat martabatnya. Dengan kualitas, peningkatan potensi, tanggungjawab organisasi PPNI terhadap masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga :  Jalan Kedungjati-Salatiga Sudah Bisa Dilewati Mobil, Begini Kondisinya

Sedangkan Ketua PPNI Jateng Edy Wuryanto mengungkapkan, kegiatan ini merupakan regenerasi kepengurusan PPNI Jateng.

”Bertempat di sini (Red, Grobogan) karena Grobogan jarang dihadiri kegiatan PPNI setingkat Jateng. Sekaligus mengakhiri masa tugas saya, yang juga di sini merupakan rumah sendiri,” ungkapnya.

Menurutnya, Sudah tidak diragukan lagi bahwa perawat telah dengan gagah berani mengambil risiko tertinggi, menjadi garda terdepan dalam menghadapi pandemi Covid-19. Bahkan harus mengorbankan keluarga dan nyawa demi tugas kemanusiaan ini.

”PPNI berharap kepada gubernur dan bupati/walikota se-Jawa Tengah agar memberikan perhatian lebih layak terhadap kesejahteraan perawat yang ada di setiap lini pelayanan kesehatan dasar, baik di puskesmas maupun rumah sakit serta instansi-instansi pelayanan kesehatan lainnya,” paparnya.

Pihaknya juga berpesan kepada perawat. Jika memang sanggup menjadi pengurus PPNI, jangan pernah ragu. Ayomi, ngayomi dan ngayahi menjadi kunci utama. Semua harus seoptimal mungkin ketika mengelola PPNI. (int/him)

 

GROBOGAN – PPNI se-Jateng menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) X Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang bertempat di Hotel Kyriad Grand Master Purwodadi kemarin. Ketua PPNI pusat bertekad memperjuangkan nasib anggotanya.

Dalam pembukaan Muswil X PPNI dihadiri Wakil Bupati Grobogan Bambang Pujiyanto, Ketua PPNI Pusat Harif Fadillah, Ketua PPNI Jateng Edy Wuryanto, dan Kadinkes Provinsi Jateng dr Yulianto Prabowo.

Kegiatan juga dihadiri 112 DPD PPNI kabupaten/kota dan utusan DPW PPNI yang memiliki hak suara. Serta 246 peserta peninjau dari DPK PPNI, ikatan himpunan perawat, rumah sakit, dan perguruan tinggi keperawatan yang akan memberikan masukan program kerja PPNI terutama menyelesaikan permasalahan anggota PPNI Jawa Tengah.

Dalam muswil kali ini mengusung tema “Kesejahteraan perawat merupakan sumber kekuatan dalam membangun praktik pelayanan kesehatan dalam beradaptasi dengan pandemi Covid-19”.

Ini sejalan dengan isu yang berkembang pada perawat sudah saatnya perawat memperoleh kesejahteraan yang lebih baik. Hal ini mengingat perawat sudah menjadi bagian yang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dari tugas kemanusiaan di negeri ini.

Ketua PPNI pusat Harif Fadillah mengharapkan agar non ASN juga menjadi perhatian. Entah siapa yang nantinya menjadi ketua. ”Jangan sampai non ASN sesama PPNI tapi tidak diperhatikan. PPNI sebagai organisasi profesi. Diharapkan ke depan menjadikan profesi perawat di Indonesia meningkat martabatnya. Dengan kualitas, peningkatan potensi, tanggungjawab organisasi PPNI terhadap masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga :  Sembilan Kades di Grobogan Adukan Camat Klambu ke Komisi A

Sedangkan Ketua PPNI Jateng Edy Wuryanto mengungkapkan, kegiatan ini merupakan regenerasi kepengurusan PPNI Jateng.

”Bertempat di sini (Red, Grobogan) karena Grobogan jarang dihadiri kegiatan PPNI setingkat Jateng. Sekaligus mengakhiri masa tugas saya, yang juga di sini merupakan rumah sendiri,” ungkapnya.

Menurutnya, Sudah tidak diragukan lagi bahwa perawat telah dengan gagah berani mengambil risiko tertinggi, menjadi garda terdepan dalam menghadapi pandemi Covid-19. Bahkan harus mengorbankan keluarga dan nyawa demi tugas kemanusiaan ini.

”PPNI berharap kepada gubernur dan bupati/walikota se-Jawa Tengah agar memberikan perhatian lebih layak terhadap kesejahteraan perawat yang ada di setiap lini pelayanan kesehatan dasar, baik di puskesmas maupun rumah sakit serta instansi-instansi pelayanan kesehatan lainnya,” paparnya.

Pihaknya juga berpesan kepada perawat. Jika memang sanggup menjadi pengurus PPNI, jangan pernah ragu. Ayomi, ngayomi dan ngayahi menjadi kunci utama. Semua harus seoptimal mungkin ketika mengelola PPNI. (int/him)

 


Most Read

Artikel Terbaru

/