alexametrics
32.4 C
Kudus
Sunday, August 7, 2022

Melihat Taman-Taman Baru Grobogan

Ketagihan, Tahun Depan Buat Lagi

GROBOGAN – Beberapa tahun terakhir, Kabupaten Grobogan getol membuat taman. Jumlahnya hingga 11 taman. Seolah ketagihan, rencananya tahun depan akan menambah taman lagi.

Taman-taman baru yang sudah dibuat itu, mendapat perawatan rutin dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan. Di antaranya penyulaman dan pemupukan. Kemudian ada penambahan lampu penerangan, sumur resapan, bangku taman, landmark, serta beberapa tanaman.

”Namun, anggarannya minim. Hanya Rp 2 miliar untuk perawatan dan pengelolaan pada tahun ini,” keluh Kepala DLH Grobogan Nugroho Agus Prastowo melalui Kasi Pemeliharaan DLH Grobogan Sodhiq Riyanto.


Semua taman mendapatkan perawatan di tahun ini. Salah satunya Hutan Kota yang dipoles secantik mungkin. Mulanya, terlihat singup. Kini, terlihat terang dengan penambahan ornamen lampu penerangan gantung. Juga penambahan bangku taman permanen, sumur resapan, serta landmark bertulis Taman Hutan Kota. Hingga penambahan pohon, seperti beringin, tabebuya, dan asam.

”Dulu (Hutan Kota) terlihat singup, karena di belum ada penerangan. Sekarang jadi lebih menarik, karena ada ornamen lampu dan landmark. Pengunjung juga bisa menikmati suasana malam di bawah pohon rindang, karena ada tambahan bangku permanen dan jalan setapak dari batu,” jelasnya.

INTAN M SABRINA/RADAR KUDUS

Berbeda dengan Taman Tugu Adipura. Meski baru dibangun setahun ini, tapi warnanya sudah tampak kusam dan memudar. Sebab tertutup debu.

”Perubahan warna pada tugu itu, karena kerap terkena panas dan hujan. Jadi, pudar dan berubah warna. Memang harus rutin dirawat,” jelasnya.

Dia menuturkan, belum ada anggaran untuk pengecatan. Hanya penggantian lampu dan penyulaman tanaman perdu dan perawatan harian. Anggaran kami terbatas. Mudah-mudahan bisa didapat di tahun depan. Namun, kemungkinan di APBD Perubahan. Selain itu, pihaknya juga mencari corporate social responsibility (CSR) untuk membantu biaya perawatan yang cukup besar.

Ada juga taman Alun-alun Purwodadi. Tahun ini, ada penambahan pot baru dengan model baru. Jenis tanaman perdu pun ditambah. Kemudian ada penambahan sembilan wastafel permanen serta penambahan lampu sorot dan hias ada 75 titik.

Baca Juga :  Aplikasi E-bookgrobogan Dinarpusda Grobogan Dilengkapi 1.256 Koleksi

Alun-alun Simpang lima juga dipercantik. Tahun ini, ada penambahan vegetasi tanaman perdu. Juga ditambah tujuh titik bangku taman, sumur resapan, hingga 20 unit lampu taman. ”Simpang lima ini menjadi ikon. Meski sudah banyak penerangan, tapi masih dirasa kurang terang. Untuk itu, kami tambah lagi untuk lampu yang ada di dalam taman,” ungkapnya.

Kemudian Taman Hijau. Tahun ini ditambah spot bangku berbentuk klasik vernakular. Taman hijau menjadi andalan, karena setiap lokasi memiliki keunikan. Lokasi yang sejuk menambah nyaman pengunjung. ”Di sana (Taman Hijau, Red) juga ada pembibitan. Jadi, tempat ini benar-benar hijau dan nyaman untuk bersantai,” imbuhnya.

Taman Segitiga Emas juga dilakukan perawatan rutin. Selain itu, ada penambahan pot dan bangku taman. Juga ada taman merapi yang ada di Jalan Gajah Mada. Taman yang berada di depan Hutan Kota ini, masih jarang didengar. Bahkan, bangunan yang ada di ujung jalan ini masih belum terlalu terlihat.

”Memang agak jomplang jika dibandingkan dengan Hutan Kota sekarang. Jadi, biar mengimbangi, kami akan menambah penerangan di Taman Merapi. Biar terlihat juga,” paparnya.

Kemudian Taman Tugu Tani, masih belum bisa direvitalisasi. Namun, tetap mendapat perawatan rutin, seperti menambah lampu penerangan. Begitu juga dengan Taman Diponegoro Getasrejo dengan ada perawatan berupa pengecatan dan penambahan tanaman perdu.

Selain taman di beberapa sudut kota, median tengah jalan juga menjadi perhatian DLH. Kali ini, ada penambahan 30 pohon tabebuya.

”Selain perawatan rutin. Sebenarnya kami sempat mengusulkan pembuatan taman baru di perbatasan Grobogan-Blora, Taman Lansia, hingga Hutan Kota di Nglejok. Namun, belum bisa direalisasikan. Untuk DED (detail engineering design) sudah ada dan jadi semua, tapi lagi-lagi terkendala anggaran yang sangat terbatas,” imbuhnya. (lin)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

GROBOGAN – Beberapa tahun terakhir, Kabupaten Grobogan getol membuat taman. Jumlahnya hingga 11 taman. Seolah ketagihan, rencananya tahun depan akan menambah taman lagi.

Taman-taman baru yang sudah dibuat itu, mendapat perawatan rutin dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan. Di antaranya penyulaman dan pemupukan. Kemudian ada penambahan lampu penerangan, sumur resapan, bangku taman, landmark, serta beberapa tanaman.

”Namun, anggarannya minim. Hanya Rp 2 miliar untuk perawatan dan pengelolaan pada tahun ini,” keluh Kepala DLH Grobogan Nugroho Agus Prastowo melalui Kasi Pemeliharaan DLH Grobogan Sodhiq Riyanto.

Semua taman mendapatkan perawatan di tahun ini. Salah satunya Hutan Kota yang dipoles secantik mungkin. Mulanya, terlihat singup. Kini, terlihat terang dengan penambahan ornamen lampu penerangan gantung. Juga penambahan bangku taman permanen, sumur resapan, serta landmark bertulis Taman Hutan Kota. Hingga penambahan pohon, seperti beringin, tabebuya, dan asam.

”Dulu (Hutan Kota) terlihat singup, karena di belum ada penerangan. Sekarang jadi lebih menarik, karena ada ornamen lampu dan landmark. Pengunjung juga bisa menikmati suasana malam di bawah pohon rindang, karena ada tambahan bangku permanen dan jalan setapak dari batu,” jelasnya.

INTAN M SABRINA/RADAR KUDUS

Berbeda dengan Taman Tugu Adipura. Meski baru dibangun setahun ini, tapi warnanya sudah tampak kusam dan memudar. Sebab tertutup debu.

”Perubahan warna pada tugu itu, karena kerap terkena panas dan hujan. Jadi, pudar dan berubah warna. Memang harus rutin dirawat,” jelasnya.

Dia menuturkan, belum ada anggaran untuk pengecatan. Hanya penggantian lampu dan penyulaman tanaman perdu dan perawatan harian. Anggaran kami terbatas. Mudah-mudahan bisa didapat di tahun depan. Namun, kemungkinan di APBD Perubahan. Selain itu, pihaknya juga mencari corporate social responsibility (CSR) untuk membantu biaya perawatan yang cukup besar.

Ada juga taman Alun-alun Purwodadi. Tahun ini, ada penambahan pot baru dengan model baru. Jenis tanaman perdu pun ditambah. Kemudian ada penambahan sembilan wastafel permanen serta penambahan lampu sorot dan hias ada 75 titik.

Baca Juga :  Taman-Taman Baru Grobogan Usung Konsep Modern dan Unik

Alun-alun Simpang lima juga dipercantik. Tahun ini, ada penambahan vegetasi tanaman perdu. Juga ditambah tujuh titik bangku taman, sumur resapan, hingga 20 unit lampu taman. ”Simpang lima ini menjadi ikon. Meski sudah banyak penerangan, tapi masih dirasa kurang terang. Untuk itu, kami tambah lagi untuk lampu yang ada di dalam taman,” ungkapnya.

Kemudian Taman Hijau. Tahun ini ditambah spot bangku berbentuk klasik vernakular. Taman hijau menjadi andalan, karena setiap lokasi memiliki keunikan. Lokasi yang sejuk menambah nyaman pengunjung. ”Di sana (Taman Hijau, Red) juga ada pembibitan. Jadi, tempat ini benar-benar hijau dan nyaman untuk bersantai,” imbuhnya.

Taman Segitiga Emas juga dilakukan perawatan rutin. Selain itu, ada penambahan pot dan bangku taman. Juga ada taman merapi yang ada di Jalan Gajah Mada. Taman yang berada di depan Hutan Kota ini, masih jarang didengar. Bahkan, bangunan yang ada di ujung jalan ini masih belum terlalu terlihat.

”Memang agak jomplang jika dibandingkan dengan Hutan Kota sekarang. Jadi, biar mengimbangi, kami akan menambah penerangan di Taman Merapi. Biar terlihat juga,” paparnya.

Kemudian Taman Tugu Tani, masih belum bisa direvitalisasi. Namun, tetap mendapat perawatan rutin, seperti menambah lampu penerangan. Begitu juga dengan Taman Diponegoro Getasrejo dengan ada perawatan berupa pengecatan dan penambahan tanaman perdu.

Selain taman di beberapa sudut kota, median tengah jalan juga menjadi perhatian DLH. Kali ini, ada penambahan 30 pohon tabebuya.

”Selain perawatan rutin. Sebenarnya kami sempat mengusulkan pembuatan taman baru di perbatasan Grobogan-Blora, Taman Lansia, hingga Hutan Kota di Nglejok. Namun, belum bisa direalisasikan. Untuk DED (detail engineering design) sudah ada dan jadi semua, tapi lagi-lagi terkendala anggaran yang sangat terbatas,” imbuhnya. (lin)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

Most Read

Artikel Terbaru

/