alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Sembilan Kios Pasar Putatsari Grobogan Disegel karena Pedagang Tak Bayar Sewa ke Pemdes

GROBOGAN – Pemerintah Desa (Pemdes) Putatsari, Kecamatan Grobogan menyegel sembilan kios pasar milik Desa setempat dengan gembok dan penempelan stiker, Kamis (11/8). Penyegelan kios itu karena pedagang tidak membayar sewa yang telah ditentukan.

Kepala Desa Putatsari Sumarno mengatakan, penyegelan sembilan kios pasar Desa Putatsari karena pedagang tidak membayar biaya sewa sesuai peraturan yang ada. Memindahkan tangan kios tanpa sepengetahuan pengelola pasar desa. Tidak mengindahkan atau mengabaikan peringatan pasar Desa disampaikan oleh pengelola Pasar Desa melalui teguran lisan dengan jangka waktu 7 hari dan teguran tertulis sebanyak dua kali selang waktu hari setelah teguran lisan.

Penyegelan tersebut sempat mendapatkan perlawanan dari ibu-ibu pedagang pemilik kios dengan umpatan kepada kepala desa dan perangkat desa. ”Teguran secara lisan dan teguran tertulis sudah kami berikan. Pedagang tidak mengindahkan maka kios kami segel,” kata Sumarno.


Dikatakan, harga sewa bagian depan pasar sebesar Rp 4 juta. Sedangkan bagian belakang 3,5 juta. Dari sembilan kios tersebut ada satu kios yang taat membayar dan tidak disegel. Jumlah kios di pasar Putatsari bagian depan dan belakang ada 24 kios.

Baca Juga :  Dua Tahun Bocor, Atap Pasar Purwodadi Tak Kunjung Diperbaiki

”Yang disegel ini tidak mau membayar sewa kepada Pemdes. Tahapan awal Perdes sudah kami lakukan langkah-langkah untuk sosialisasi dan peringatan. Yang sembilan ini tidak mau bayar sewa ke Pemdes,” ujarnya.

Sumarno menambahkan, dari warga tidak mau membayar sewa kios karena pedagang sudah membayarnya kepada salah seorang tetapi tidak diketahui pihak desa beberapa tahun lalu. Bahkan ada salah satu kios yang sudah tidak bayar lima tahun dan sudah ada dipindahtangankan.

”Jika ada yang mengaku sudah membayar ke Desa maka Desa akan bertanggung jawab. Jika belinya sama orang lain. Siapa yang bertanggung jawab,” terang dia. (mun/lid)






Reporter: Sirojul Munir

GROBOGAN – Pemerintah Desa (Pemdes) Putatsari, Kecamatan Grobogan menyegel sembilan kios pasar milik Desa setempat dengan gembok dan penempelan stiker, Kamis (11/8). Penyegelan kios itu karena pedagang tidak membayar sewa yang telah ditentukan.

Kepala Desa Putatsari Sumarno mengatakan, penyegelan sembilan kios pasar Desa Putatsari karena pedagang tidak membayar biaya sewa sesuai peraturan yang ada. Memindahkan tangan kios tanpa sepengetahuan pengelola pasar desa. Tidak mengindahkan atau mengabaikan peringatan pasar Desa disampaikan oleh pengelola Pasar Desa melalui teguran lisan dengan jangka waktu 7 hari dan teguran tertulis sebanyak dua kali selang waktu hari setelah teguran lisan.

Penyegelan tersebut sempat mendapatkan perlawanan dari ibu-ibu pedagang pemilik kios dengan umpatan kepada kepala desa dan perangkat desa. ”Teguran secara lisan dan teguran tertulis sudah kami berikan. Pedagang tidak mengindahkan maka kios kami segel,” kata Sumarno.

Dikatakan, harga sewa bagian depan pasar sebesar Rp 4 juta. Sedangkan bagian belakang 3,5 juta. Dari sembilan kios tersebut ada satu kios yang taat membayar dan tidak disegel. Jumlah kios di pasar Putatsari bagian depan dan belakang ada 24 kios.

Baca Juga :  Kejari Grobogan Berikan Vaksinasi Gratis Kepada Warga

”Yang disegel ini tidak mau membayar sewa kepada Pemdes. Tahapan awal Perdes sudah kami lakukan langkah-langkah untuk sosialisasi dan peringatan. Yang sembilan ini tidak mau bayar sewa ke Pemdes,” ujarnya.

Sumarno menambahkan, dari warga tidak mau membayar sewa kios karena pedagang sudah membayarnya kepada salah seorang tetapi tidak diketahui pihak desa beberapa tahun lalu. Bahkan ada salah satu kios yang sudah tidak bayar lima tahun dan sudah ada dipindahtangankan.

”Jika ada yang mengaku sudah membayar ke Desa maka Desa akan bertanggung jawab. Jika belinya sama orang lain. Siapa yang bertanggung jawab,” terang dia. (mun/lid)






Reporter: Sirojul Munir

Most Read

Artikel Terbaru