alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Dugaan Penipuan Kades Kandangan Purwodadi belum Ada Penetapan Tersangka, Ini Alasannya

GROBOGAN – Kasus dugaan penipuan oleh Kepala Desa Kandangan, Kecamatan Purwodadi NEP masih tetap berjalan. Meski demikian, belum ada penetapan tersangka dan masih pemeriksaan saksi-saksi di lapangan.

Laporan dugaan penipuan dan penggelapan dilaporan Arif Aditya Cahyo Widodo warga RT 5/RW 1 Desa Kandangan dilaporkan pada Selasa 12 Juli 2022 lalu. Saat melapor ke Polres Grobogan membawa beberapa bukti kuitansi berisikan transaksi penyerahan uang dengan nominal ratusan juta.

Kuitansi tersebut tertera jelas uang yang disetorkan ke oknum kades tersebut. Yaitu ada tanda tangan dan stempel basah kantor Desa Kandangan. Bahkan, untuk pembayaran dlilakukan selama beberapa tahap. Keberadaan oknum kades Kandangan sendiri jarang terlihat di kantor desa maupun di kediamanya. ”Untuk pemeriksaan masih berjalan,” kata Kasatreskrim Polres Grobogan AKP Afiditia.

Baca Juga :  Awal Tahun 2022, Pemkab Grobogan Siapkan Kantor Baru untuk Gedung Bappeda

Dia mengatakan, kasus laporan tentang adanya dugaan tindak pidana penipuan atau penggelapan yang terjadi sekira Maret 2019. Oknum Kades Kandangan diduga melanggar pasal 378 Jo 372 KUH Pidana juga telah dipanggil untuk diminta keterangan.”Kades masih di Grobogan dan tidak kemana-mana,” ujarnya.

Kasus laporan kepada oknum Kades Kandangan berawal dari pengisian perangkat Desa 2019 lalu. Saat itu, korban dijanjikan bisa menjadi perangkat desa dengan syarat membayar Rp 320 juta. Selanjutnya dari pemintaan tersebut dipenuhi korban. Pembayaran dilakukan secara bertahap.

Ada 12 kuitansi bermaterai 6.000. Kutansi itu, ditandangani langsung oleh oknum kades dan berstempel basah Pemerintah Kabupaten Grobogan Kecamatan Purwodadi Kepala Desa Kandangan. Jumlah dana yang telah disetorkan mencapai Rp 320 juta. (mun/war)






Reporter: Sirojul Munir

GROBOGAN – Kasus dugaan penipuan oleh Kepala Desa Kandangan, Kecamatan Purwodadi NEP masih tetap berjalan. Meski demikian, belum ada penetapan tersangka dan masih pemeriksaan saksi-saksi di lapangan.

Laporan dugaan penipuan dan penggelapan dilaporan Arif Aditya Cahyo Widodo warga RT 5/RW 1 Desa Kandangan dilaporkan pada Selasa 12 Juli 2022 lalu. Saat melapor ke Polres Grobogan membawa beberapa bukti kuitansi berisikan transaksi penyerahan uang dengan nominal ratusan juta.

Kuitansi tersebut tertera jelas uang yang disetorkan ke oknum kades tersebut. Yaitu ada tanda tangan dan stempel basah kantor Desa Kandangan. Bahkan, untuk pembayaran dlilakukan selama beberapa tahap. Keberadaan oknum kades Kandangan sendiri jarang terlihat di kantor desa maupun di kediamanya. ”Untuk pemeriksaan masih berjalan,” kata Kasatreskrim Polres Grobogan AKP Afiditia.

Baca Juga :  Dinkes Grobogan Ungkap Okupansi Bed Pasien Turun Jadi 83 Persen

Dia mengatakan, kasus laporan tentang adanya dugaan tindak pidana penipuan atau penggelapan yang terjadi sekira Maret 2019. Oknum Kades Kandangan diduga melanggar pasal 378 Jo 372 KUH Pidana juga telah dipanggil untuk diminta keterangan.”Kades masih di Grobogan dan tidak kemana-mana,” ujarnya.

Kasus laporan kepada oknum Kades Kandangan berawal dari pengisian perangkat Desa 2019 lalu. Saat itu, korban dijanjikan bisa menjadi perangkat desa dengan syarat membayar Rp 320 juta. Selanjutnya dari pemintaan tersebut dipenuhi korban. Pembayaran dilakukan secara bertahap.

Ada 12 kuitansi bermaterai 6.000. Kutansi itu, ditandangani langsung oleh oknum kades dan berstempel basah Pemerintah Kabupaten Grobogan Kecamatan Purwodadi Kepala Desa Kandangan. Jumlah dana yang telah disetorkan mencapai Rp 320 juta. (mun/war)






Reporter: Sirojul Munir

Most Read

Artikel Terbaru