alexametrics
28.5 C
Kudus
Tuesday, August 9, 2022

Wakil Ketua DPRD Grobogan Sugeng Prasetyo Ajak Tabayyun Cegah radikalisme

GROBOGAN – Paham radikalisme untuk kalangan pemuda harus dicegah dilakukan sejak dini dengan menerapkan tabayyun tentang informasi yang terima. Sehingga tida termakan berita hoax yang tidak benar.

Wakil Ketua DPRD Sugeng Prasetyo mengatakan, sikap tabayyun adalah meneliti dan menyeleksi berita, tidak tergesa-gesa dalam memutuskan masalah baik dalam hal hukum, kebijakan dan sebagainya hingga jelas benar permasalahannya. Maka tabayyun bisa menjadi alat untuk pencegahan dalam paham radikalisme.

”Agar para pemuda tidak termakan berita hoax dalam paham radikalisme maka harus lakukan tabayyun. Jangan sampai termakan berita hoax untuk menuju radikalisme,” kata Sugeng Prasetyo yang juga juga menjadi Ketua DPC Gerindra Grobogan dalam memaparkan tentang materi empat pilar kebangsaan dalam moderasi beragama dan pencegahan paham radikalisme di kalangan pemuda oleh Forum Kesatuan Ummat Beragama (FKUB) di Hotel Grand Master Purwodadi, Sabtu (11/6) kemarin.


Dikatakan, selain tabayyun untuk cek kroscek berita hoax yang mengarah pada radikalisme. Sebagai warga bangsa Indonesia juga harus menerapkan empat pilar kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Yaitu Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesaturan Rebublik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Baca Juga :  KA Kedungsepur Kembali Beroperasi, Ini Jadwal Keberangkatannya

”Empat pilar kebangsaan ini juga sebagai pondasi untuk pencegahan radikalisme di Indonesia. Yakni Hubbul Wathan Minal Iman atau cinta pada negara sebagian dari iman,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Sugeng Prasetyo juga mengajak kepada anak-anak muda berperan aktif mencegah bahaya terorisme. Peran anak muda itu dilakukan dengan memanfaatkan gadget secara tepat. Di antaranya, dengan menyampaikan pesan-pesan yang bernuansa positif, penuh kedamaian, dan kesejukan. Salah satunya dengan hal-hal yang positif dan memberikan pencerahan.

Menurutnya muda merupakan agen penyebar konten positif dalam menangkal bahaya terorisme. Dimana sebagian masyarakat cenderung latah untuk selalu sharing atau berbagai berita yang belum terverifikasi kebenarannya.

”Ini yang berbahaya dan perlu adanya tabayyun berita. Sehingga anak muda tidak terpapar radikalisme dan terorisme,” terang dia. (mun)






Reporter: Sirojul Munir

GROBOGAN – Paham radikalisme untuk kalangan pemuda harus dicegah dilakukan sejak dini dengan menerapkan tabayyun tentang informasi yang terima. Sehingga tida termakan berita hoax yang tidak benar.

Wakil Ketua DPRD Sugeng Prasetyo mengatakan, sikap tabayyun adalah meneliti dan menyeleksi berita, tidak tergesa-gesa dalam memutuskan masalah baik dalam hal hukum, kebijakan dan sebagainya hingga jelas benar permasalahannya. Maka tabayyun bisa menjadi alat untuk pencegahan dalam paham radikalisme.

”Agar para pemuda tidak termakan berita hoax dalam paham radikalisme maka harus lakukan tabayyun. Jangan sampai termakan berita hoax untuk menuju radikalisme,” kata Sugeng Prasetyo yang juga juga menjadi Ketua DPC Gerindra Grobogan dalam memaparkan tentang materi empat pilar kebangsaan dalam moderasi beragama dan pencegahan paham radikalisme di kalangan pemuda oleh Forum Kesatuan Ummat Beragama (FKUB) di Hotel Grand Master Purwodadi, Sabtu (11/6) kemarin.

Dikatakan, selain tabayyun untuk cek kroscek berita hoax yang mengarah pada radikalisme. Sebagai warga bangsa Indonesia juga harus menerapkan empat pilar kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Yaitu Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesaturan Rebublik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Baca Juga :  Kejari Periksa Tersangka Korupsi Keuangan Desa Jatipecaron Pekan Ini

”Empat pilar kebangsaan ini juga sebagai pondasi untuk pencegahan radikalisme di Indonesia. Yakni Hubbul Wathan Minal Iman atau cinta pada negara sebagian dari iman,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Sugeng Prasetyo juga mengajak kepada anak-anak muda berperan aktif mencegah bahaya terorisme. Peran anak muda itu dilakukan dengan memanfaatkan gadget secara tepat. Di antaranya, dengan menyampaikan pesan-pesan yang bernuansa positif, penuh kedamaian, dan kesejukan. Salah satunya dengan hal-hal yang positif dan memberikan pencerahan.

Menurutnya muda merupakan agen penyebar konten positif dalam menangkal bahaya terorisme. Dimana sebagian masyarakat cenderung latah untuk selalu sharing atau berbagai berita yang belum terverifikasi kebenarannya.

”Ini yang berbahaya dan perlu adanya tabayyun berita. Sehingga anak muda tidak terpapar radikalisme dan terorisme,” terang dia. (mun)






Reporter: Sirojul Munir

Most Read

Artikel Terbaru

/