alexametrics
24 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

Satu Pasien Probable Omicron di Grobogan Selesai Isolasi

GROBOGAN – Satu pasien positif Covid-19 dengan probable Omicron di Kabupaten Grobogan akhirnya rampung isolasi. Meski begitu, hasil tes Whole Genime Sequencing (WGS) tak kunjung keluar.

Kepala Dinkes Grobogan Slamet Widodo melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Djatmiko mengatakan, pasien berinisial S, warga Kecamatan Godong rampung menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumahnya. Kamis (10/2) menjadi hari terakhir isolasi dan kini telah dinyatakan sembuh.

”Sebenarnya sudah rampung sejak Rabu (09/2) karena diperaturan yang baru isolasi hanya 13 hari. Tapi kami minta menggenapkan 14 hari, sehingga Kamis (10/2)menjadi hari terakhir isolasi dan langsung dinyatakan sembuh,” jelasnya.


Meski sembuh, hasil tes Whole Genime Sequencing (WGS) tak kunjung keluar. ”Sudah dua pekan sampel WGS dikirim ke labkesda. Namun, kami belum mendapatkan kabar hasilnya positif atau negatif Omicron,” ungkapnya.

Diketahui, beberapa waktu lalu Kabupaten Grobogan melakukan pengecekan pada semua pasien yang positif Covid-19. Dengan kategori CT-Value kurang dari 30. Sampel tersebut dikirim ke balai laboratorium kesehatan  untuk dilakukan pemeriksaan S-Gene Target Failure (SGTF) dalam penentuan Omicron. Hasilnya ada satu probable Omicron. Sampel tersebut langsung dilakukan tes WGS untuk menentukan positif Omicron atau tidak.

Baca Juga :  Tragis! Anak Kedua Yang Diajak Bunuh Diri Ibu di Grobogan Akhirnya Meninggal

Pasien tersebut dengan riwayat perjalanan pulang dari Jakarta. Setelah itu jatuh sakit, dilakukan pemeriksaan di Puskesmas Kebon Agung Kabupaten Demak dengan hasil swab antigen positif Covid-19. Pasien langsung diinformasikan ke Puskesmas Godong, kemudian dilakukan swab RT-PCR dengan hasil positif Covid-19. Hingga dilanjutkan tes SGTF dan WGS.

Hingga kini Dinkes Grobogan telah mengirim 1.019 sampel ke labkesda untuk bisa mendeteksi varian Omicron. Januari dengan 582 sampel dan Februari 437 sampel. Meski belum ada yang positif Omicron, pihaknya berharap masyarakat tetap waspada lantaran varian tersebut memiliki daya penularan lebih tinggi. Meskipun angka hospitalisasi rendah tapi penularan lebih cepat. Jangan lengah, tetap patuhi prokes,” tegasnya. (int/him)

 






Reporter: Intan Maylani Sabrina

GROBOGAN – Satu pasien positif Covid-19 dengan probable Omicron di Kabupaten Grobogan akhirnya rampung isolasi. Meski begitu, hasil tes Whole Genime Sequencing (WGS) tak kunjung keluar.

Kepala Dinkes Grobogan Slamet Widodo melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Djatmiko mengatakan, pasien berinisial S, warga Kecamatan Godong rampung menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumahnya. Kamis (10/2) menjadi hari terakhir isolasi dan kini telah dinyatakan sembuh.

”Sebenarnya sudah rampung sejak Rabu (09/2) karena diperaturan yang baru isolasi hanya 13 hari. Tapi kami minta menggenapkan 14 hari, sehingga Kamis (10/2)menjadi hari terakhir isolasi dan langsung dinyatakan sembuh,” jelasnya.

Meski sembuh, hasil tes Whole Genime Sequencing (WGS) tak kunjung keluar. ”Sudah dua pekan sampel WGS dikirim ke labkesda. Namun, kami belum mendapatkan kabar hasilnya positif atau negatif Omicron,” ungkapnya.

Diketahui, beberapa waktu lalu Kabupaten Grobogan melakukan pengecekan pada semua pasien yang positif Covid-19. Dengan kategori CT-Value kurang dari 30. Sampel tersebut dikirim ke balai laboratorium kesehatan  untuk dilakukan pemeriksaan S-Gene Target Failure (SGTF) dalam penentuan Omicron. Hasilnya ada satu probable Omicron. Sampel tersebut langsung dilakukan tes WGS untuk menentukan positif Omicron atau tidak.

Baca Juga :  Puluhan Personel Polres Grobogan Ikuti Ujian Bela Diri Kenaikan Tingkat

Pasien tersebut dengan riwayat perjalanan pulang dari Jakarta. Setelah itu jatuh sakit, dilakukan pemeriksaan di Puskesmas Kebon Agung Kabupaten Demak dengan hasil swab antigen positif Covid-19. Pasien langsung diinformasikan ke Puskesmas Godong, kemudian dilakukan swab RT-PCR dengan hasil positif Covid-19. Hingga dilanjutkan tes SGTF dan WGS.

Hingga kini Dinkes Grobogan telah mengirim 1.019 sampel ke labkesda untuk bisa mendeteksi varian Omicron. Januari dengan 582 sampel dan Februari 437 sampel. Meski belum ada yang positif Omicron, pihaknya berharap masyarakat tetap waspada lantaran varian tersebut memiliki daya penularan lebih tinggi. Meskipun angka hospitalisasi rendah tapi penularan lebih cepat. Jangan lengah, tetap patuhi prokes,” tegasnya. (int/him)

 






Reporter: Intan Maylani Sabrina

Most Read

Artikel Terbaru

/