alexametrics
31.5 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Gladi Resik ANBK di Grobogan temui Sedikit Kendala

GROBOGAN, – Gladi resik untuk agenda Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) telah selesai kemarin. Mayoritas institusi pendidikan butuh adaptasi karena aplikasi yang digunakan saat simulasi dan gladi resik berbeda. Dan setengah jam sebelum gladi baru diberi tahu ada aplikasi baru. Hal itu membuat proktor kalangkabut.

Gladi resik ANBK secara serentak dilaksanakan pada Selasa (6/9) hingga Kamis (9/9). Yakni untuk jenjang SMA dan SMK serta paket C dan B.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Budi Santoso menyebut, kendala mayoritas sekolah yakni karena aplikasi baru, sehingga peserta harus lebih berlatih. Meski begitu, secara umum gladi resik bisa berjalan dengan baik.


“Kendala tetap ada. Semua kendala bisa diatasi sekolah. Nampaknya memang karena sistemnya baru, cara kerjanya baru. Harus berlatih lebih benyak, jam terbangnya diperbanyak. Sampai sekarang berlangsung dengan lancar,” tuturnya kemarin.

Karena alasan yang sama, yakni aplikasi baru, proktor juga harus lebih aktif. Proktor yakni petugas yang bertanggung jawab terhadap server di tempat digelarnya ANBK. Setiap instansi pendidikan terdapat minimal seorang proktor.

Baca Juga :  Danrem Salatiga Tinjau Serbuan Vaksinasi TNI di Toroh Grobogan

Budi mengungkapkan, agar para proktor lebih siap, akan digelar pembekalan lebih lanjut. Sehingga, para saat pelaksanaan tidak terdapat kendala yang berarti.

“Proktornya dilihat, nanti akan diperbarui. Mereka nanti kan yang membagi soal, membagi token. Jadi harus benar-benar mengerti,” tambahnya.

Hingga kemarin, untuk jenjang SMA dan SMK, Budi mengklaim belum terdapat sekolah yang akan menumpang. Termasuk jenjang SD atau SMP yang memang diperbolehkan menumpang di tempat terdekat.

Terpisah, pengelola PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Mengajar) ‘Sinar Mentari’ Purwanti Widyaningrum aplikasi yang tiba-tiba update beberapa saat sebelum digelarnya gladi resik memang sempat menjadi kendala. Namun, pada akhirnya berjalan dengan baik.

“Dimulainya gladi kan pukul 08.00. Setengah jam sebelumnya itu tiba-tiba diberi tahu ada aplikasi baru. Membuat proktor kalangkabut. Jaringan dari pusat sempat eror,” kata dia.

Purwanti menyatakan, meski gladi resik digelar di rumah, namun seluruh peserta memakai masker. Pembatasan siswa yang hadir juga memungkinkan mereka menjaga jarak.

“Mereka tentu diwajibkan memakai masker. Ini di-spasi agar tetap bisa menjaga jarak,” katanya. (ful)

GROBOGAN, – Gladi resik untuk agenda Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) telah selesai kemarin. Mayoritas institusi pendidikan butuh adaptasi karena aplikasi yang digunakan saat simulasi dan gladi resik berbeda. Dan setengah jam sebelum gladi baru diberi tahu ada aplikasi baru. Hal itu membuat proktor kalangkabut.

Gladi resik ANBK secara serentak dilaksanakan pada Selasa (6/9) hingga Kamis (9/9). Yakni untuk jenjang SMA dan SMK serta paket C dan B.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Budi Santoso menyebut, kendala mayoritas sekolah yakni karena aplikasi baru, sehingga peserta harus lebih berlatih. Meski begitu, secara umum gladi resik bisa berjalan dengan baik.

“Kendala tetap ada. Semua kendala bisa diatasi sekolah. Nampaknya memang karena sistemnya baru, cara kerjanya baru. Harus berlatih lebih benyak, jam terbangnya diperbanyak. Sampai sekarang berlangsung dengan lancar,” tuturnya kemarin.

Karena alasan yang sama, yakni aplikasi baru, proktor juga harus lebih aktif. Proktor yakni petugas yang bertanggung jawab terhadap server di tempat digelarnya ANBK. Setiap instansi pendidikan terdapat minimal seorang proktor.

Baca Juga :  Danrem Salatiga Tinjau Serbuan Vaksinasi TNI di Toroh Grobogan

Budi mengungkapkan, agar para proktor lebih siap, akan digelar pembekalan lebih lanjut. Sehingga, para saat pelaksanaan tidak terdapat kendala yang berarti.

“Proktornya dilihat, nanti akan diperbarui. Mereka nanti kan yang membagi soal, membagi token. Jadi harus benar-benar mengerti,” tambahnya.

Hingga kemarin, untuk jenjang SMA dan SMK, Budi mengklaim belum terdapat sekolah yang akan menumpang. Termasuk jenjang SD atau SMP yang memang diperbolehkan menumpang di tempat terdekat.

Terpisah, pengelola PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Mengajar) ‘Sinar Mentari’ Purwanti Widyaningrum aplikasi yang tiba-tiba update beberapa saat sebelum digelarnya gladi resik memang sempat menjadi kendala. Namun, pada akhirnya berjalan dengan baik.

“Dimulainya gladi kan pukul 08.00. Setengah jam sebelumnya itu tiba-tiba diberi tahu ada aplikasi baru. Membuat proktor kalangkabut. Jaringan dari pusat sempat eror,” kata dia.

Purwanti menyatakan, meski gladi resik digelar di rumah, namun seluruh peserta memakai masker. Pembatasan siswa yang hadir juga memungkinkan mereka menjaga jarak.

“Mereka tentu diwajibkan memakai masker. Ini di-spasi agar tetap bisa menjaga jarak,” katanya. (ful)

Most Read

Artikel Terbaru

/