alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Hasil Laborat Menunjukkan Tanah Pertanian di Grobogan Berstatus Sakit

GROBOGAN — Status tanah pertanian di Kabupaten Grobogan bertatus sakit karena tanah mengarah ke asam. Hal itu, berdasarkan hasil laboratorium mobil uji tanah di 70 titik dari berbagai Desa dan Kecamatan se-Kabupaten Grobogan.

”Hasil laboratorium uji tanah untuk di Grobogan ada beragam hasi. Untuk kesehatan tanah unsur N tinggi dan pospat tinggi dan organik rendah. Ini karena Pemakaian organic kalangan petani sulit. PH tanah mengarah ke asam. Atau tanah itu Sakit,” kata Hidayat Agronomis dari mobil uji tanah dari PT Petrokimia saat menguji tanah pertanian di Desa Watupawon, Kecamatan Penawangan, Selasa (9/8) kemarin.

Dalam pengujian tanah menggunakan cairan preagen pereaksi C1. Mobil uji tanah pertanian digunakan agar petani paham kondisi tanah seperti apa. Yaitu mulai dari tingat kesuburan, kesehatan tanah dan unsur apa saja yang ada di tanah.


”Jadi nanti dari hasil uji tanah yang dilakukan kita bisa rekomendasikan terkait pupuk dan treatment yang diberikan. Ke lahan yang diuji sampel lahan tanahnya,” ujarnya.

Dari hasil tersebut nanti akan diberikan pemupukan dari hasil laborat tanah yang diujikan. Ada lima kategori unsur yang dilihat. Yaitu PH tanah atau kesehatan tanah, ketersediaan unsur M atau nitrogen, pospat, aqualium dan unsur organiknya dari uji tanah.  Sedangkan alat ujinya menggunakan PUTS sebagai alat uji tanah sawah dan PUTK alat uji lahan kering perkebunan.

Baca Juga :  Pencuri Uang dan Pehiasan Senilai Rp 400 Juta di Grobogan Belum Tertangkap, Ini Jawaban Polisi

”Satu sampel uji tanah membutuhkan waktu bisa ketahui 15 sampai 30 menit. Hasil labolatorium uji tanah bisa diketahui untuk pemupukanya,” terang dia.

Dalam pelayanan uji labolatorium tanah diberikan ke petani secara gratis. Dengan pelayanan mobil uji tanah ada 15 mobil se Indonesia petani bisa terbantu untuk penggunaan pupuknya. Harapanya petani tidak lakukan jor-joran untuk pupuk.

”Petani bisa bisa lebih efektif dan efisien dengan kondisi lahan. Masing masing tanah,” tandasnya.

Ahmad Maulana petani asal Desa Watupawon, Kecamatan Penawangan mengaku petani bisa mengathui kadar tanah sudah bagus apa rusak. Hasil dari laborat uji tanah bisa mengetahui berapa kadar pupuk yang akan diberikan. Sedangkan hasil dari labolatorium di tanah sawah yang diujikan miliknya masih kurang pupuk kompos, kadar K kurang dan urea kurang dan pospat masih bagus.

”Adanya hasil uji labrat sangat bagus untuk petani. Selama ini ketika tanaman kurang hijau kita tambah pupuk. Padahal itu salah jika tidak tahu unsur tanahnya,” kata Ahmad Maulana petani yang menggarap ssatu hektare ini.

Sementara itu, mobil pengujian laborat tanah pertanian tersebut milik Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia. (mun)






Reporter: Sirojul Munir

GROBOGAN — Status tanah pertanian di Kabupaten Grobogan bertatus sakit karena tanah mengarah ke asam. Hal itu, berdasarkan hasil laboratorium mobil uji tanah di 70 titik dari berbagai Desa dan Kecamatan se-Kabupaten Grobogan.

”Hasil laboratorium uji tanah untuk di Grobogan ada beragam hasi. Untuk kesehatan tanah unsur N tinggi dan pospat tinggi dan organik rendah. Ini karena Pemakaian organic kalangan petani sulit. PH tanah mengarah ke asam. Atau tanah itu Sakit,” kata Hidayat Agronomis dari mobil uji tanah dari PT Petrokimia saat menguji tanah pertanian di Desa Watupawon, Kecamatan Penawangan, Selasa (9/8) kemarin.

Dalam pengujian tanah menggunakan cairan preagen pereaksi C1. Mobil uji tanah pertanian digunakan agar petani paham kondisi tanah seperti apa. Yaitu mulai dari tingat kesuburan, kesehatan tanah dan unsur apa saja yang ada di tanah.

”Jadi nanti dari hasil uji tanah yang dilakukan kita bisa rekomendasikan terkait pupuk dan treatment yang diberikan. Ke lahan yang diuji sampel lahan tanahnya,” ujarnya.

Dari hasil tersebut nanti akan diberikan pemupukan dari hasil laborat tanah yang diujikan. Ada lima kategori unsur yang dilihat. Yaitu PH tanah atau kesehatan tanah, ketersediaan unsur M atau nitrogen, pospat, aqualium dan unsur organiknya dari uji tanah.  Sedangkan alat ujinya menggunakan PUTS sebagai alat uji tanah sawah dan PUTK alat uji lahan kering perkebunan.

Baca Juga :  Tahun Ini Pemkab Grobogan Targetkan Tanam Kedelai di Lahan 15.355 Hektare

”Satu sampel uji tanah membutuhkan waktu bisa ketahui 15 sampai 30 menit. Hasil labolatorium uji tanah bisa diketahui untuk pemupukanya,” terang dia.

Dalam pelayanan uji labolatorium tanah diberikan ke petani secara gratis. Dengan pelayanan mobil uji tanah ada 15 mobil se Indonesia petani bisa terbantu untuk penggunaan pupuknya. Harapanya petani tidak lakukan jor-joran untuk pupuk.

”Petani bisa bisa lebih efektif dan efisien dengan kondisi lahan. Masing masing tanah,” tandasnya.

Ahmad Maulana petani asal Desa Watupawon, Kecamatan Penawangan mengaku petani bisa mengathui kadar tanah sudah bagus apa rusak. Hasil dari laborat uji tanah bisa mengetahui berapa kadar pupuk yang akan diberikan. Sedangkan hasil dari labolatorium di tanah sawah yang diujikan miliknya masih kurang pupuk kompos, kadar K kurang dan urea kurang dan pospat masih bagus.

”Adanya hasil uji labrat sangat bagus untuk petani. Selama ini ketika tanaman kurang hijau kita tambah pupuk. Padahal itu salah jika tidak tahu unsur tanahnya,” kata Ahmad Maulana petani yang menggarap ssatu hektare ini.

Sementara itu, mobil pengujian laborat tanah pertanian tersebut milik Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia. (mun)






Reporter: Sirojul Munir

Most Read

Artikel Terbaru