alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Bejat! Anak di Bawah Umur di Grobogan Digilir Ayah Tiri dan Enam Orang lainnya sejak Kelas 4 SD

GROBOGAN – Kasus pemerkosan terjadi di Tawangharjo, Grobogan. Gadis usia 14 tahun dipaksa melayani ayah tirinya beserta enam orang lainnya. Bahkan, dari pengakuannya, korban telah digilir sejak Kelas 4 SD. Saat ini, kasus tersebut sedang ditangani Polres Grobogan.

Baca Juga : PCX Tabrak Granmax di Perempatan Gandu Grobogan, Begini Kronologinya

Kasatreskrim Polres Grobogan AKP Afiditya Arief Wibowo menyebut, korban masih di bawah umur. Sehingga, proses penanganannya penuh dengan kehati-hatian. “Saat ini masih pemeriksaan saksi-saksi,” jelasnya.


Menurut keterangan ibu korban, S, kejadian terjadi belum lama ini. Hal itu terungkap ketika sang ibu menanyai korban. Sebab, ada perilaku dari korban yang dianggapnya mencurigakan. Setelah mendapat keterangan, ternyata sang anak tersebut sudah ditiduri ayah tirinya sejak kelas 4 SD.

Baca Juga :  Bermula Sering Kumpul dengan Perias dan Jadi Model

Mengetahui hal tersebut, pihaknya sempat kaget. Terlebih, dari pengakuannya, anak kandungnya itu juga digilir di tempat kandang ayam. Kecewa dengan perilaku bejat suaminya itu, S, lalu melaporkan ke pihak kepolisian.

Sementara itu, S, mengaku saat kejadian tersebut dirinya tidak mengetahui sedikitpun kelakuan bejat sang suami. Sehingga, ia tidak menaruh kecurigaan kepada sang suaminya itu.

“Perkara sudah kami laporkan ke Polres Grobogan. Ada tujuh orang yang kami laporkan,” terangnya.

Pelaporan tersebut bertujuan agar pihaknya dan sang anak mendapatkan keadilan. Tetapi ia dan sang anak tetap tegar menghadapi perilaku itu.

Dari sebagian dari nama-nama terlapor banyak diantaranya memilih kabur daripada mempertanggungjawabkan perbuatannya. Hingga kini, pihak kepolisian masih menyelidiki terkait kasus tersebut. (tos/khim)






Reporter: Eko Santoso

GROBOGAN – Kasus pemerkosan terjadi di Tawangharjo, Grobogan. Gadis usia 14 tahun dipaksa melayani ayah tirinya beserta enam orang lainnya. Bahkan, dari pengakuannya, korban telah digilir sejak Kelas 4 SD. Saat ini, kasus tersebut sedang ditangani Polres Grobogan.

Baca Juga : PCX Tabrak Granmax di Perempatan Gandu Grobogan, Begini Kronologinya

Kasatreskrim Polres Grobogan AKP Afiditya Arief Wibowo menyebut, korban masih di bawah umur. Sehingga, proses penanganannya penuh dengan kehati-hatian. “Saat ini masih pemeriksaan saksi-saksi,” jelasnya.

Menurut keterangan ibu korban, S, kejadian terjadi belum lama ini. Hal itu terungkap ketika sang ibu menanyai korban. Sebab, ada perilaku dari korban yang dianggapnya mencurigakan. Setelah mendapat keterangan, ternyata sang anak tersebut sudah ditiduri ayah tirinya sejak kelas 4 SD.

Baca Juga :  Kabar Baik! Kasus Angka Kematian Ibu di Grobogan Turun Drastis

Mengetahui hal tersebut, pihaknya sempat kaget. Terlebih, dari pengakuannya, anak kandungnya itu juga digilir di tempat kandang ayam. Kecewa dengan perilaku bejat suaminya itu, S, lalu melaporkan ke pihak kepolisian.

Sementara itu, S, mengaku saat kejadian tersebut dirinya tidak mengetahui sedikitpun kelakuan bejat sang suami. Sehingga, ia tidak menaruh kecurigaan kepada sang suaminya itu.

“Perkara sudah kami laporkan ke Polres Grobogan. Ada tujuh orang yang kami laporkan,” terangnya.

Pelaporan tersebut bertujuan agar pihaknya dan sang anak mendapatkan keadilan. Tetapi ia dan sang anak tetap tegar menghadapi perilaku itu.

Dari sebagian dari nama-nama terlapor banyak diantaranya memilih kabur daripada mempertanggungjawabkan perbuatannya. Hingga kini, pihak kepolisian masih menyelidiki terkait kasus tersebut. (tos/khim)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru