alexametrics
26.2 C
Kudus
Sunday, May 15, 2022

Percobaan Pembunuhan di Grobogan, Polisi Tetapkan Pacar Jadi Tersangka

GROBOGAN – Polsek Tawangharjo menetapkan Lasimin, 26, warga Desa Panunggalan, Pulokulon, sebagai tersangka percobaan pembunuhan dan penggelapan pacarnya Linda Siti Barokah, 20 warga Desa Mlowokarangtalun, Pulokulon.

Lasimin diduga sengaja menceburkan Linda ke sungai Lusi, Desa Selo, Tawangharjo, sekitar pukul 02.30 Jumat (4/3). Tersangka dijerat dengan pasal l338 KUH Pidana jo Pasal 53 KUH Pidana atau Pasal 351 KUH Pidana.

”Tersangka sudah kami amankan. Juga barang bukti,” kata Kapolsek Tawangharjo AKP Abbas.


Kasus tersebut berawal dari korban kenal dengan pelaku melalui Facebook. Pelaku mengaku bernama Mohamad Gatot Lasimen dan bertempat tinggal di Panunggalan. Setelah perkenalan lewat Facebook tersebut pada Kamis (3/3) sekitar pukul 21.00 pelaku datang ke tempat kerja korban di rumah makan Padang Plendungan Purwodadi.

Selanjutnya, tersangka mengajak korban jalan-jalan. Korban diboncengkan sepeda motor melewati jalan lingkar hingga sampai bundaran Getasrejo. Kemudian berlanjut jalan ke arah timur hingga sampai perempatan lampu merah Wirosari. Perjalan mereka berdua berlanjut ke arah Kuwu/Kradenan, sampai di pertigaan jalan menuju arah Panunggalan.

Korban sempat diajari mengemudikan sepeda motor hingga Panunggalan. Setelah sampai di Panunggalan, korban minta diantar pulang lagi ke tempat kerja karena sudah larut malam.

Saat perjalanan pulang, lanjut AKP Abbas tersebut handphone milik korban diminta pelaku dengan alasan untuk membuka Geoogle Maps karena handphone milik pelaku droop. Kemudian pelaku mengantar korban pulang. Sesampainya di jembatan Desa Selo, Tawangharjo, tersangka berhenti di tengah jembatan. Alasan mau kencing.  Kemudian pelaku turun dari sepeda motor. Korban masih di atas sepeda motor. ”Tiba-tiba pelaku mengangkat korban dari posisi duduk di atas sepeda motor menggunakan kedua tangannya. Pelaku menceburkan korban ke sungai dari atas jembatan hingga ke bawah,” terang dia.

Baca Juga :  Tahun 2021, Public Safety Center 119 Dinkes Grobogan Atasi 127 Kecelakaan

Korban berusaha menyelamatkan diri. Dia berenang dan mengikuti arus sungai. Dia berhasil naik ke daratan. Korban berjalan hingga sampai di Kampung Selo Tawangharjo. Karena saat itu sudah dini hari korban sempat tidak menjumpai orang. Selanjutnya, korban melihat seorang ibu-ibu yang hendak ke pasar dengan menaiki sepeda ontel lalu korban meminta tolong. Namun, ibu tersebut malah ketakutan kemudian berteriak hingga warga yang mendengar teriakan tersebut keluar rumah dan menolong korban.

”Usai ditolong warga, korban melapor ke Polsek tawangharjo untuk melaporkan kejadian tersebut,” tandasnya.

AKP Abbas menambahkan, setelah mendapatkan laporan petugas Unit Reskrim Polsek Tawangharjo melakukan penyelidikan identitas dan keberadaan pelaku berdasarkan dari keterangan korban. Yaitu melalui akun medsosnya. Kemudian diketahui dugaan keberadaan pelaku yang selanjutnya pada saat petugas Unit Reskrkim Polsek Tawangharjo mendatangi tempat yang diduga persembunyiannya. Tetapi tersangka sudah tidak ada. Kemudian Unit Reskrim Polsek Panunggalan dan dibantu Resmob Sat Reskrim Polres Grobogan akhirnya pelaku  berhasil ditangkap dan diamankan dari rumahnya.

Pelaku mengakui semua perbuatannya. Dia berupaya pembunuhan. ”Pelaku beserta barang bukti tindak kejahatannya dibawa ke Polsek Tawangharjo untuk diperiksa,” tambahnya.

Sementara itu, barang bukti yang berhasil diamankan satu unit ponsel, satu kaos dalam warna putih, satu kemeja lengan panjang motif kotak – kotak warna hitam, satu kemeja lengan panjang warna kuning tua, satu celana panjang warna biru dongker, celana dalam warna krem, satu  BH warna abu- abu dan satu unit Sepeda motor Honda Beat warna Putih biru nomor polisi K 4281 ACF.

”Tersangka mengaku motifnya sakit hati terhadap korban karena merasa dikhianati cintanya,” katanya. (mun/zen)

GROBOGAN – Polsek Tawangharjo menetapkan Lasimin, 26, warga Desa Panunggalan, Pulokulon, sebagai tersangka percobaan pembunuhan dan penggelapan pacarnya Linda Siti Barokah, 20 warga Desa Mlowokarangtalun, Pulokulon.

Lasimin diduga sengaja menceburkan Linda ke sungai Lusi, Desa Selo, Tawangharjo, sekitar pukul 02.30 Jumat (4/3). Tersangka dijerat dengan pasal l338 KUH Pidana jo Pasal 53 KUH Pidana atau Pasal 351 KUH Pidana.

”Tersangka sudah kami amankan. Juga barang bukti,” kata Kapolsek Tawangharjo AKP Abbas.

Kasus tersebut berawal dari korban kenal dengan pelaku melalui Facebook. Pelaku mengaku bernama Mohamad Gatot Lasimen dan bertempat tinggal di Panunggalan. Setelah perkenalan lewat Facebook tersebut pada Kamis (3/3) sekitar pukul 21.00 pelaku datang ke tempat kerja korban di rumah makan Padang Plendungan Purwodadi.

Selanjutnya, tersangka mengajak korban jalan-jalan. Korban diboncengkan sepeda motor melewati jalan lingkar hingga sampai bundaran Getasrejo. Kemudian berlanjut jalan ke arah timur hingga sampai perempatan lampu merah Wirosari. Perjalan mereka berdua berlanjut ke arah Kuwu/Kradenan, sampai di pertigaan jalan menuju arah Panunggalan.

Korban sempat diajari mengemudikan sepeda motor hingga Panunggalan. Setelah sampai di Panunggalan, korban minta diantar pulang lagi ke tempat kerja karena sudah larut malam.

Saat perjalanan pulang, lanjut AKP Abbas tersebut handphone milik korban diminta pelaku dengan alasan untuk membuka Geoogle Maps karena handphone milik pelaku droop. Kemudian pelaku mengantar korban pulang. Sesampainya di jembatan Desa Selo, Tawangharjo, tersangka berhenti di tengah jembatan. Alasan mau kencing.  Kemudian pelaku turun dari sepeda motor. Korban masih di atas sepeda motor. ”Tiba-tiba pelaku mengangkat korban dari posisi duduk di atas sepeda motor menggunakan kedua tangannya. Pelaku menceburkan korban ke sungai dari atas jembatan hingga ke bawah,” terang dia.

Baca Juga :  Disperindag Grobogan Gelar Great Sale UMKM untuk Pulihkan Ekonomi

Korban berusaha menyelamatkan diri. Dia berenang dan mengikuti arus sungai. Dia berhasil naik ke daratan. Korban berjalan hingga sampai di Kampung Selo Tawangharjo. Karena saat itu sudah dini hari korban sempat tidak menjumpai orang. Selanjutnya, korban melihat seorang ibu-ibu yang hendak ke pasar dengan menaiki sepeda ontel lalu korban meminta tolong. Namun, ibu tersebut malah ketakutan kemudian berteriak hingga warga yang mendengar teriakan tersebut keluar rumah dan menolong korban.

”Usai ditolong warga, korban melapor ke Polsek tawangharjo untuk melaporkan kejadian tersebut,” tandasnya.

AKP Abbas menambahkan, setelah mendapatkan laporan petugas Unit Reskrim Polsek Tawangharjo melakukan penyelidikan identitas dan keberadaan pelaku berdasarkan dari keterangan korban. Yaitu melalui akun medsosnya. Kemudian diketahui dugaan keberadaan pelaku yang selanjutnya pada saat petugas Unit Reskrkim Polsek Tawangharjo mendatangi tempat yang diduga persembunyiannya. Tetapi tersangka sudah tidak ada. Kemudian Unit Reskrim Polsek Panunggalan dan dibantu Resmob Sat Reskrim Polres Grobogan akhirnya pelaku  berhasil ditangkap dan diamankan dari rumahnya.

Pelaku mengakui semua perbuatannya. Dia berupaya pembunuhan. ”Pelaku beserta barang bukti tindak kejahatannya dibawa ke Polsek Tawangharjo untuk diperiksa,” tambahnya.

Sementara itu, barang bukti yang berhasil diamankan satu unit ponsel, satu kaos dalam warna putih, satu kemeja lengan panjang motif kotak – kotak warna hitam, satu kemeja lengan panjang warna kuning tua, satu celana panjang warna biru dongker, celana dalam warna krem, satu  BH warna abu- abu dan satu unit Sepeda motor Honda Beat warna Putih biru nomor polisi K 4281 ACF.

”Tersangka mengaku motifnya sakit hati terhadap korban karena merasa dikhianati cintanya,” katanya. (mun/zen)

Most Read

Artikel Terbaru

/