alexametrics
24.6 C
Kudus
Tuesday, July 5, 2022

Kondisi Rusak, Jembatan Penghubung Dua Desa di Grobogan Terbengkalai

GROBOGAN – Sejak awal Januari lalu, jembatan penghubung Dusun Karangasem dan Dusun Katelan Desa Karangsono Kecamatan Karangrayung nyaris terputus. Kondisi jembatan longsor kini tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

Curah hujan yang cukup tinggi akibatkan akses jembatan penghubung kedua dusun tersebut terganggu. Meski sudah berangsur sekitar sebulan lamanya, hingga kini belum ada penanganan dari pihak terkait. Membuat mobilitas warga terganggu, lantaran hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki.

”Adanya jembatan ini tak hanya menghubungkan dua dusun. Namun, juga menjadi akses ke Dusun Parakan, Nampu dan Jetis ke Desa Suru Kecamatan Geyer dan Leses Kecamatan Juwangi,” ungkap salah satu warga setempat, Sulastri.


Terlihat longsornya jembatan tersebut pada sisi sebelah timur. Satu sayap jembatan ambrol dan badan jembatan mengalami penurunan sekitar 20 sentimeter. Bahkan, jika hujan lebat air kerap meluap hingga menutup jembatan tersebut.

Baca Juga :  Rapid Antigen Diumumkan Gratis, Kenyataannya Bayar

Jembatan ini memiliki empat tiang penyangga. Saat intensitas hujan tinggi, sampah juga kerap menghambat aliran sungai. Sehingga aliran sungai berpindah ke sisi timur jembatan dan mengakibatkan longsor.

Adanya jembatan ini menjadi akses satu-satunya, namun nyaris lumpuh. Jika terputus, maka warga akan memutar cukup jauh. Kini kendaraan roda empat sudah tidak diperkenankan melintas di jembatan tersebut.

”Kami berharap pemerintah terkait segera melakukan perbaikan jembatan penghubung dusun ini. Sehingga warga tidak harus memutar arah, ini juga menjadi akses utama sehari-hari kami,” katanya. (int/khim)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

GROBOGAN – Sejak awal Januari lalu, jembatan penghubung Dusun Karangasem dan Dusun Katelan Desa Karangsono Kecamatan Karangrayung nyaris terputus. Kondisi jembatan longsor kini tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

Curah hujan yang cukup tinggi akibatkan akses jembatan penghubung kedua dusun tersebut terganggu. Meski sudah berangsur sekitar sebulan lamanya, hingga kini belum ada penanganan dari pihak terkait. Membuat mobilitas warga terganggu, lantaran hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki.

”Adanya jembatan ini tak hanya menghubungkan dua dusun. Namun, juga menjadi akses ke Dusun Parakan, Nampu dan Jetis ke Desa Suru Kecamatan Geyer dan Leses Kecamatan Juwangi,” ungkap salah satu warga setempat, Sulastri.

Terlihat longsornya jembatan tersebut pada sisi sebelah timur. Satu sayap jembatan ambrol dan badan jembatan mengalami penurunan sekitar 20 sentimeter. Bahkan, jika hujan lebat air kerap meluap hingga menutup jembatan tersebut.

Baca Juga :  Nahas! Usai Nabrak Truk malah Ditampani Mobil, langsung Tewas

Jembatan ini memiliki empat tiang penyangga. Saat intensitas hujan tinggi, sampah juga kerap menghambat aliran sungai. Sehingga aliran sungai berpindah ke sisi timur jembatan dan mengakibatkan longsor.

Adanya jembatan ini menjadi akses satu-satunya, namun nyaris lumpuh. Jika terputus, maka warga akan memutar cukup jauh. Kini kendaraan roda empat sudah tidak diperkenankan melintas di jembatan tersebut.

”Kami berharap pemerintah terkait segera melakukan perbaikan jembatan penghubung dusun ini. Sehingga warga tidak harus memutar arah, ini juga menjadi akses utama sehari-hari kami,” katanya. (int/khim)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

Most Read

Artikel Terbaru

/