alexametrics
23.5 C
Kudus
Thursday, July 7, 2022

Sudah Empat Hari Seratusan Rumah di Grobogan Terendam Banjir

GROBOGAN – Sebanyak 150 rumah di Desa Lemahputih, Kecamatan Brati terendam banjir. Selain merendam rumah, banjir tersebut juga merendam 200 hektare sawah.

Sekretaris Desa Lemahputih, Darja mengatakan, banjir di Desa Lemah menggenangi tiga Dusun. Yaitu Dusun Mlakas, Dusun Lemahputih, dan Dusun Kepuhrubuh.

Penyebabnya endapan lumpur dari anak sungai lusi yang berada di sisi barat Desa Lemahputih sudah tinggi. Akibatnya aliran sungai tidak lancar masuk ke Sungai Lusi, akibatnya sekitar balai desa dan tiga dusun terdampak.


“Ada 150 rumah terendam. Paling tinggi 80 cm. Kalau di area sawah sekitar 1 meter,” kata Darja.

Dia menyampaikan, untuk area pertanian sudah terdampak banjir sekira 25 hari. Akibatnya tanaman padi berusia 10 hari busuk. Sedangkan untuk perumahan warga sudah ada yang dua hingga empat hari terendam.

”Terpaksa gagal tanam dan harus tanam lagi,” ujarnya.

Banjir tersebut, juga menjadikan Bhabinkamtibmas Desa Lemahputih, Kecamatan Brati, Bripka Rustam harus menggendong Mbah Nasiyem, 80 tahun yang rumahnya terendam banjir untuk dievakuasi ke tempat yang aman.

Baca Juga :  Jaga Keamanan, Polres Grobogan Bentuk Kongkow Kamtibmas

Bripka Rustam mendapat informasi jika ada salah satu warga bernama Nasiyem di Dusun Lemahputih yang rumahnya terendam banjir. Warga tersebut tinggal di rumah sendiri karena anaknya bekerja di luar kota.

Nasiyem tidak berani mengungsi karena banjirnya cukup tinggi.

“Setelah saya datang dan menyampaikan maksud, akhirnya mau dievakuasi. Karena kondisinya tidak memungkinkan, akhirnya saya gendong ke lokasi yang lebih aman,” ujar Bripka Rustam.

Tidak hanya mbah Nasiyem, Bhabinkamtibmas tersebut juga mengevakuasi mbah Nasti yang bagian dalam rumahnya tergenang air. Kondisi mbah Nasti yang sakit dikhawatirkan akan sulit dievakuasi jika hujan deras lagi.

“Semula Mbah Nasti enggan dievakuasi, namun setelah diberi pemahaman sama Bu RT 004 akhirnya mau. Dievakuasi ke rumah anak perempuannya yang lebih aman,” ujar Bripka Rustam. (mal)






Reporter: Sirojul Munir

GROBOGAN – Sebanyak 150 rumah di Desa Lemahputih, Kecamatan Brati terendam banjir. Selain merendam rumah, banjir tersebut juga merendam 200 hektare sawah.

Sekretaris Desa Lemahputih, Darja mengatakan, banjir di Desa Lemah menggenangi tiga Dusun. Yaitu Dusun Mlakas, Dusun Lemahputih, dan Dusun Kepuhrubuh.

Penyebabnya endapan lumpur dari anak sungai lusi yang berada di sisi barat Desa Lemahputih sudah tinggi. Akibatnya aliran sungai tidak lancar masuk ke Sungai Lusi, akibatnya sekitar balai desa dan tiga dusun terdampak.

“Ada 150 rumah terendam. Paling tinggi 80 cm. Kalau di area sawah sekitar 1 meter,” kata Darja.

Dia menyampaikan, untuk area pertanian sudah terdampak banjir sekira 25 hari. Akibatnya tanaman padi berusia 10 hari busuk. Sedangkan untuk perumahan warga sudah ada yang dua hingga empat hari terendam.

”Terpaksa gagal tanam dan harus tanam lagi,” ujarnya.

Banjir tersebut, juga menjadikan Bhabinkamtibmas Desa Lemahputih, Kecamatan Brati, Bripka Rustam harus menggendong Mbah Nasiyem, 80 tahun yang rumahnya terendam banjir untuk dievakuasi ke tempat yang aman.

Baca Juga :  Diduga Korupsi DD, Dakwaan 2 Mantan Kades Grobogan Dibacakan Pekan Depan

Bripka Rustam mendapat informasi jika ada salah satu warga bernama Nasiyem di Dusun Lemahputih yang rumahnya terendam banjir. Warga tersebut tinggal di rumah sendiri karena anaknya bekerja di luar kota.

Nasiyem tidak berani mengungsi karena banjirnya cukup tinggi.

“Setelah saya datang dan menyampaikan maksud, akhirnya mau dievakuasi. Karena kondisinya tidak memungkinkan, akhirnya saya gendong ke lokasi yang lebih aman,” ujar Bripka Rustam.

Tidak hanya mbah Nasiyem, Bhabinkamtibmas tersebut juga mengevakuasi mbah Nasti yang bagian dalam rumahnya tergenang air. Kondisi mbah Nasti yang sakit dikhawatirkan akan sulit dievakuasi jika hujan deras lagi.

“Semula Mbah Nasti enggan dievakuasi, namun setelah diberi pemahaman sama Bu RT 004 akhirnya mau. Dievakuasi ke rumah anak perempuannya yang lebih aman,” ujar Bripka Rustam. (mal)






Reporter: Sirojul Munir

Most Read

Artikel Terbaru

/