alexametrics
32 C
Kudus
Tuesday, August 2, 2022

Pemkab Grobogan Bentuk Satgas PMK Pangan, Ini Tugasnya

GROBOGAN – Pemkab Grobogan membentuk satuan tugas (satgas) mencegah dan mengatasi PMK. Satgas ini, terdiri dari Polres Grobogan, Kodim 0717/Purwodadi, Dinas Ketahanan Pangan, dan Dinas Peternakan.

Bupati Grobogan Sri Sumarni mengatakan, pembentukan Satgas PMK ini kerja sama dengan Satgas Ketahanan Pangan Grobogan. Tugas satgas mendata sapi yang terjangkit PMK dan pengobatannya, agar tidak meluas.

”Saya minta ke Satgas PMK, sapi yang tertular agar diobati. Petugas bisa memberikan  vitamin dan jamu. Ini juga untuk menekan angka penularan PMK,” ujarnya.


Dikatakan, penyebaran PMK di Kabupaten Grobogan berasal dari sapi dari Jawa Timur. Perdagangan sapi di pasar hewan di Kota Swike berasal dari berbagai daerah.

Sedangkan usaha untuk menekan angka PMK di Grobogan, pemkab menutup tiga pasar hewan. Masing-masing Pasar Hewan Kunden, Kecamatan Wirosari; Pasar Hewan Danyang, Kecamatan Purwodadi; dan Pasar Hewan Ketitang, Kecamatan Godong.

Sementara itu, data dari Dinas Peternakan dan Perikanan Grobogan, per Senin (7/6) lalu, total ada 560 kasus PMK. Meliputi 549 kasus aktif, 13 kasus baru, enam sembuh, dan lima kasus mati. Dua kasus mati itu, karena tiga sapi mati dan dua sapi dipotong.

Baca Juga :  Pemkab Grobogan Jemput Bola Vaksinasi di Wisata De Bale Cingkrong

PMK sudah menyebar di 15 kecamatan dari 19 kecamatan yang ada di Grobogan. Empat kecamatan yang masih zona hijau meliputi Kecamatan Klambu, Tegowanu, Tanggungharjo, dan Kedungjati. Sedangkan kasus PMK di 15 kecamatan, paling banyak di Kecamatan Gabus dengan 124 kasus, disusul di Kecamatan Wirosari dengan 105 kasus, dan Kecamatan Geyer ada 52 Kasus. Selanjutnya, Kecamatan Kradenan ada 44 kasus, Ngaringan dengan 37 kasus, Toroh ada 45 kasus, Pulokulon 10 kasus, Tawangharjo 21 kasus, Grobogan 14 kasus, Brati 23 kasus, Purwodadi 21 kasus, Toroh 45 kasus, Penawangan tujuh kasus, Karangrayung 28 kasus, Godong satu kasus, dan Gubug Sembilan kasus.

”Saat ini paling banyak kasus di Kecamatan Gabus. Tetapi keadaannya sudah mulai membaik dan kasusnya mulai landai,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Grobogan Riyanto. (mun/lin)






Reporter: Sirojul Munir

GROBOGAN – Pemkab Grobogan membentuk satuan tugas (satgas) mencegah dan mengatasi PMK. Satgas ini, terdiri dari Polres Grobogan, Kodim 0717/Purwodadi, Dinas Ketahanan Pangan, dan Dinas Peternakan.

Bupati Grobogan Sri Sumarni mengatakan, pembentukan Satgas PMK ini kerja sama dengan Satgas Ketahanan Pangan Grobogan. Tugas satgas mendata sapi yang terjangkit PMK dan pengobatannya, agar tidak meluas.

”Saya minta ke Satgas PMK, sapi yang tertular agar diobati. Petugas bisa memberikan  vitamin dan jamu. Ini juga untuk menekan angka penularan PMK,” ujarnya.

Dikatakan, penyebaran PMK di Kabupaten Grobogan berasal dari sapi dari Jawa Timur. Perdagangan sapi di pasar hewan di Kota Swike berasal dari berbagai daerah.

Sedangkan usaha untuk menekan angka PMK di Grobogan, pemkab menutup tiga pasar hewan. Masing-masing Pasar Hewan Kunden, Kecamatan Wirosari; Pasar Hewan Danyang, Kecamatan Purwodadi; dan Pasar Hewan Ketitang, Kecamatan Godong.

Sementara itu, data dari Dinas Peternakan dan Perikanan Grobogan, per Senin (7/6) lalu, total ada 560 kasus PMK. Meliputi 549 kasus aktif, 13 kasus baru, enam sembuh, dan lima kasus mati. Dua kasus mati itu, karena tiga sapi mati dan dua sapi dipotong.

Baca Juga :  Berbagi Sesama, Warga Soponyono Grobogan Patungan Dua Sapi untuk Kurban Idul Adha

PMK sudah menyebar di 15 kecamatan dari 19 kecamatan yang ada di Grobogan. Empat kecamatan yang masih zona hijau meliputi Kecamatan Klambu, Tegowanu, Tanggungharjo, dan Kedungjati. Sedangkan kasus PMK di 15 kecamatan, paling banyak di Kecamatan Gabus dengan 124 kasus, disusul di Kecamatan Wirosari dengan 105 kasus, dan Kecamatan Geyer ada 52 Kasus. Selanjutnya, Kecamatan Kradenan ada 44 kasus, Ngaringan dengan 37 kasus, Toroh ada 45 kasus, Pulokulon 10 kasus, Tawangharjo 21 kasus, Grobogan 14 kasus, Brati 23 kasus, Purwodadi 21 kasus, Toroh 45 kasus, Penawangan tujuh kasus, Karangrayung 28 kasus, Godong satu kasus, dan Gubug Sembilan kasus.

”Saat ini paling banyak kasus di Kecamatan Gabus. Tetapi keadaannya sudah mulai membaik dan kasusnya mulai landai,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Grobogan Riyanto. (mun/lin)






Reporter: Sirojul Munir

Most Read

Artikel Terbaru

/