alexametrics
26.4 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Lakukan Inspeksi, Dinkes Grobogan Temukan Air Tanah Tercemar Bakteri

GROBOGAN – Sebanyak 30 Puskesmas di Kabupaten Grobogan inspeksi kesehatan lingkungan (IKL). Hasilnya 26,67 persen air minum komunal tercemar bakteri e-coli.

Kepala Dinkes Grobogan Slamet Widodo melalui Kasi Kesehatan Lingkungan Dinkes Grobogan Jati Yuswaningsih mengatakan, kualitas air tanah di Kabupaten Grobogan mengkhawatirkan. Selain e-coli juga ditemukan bakteri lain atau colonial total coliform.

“Kali ini kami mengambil 60 sampel sarana air minum komunal non-PDAM untuk menilai dan observasi risiko pencemaran, hasilnya 93,33 persen atau sebanyak 56 sarana memiliki risiko kontaminasi rendah. Sisanya 6,67 persen atau empat sarana memiliki risiko kontaminasi sedang,” ungkapnya.


Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan kualitas air terhadap parameter mikrobiologi dari sampel yang diambil, 26,67 persen atau 16 sampel tercemar e-coli. Selain itu juga ada 65 persen atau 39 sampel yang ditemukan adanya berbagai jenis bakteri lain atau colonial total coliform.

Selain parameter mikrobiologi, juga dilakukan uji kimia anorganik, fisik (bau, warna dan rasa) dan kimiawi. Pemeriksaan tersebut langsung di tempat, sehingga perlu dilakukan uji kualitas air berkelanjutan ke laboratorium kesehatan.

Baca Juga :  Emak-Emak Persit Turun ke Jalan Bagi Takjil Gratis kepada Pengguna Jalan

“Dari hasil penilaian dan observasi risiko pencemaran serta hasil pemeriksaan kualitas air yang dilakukan 60 sampel air minum komunal di Kabupaten Grobogan. Hasilnya sebanyak 8,33 persen atau 5 sampel memenuhi syarat kesehatan. Namun, sisanya 91,67 persen atau 55 sarana air tersebut tidak memenuhi syarat kesehatan. Antaranya di Kecamatan Gabus, Karangrayung, Kradenan, Tegowanu, Ngaringan dan Wirosari,” keluhnya.

Beberapa faktor menjadi penyebab pencemaran bakteri air tanah, salah satunya karena kerusakaan pada jaringan perpipaan yang mengakibatkan masuknya sumber pencemaran kejaringan air. Kebersihan dari bak penampung air. Jarak antara sumber air dengan sarana pembuangan limbah (septic tank) turut juga mempengaruhi kandungan bakteri di dalam air tanah.

“Air yang tercemar bakteri e-coli maupun bakteri lainya jika dikonsumsi secara langsung tentu akan menyebabkan berbagai penyakit, seperti diare, tifus, kolera hingga hepatitis,” ungkapnya. (int/mal)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

GROBOGAN – Sebanyak 30 Puskesmas di Kabupaten Grobogan inspeksi kesehatan lingkungan (IKL). Hasilnya 26,67 persen air minum komunal tercemar bakteri e-coli.

Kepala Dinkes Grobogan Slamet Widodo melalui Kasi Kesehatan Lingkungan Dinkes Grobogan Jati Yuswaningsih mengatakan, kualitas air tanah di Kabupaten Grobogan mengkhawatirkan. Selain e-coli juga ditemukan bakteri lain atau colonial total coliform.

“Kali ini kami mengambil 60 sampel sarana air minum komunal non-PDAM untuk menilai dan observasi risiko pencemaran, hasilnya 93,33 persen atau sebanyak 56 sarana memiliki risiko kontaminasi rendah. Sisanya 6,67 persen atau empat sarana memiliki risiko kontaminasi sedang,” ungkapnya.

Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan kualitas air terhadap parameter mikrobiologi dari sampel yang diambil, 26,67 persen atau 16 sampel tercemar e-coli. Selain itu juga ada 65 persen atau 39 sampel yang ditemukan adanya berbagai jenis bakteri lain atau colonial total coliform.

Selain parameter mikrobiologi, juga dilakukan uji kimia anorganik, fisik (bau, warna dan rasa) dan kimiawi. Pemeriksaan tersebut langsung di tempat, sehingga perlu dilakukan uji kualitas air berkelanjutan ke laboratorium kesehatan.

Baca Juga :  Kejari Grobogan Tahan Tersangka Korupsi Dana PNPM Senilai Rp 633

“Dari hasil penilaian dan observasi risiko pencemaran serta hasil pemeriksaan kualitas air yang dilakukan 60 sampel air minum komunal di Kabupaten Grobogan. Hasilnya sebanyak 8,33 persen atau 5 sampel memenuhi syarat kesehatan. Namun, sisanya 91,67 persen atau 55 sarana air tersebut tidak memenuhi syarat kesehatan. Antaranya di Kecamatan Gabus, Karangrayung, Kradenan, Tegowanu, Ngaringan dan Wirosari,” keluhnya.

Beberapa faktor menjadi penyebab pencemaran bakteri air tanah, salah satunya karena kerusakaan pada jaringan perpipaan yang mengakibatkan masuknya sumber pencemaran kejaringan air. Kebersihan dari bak penampung air. Jarak antara sumber air dengan sarana pembuangan limbah (septic tank) turut juga mempengaruhi kandungan bakteri di dalam air tanah.

“Air yang tercemar bakteri e-coli maupun bakteri lainya jika dikonsumsi secara langsung tentu akan menyebabkan berbagai penyakit, seperti diare, tifus, kolera hingga hepatitis,” ungkapnya. (int/mal)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

Most Read

Artikel Terbaru

/