alexametrics
26.6 C
Kudus
Monday, June 27, 2022

Gedung Pengolahan Sampah di Grobogan Ini Serasa Aula

GROBOGAN – Selama ini Desa Kronggen, Brati, tak memiliki tempat pembuangan sampah (TPS) dan pengelolaan sampah terpilah. Akhirnya, kini memiliki gedung TPS 3R (reduse, reuce, dan recycle) yang dikelola kelompok swadaya masyarakat (KSM) Alam Sejahtera kemarin.

Peresmian dilakukan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan Nugroho Agus Prastowo. Dengan ditandai dengan pemotongan pita. Pendirian TPS 3R kali ini menjadi bangunan ke delapan yang dimiliki Kabupaten Grobogan.

”Mulanya kami hanya memiliki lima TPS 3R yang ada di Kelurahan Danyang, Purwodadi; Desa Getasrejo, Grobogan; Kelurahan Kunden, Wirosari; Kecamatan Sulursari; dan Kecamatan Klambu. Tahun ini, ada tambahan tiga titik. Di Desa Kuwaron, Gubug; Desa/Kecamatan Pulokulon; dan Desa Kronggen, Brati, ini,” jelasnya.


Gedung tersebut merupakan bantuan dari dana alokasi khusus (DAK) senilai Rp 437 juta. Sepaket dengan mesin pencacah sampah, mesin pengayak, dan dua armada roda tiga.

Pihaknya berharap, masyarakat setempat bisa memanfaatkan bantuan ini dengan baik. ”Mendapatkan memang gampang, tapi merawatnya yang susah. Maka harus dikelola dan dikembangkan bersama,” pesannya.

Baca Juga :  Semangat Juara Termotivasi Ubah Nasib Kehidupan

Camat Brati Joko Supriyanto menambahkan, masyarakat bisa memanfaatkan TPS 3R yang membantu menunjang pengembangan desa setelah adanya wisata Sendang Sinawang. ”Kemarin warga sempat menyayangkan bangunan bagus seperti ini kok cuma untuk sampah. Mending untuk aula. Maka ayo para KSM meyakinkan masyarakat, kalau bangunan ini bermanfaat. Masyarakat juga tak lagi menilai sampah jadi bahan menjijikkan, tapi menjanjikan,” imbuhnya.

Kepala Desa Kronggen Hardiyono mengucapkan terima kasih kepada DLH atas bantuan ini. ”Kami akui permasalahan sampah di desa ini perlu segera ditangani. Meski selama ini kami sudah memiliki lima kelompok bank sampah. Harapannya, bisa semakin banyak lagi. Delapan dusun di sini semuanya bisa membentuk,” imbuhnya.

Selain itu, masyarakat juga bisa memanfaatkan pengolahan kompos di TPS 3R ini, untuk beralih dari pupuk kimia yang harganya semakin luar biasa. ”Solusi terbaik dengan pemanfaatan kompos,” imbuhnya. (lin)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

GROBOGAN – Selama ini Desa Kronggen, Brati, tak memiliki tempat pembuangan sampah (TPS) dan pengelolaan sampah terpilah. Akhirnya, kini memiliki gedung TPS 3R (reduse, reuce, dan recycle) yang dikelola kelompok swadaya masyarakat (KSM) Alam Sejahtera kemarin.

Peresmian dilakukan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan Nugroho Agus Prastowo. Dengan ditandai dengan pemotongan pita. Pendirian TPS 3R kali ini menjadi bangunan ke delapan yang dimiliki Kabupaten Grobogan.

”Mulanya kami hanya memiliki lima TPS 3R yang ada di Kelurahan Danyang, Purwodadi; Desa Getasrejo, Grobogan; Kelurahan Kunden, Wirosari; Kecamatan Sulursari; dan Kecamatan Klambu. Tahun ini, ada tambahan tiga titik. Di Desa Kuwaron, Gubug; Desa/Kecamatan Pulokulon; dan Desa Kronggen, Brati, ini,” jelasnya.

Gedung tersebut merupakan bantuan dari dana alokasi khusus (DAK) senilai Rp 437 juta. Sepaket dengan mesin pencacah sampah, mesin pengayak, dan dua armada roda tiga.

Pihaknya berharap, masyarakat setempat bisa memanfaatkan bantuan ini dengan baik. ”Mendapatkan memang gampang, tapi merawatnya yang susah. Maka harus dikelola dan dikembangkan bersama,” pesannya.

Baca Juga :  Tingkatkan Nasionalisme, DPRD Grobogan Putar Lagu Kebangsaan

Camat Brati Joko Supriyanto menambahkan, masyarakat bisa memanfaatkan TPS 3R yang membantu menunjang pengembangan desa setelah adanya wisata Sendang Sinawang. ”Kemarin warga sempat menyayangkan bangunan bagus seperti ini kok cuma untuk sampah. Mending untuk aula. Maka ayo para KSM meyakinkan masyarakat, kalau bangunan ini bermanfaat. Masyarakat juga tak lagi menilai sampah jadi bahan menjijikkan, tapi menjanjikan,” imbuhnya.

Kepala Desa Kronggen Hardiyono mengucapkan terima kasih kepada DLH atas bantuan ini. ”Kami akui permasalahan sampah di desa ini perlu segera ditangani. Meski selama ini kami sudah memiliki lima kelompok bank sampah. Harapannya, bisa semakin banyak lagi. Delapan dusun di sini semuanya bisa membentuk,” imbuhnya.

Selain itu, masyarakat juga bisa memanfaatkan pengolahan kompos di TPS 3R ini, untuk beralih dari pupuk kimia yang harganya semakin luar biasa. ”Solusi terbaik dengan pemanfaatan kompos,” imbuhnya. (lin)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

Most Read

Artikel Terbaru

/