alexametrics
23.8 C
Kudus
Saturday, May 28, 2022

Ini Alasan PAD Parkir oleh DLH Grobogan Nol Rupiah

GROBOGAN, – Pendapatan asli derah (PAD) parkir yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup (DLH) nol rupiah. Padahal OPD itu mengelola parkir di tempat-tempat titik keramaian.

DLH mendapat kewenangan mengelola parkir di sejumlah taman. Seperti Taman Ir Soekarno, taman kuliner, dan taman hijau kota. Sedangkan, Dishub hanya mengelola parkir dari juru parkir, terminal tipe C, pangkalan truk, dan parkir khusus yang ada di tepi jalan.

Pungutan biaya disesuaikan Perda jasa umum. Dengan pemungutan parkir  untuk kendaraan roda dua Rp 1 ribu. Serta kendaraan roda empat berpenumpang Rp 2 ribu.


Kepala DLH Grobogan Nugroho Agus Prastowo mengaku. PAD parkir yang diserahkan ke OPD-nya masih nihil. Lantaran pihaknya tak tega menarik parkir ke pengunjung taman kuliner.

 

”Selama pandemi, taman hijau dan Ir Soekarno ditutup. Otomatis tak ada pendapatan parkir yang masuk. Sedangkan di taman kuliner sepi, kami juga belum berani menarik parkir yang dikhawatirkan semakin sepi pengunjung. Sehingga PAD parkir kami nihil,” katanya.

Baca Juga :  Bupati Grobogan Launching Gerakan Gempur Rokok Ilegal

Kepala Dishub Grobogan Agung Sutanto, melalui Kasi Parkir Happi Nugrah Suspantara mengatakan, ada perubahan Perbup No 13 Tahun 2020 tentang penyelenggaraan parkir di tepi jalan umum dan tempat khusus parkir.

Menurutnya, dengan pembagian pengelolaan parkir ke empat OPD, maka pendapatan parkir di Dishub Grobogan turun drastis. Bahkan, jumlah juru parkir (jukir) juga berkurang dari 500 jukir menjadi 300-an. Ada Pengurangan sekitar 210 jukir.

”Untuk tempat khusus parkir pendapatan semula sekitar Rp 1,9  miliar. Kemudian sekarang hanya menjadi Rp 58 juta. Meliputi pangkalan truk, Terminal Wirosari dan Gubug, serta angkudes,” ujarnya.

Sedangkan saat ini, pengelolaan tempat khusus parkir ditangani OPD pemilik aset.Di antarnya Disperindag khusus parkir di pasar-pasar daerah, pasar hewan, dan pusat kuliner. Kemudian, Disporabudpar untuk parkir di GOR, stadion, dan gedung wisuda budaya.






Reporter: Intan Maylani Sabrina

GROBOGAN, – Pendapatan asli derah (PAD) parkir yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup (DLH) nol rupiah. Padahal OPD itu mengelola parkir di tempat-tempat titik keramaian.

DLH mendapat kewenangan mengelola parkir di sejumlah taman. Seperti Taman Ir Soekarno, taman kuliner, dan taman hijau kota. Sedangkan, Dishub hanya mengelola parkir dari juru parkir, terminal tipe C, pangkalan truk, dan parkir khusus yang ada di tepi jalan.

Pungutan biaya disesuaikan Perda jasa umum. Dengan pemungutan parkir  untuk kendaraan roda dua Rp 1 ribu. Serta kendaraan roda empat berpenumpang Rp 2 ribu.

Kepala DLH Grobogan Nugroho Agus Prastowo mengaku. PAD parkir yang diserahkan ke OPD-nya masih nihil. Lantaran pihaknya tak tega menarik parkir ke pengunjung taman kuliner.

 

”Selama pandemi, taman hijau dan Ir Soekarno ditutup. Otomatis tak ada pendapatan parkir yang masuk. Sedangkan di taman kuliner sepi, kami juga belum berani menarik parkir yang dikhawatirkan semakin sepi pengunjung. Sehingga PAD parkir kami nihil,” katanya.

Baca Juga :  KA Kedungsepur Kembali Beroperasi, Ini Jadwal Keberangkatannya

Kepala Dishub Grobogan Agung Sutanto, melalui Kasi Parkir Happi Nugrah Suspantara mengatakan, ada perubahan Perbup No 13 Tahun 2020 tentang penyelenggaraan parkir di tepi jalan umum dan tempat khusus parkir.

Menurutnya, dengan pembagian pengelolaan parkir ke empat OPD, maka pendapatan parkir di Dishub Grobogan turun drastis. Bahkan, jumlah juru parkir (jukir) juga berkurang dari 500 jukir menjadi 300-an. Ada Pengurangan sekitar 210 jukir.

”Untuk tempat khusus parkir pendapatan semula sekitar Rp 1,9  miliar. Kemudian sekarang hanya menjadi Rp 58 juta. Meliputi pangkalan truk, Terminal Wirosari dan Gubug, serta angkudes,” ujarnya.

Sedangkan saat ini, pengelolaan tempat khusus parkir ditangani OPD pemilik aset.Di antarnya Disperindag khusus parkir di pasar-pasar daerah, pasar hewan, dan pusat kuliner. Kemudian, Disporabudpar untuk parkir di GOR, stadion, dan gedung wisuda budaya.






Reporter: Intan Maylani Sabrina

Most Read

Artikel Terbaru

/