alexametrics
20.2 C
Kudus
Tuesday, July 26, 2022

PMK Meluas di 15 Kecamatan, Pemkab Grobogan Tutup Pasar Hewan

GROBOGAN – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak meluas hingga lima belas kecamatan dari total sembilan belas kecamatan. Kini, tersisa empat kecamatan yang masih zona hijau. Yakni Klambu, Tegowanu, Kedungjati, dan Tanggungharjo. Untuk itu Dinas Peternakan dan Perikanan wacanakan perpanjangan penutupan pasar hewan.

Baca Juga : Pemkab Grobogan Gelontorkan Rp 4,2 M untuk Bangun Delapan Titik Jalan, Ini Daftarnya

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Riyanto menyebut dari 15 kecamatan yang terjangkit paling parah yakni Gabus dan Wirosari dengan jumlah ternak terjangkit di atas seratus.


“Kasus total sudah mencapai di atas lima ratus. Untuk itu kami akan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan terkait upaya perpanjangan penutupan pasar hewan,” terangnya.

Total ada tiga pasar hewan besar yang ditutup. Yakni pasar hewan di Godong, Wirosari, Kalongan, dan Purwodadi. Untuk pasar Wirosari dan Danyang semula ditutup dua pasaran atau sepuluh hari. Sementara Godong tiga kali pasaran atau lima belas hari.

“Untuk Pasar hewan Wirosari dan Kalongan Danyang masa habis penutupan Selasa (7/6). Jadi ini yang sebenarnya kami koordinasikan untuk diperpanjang penutupannya. Kalau yang Godong karena tiga pasar, jadi belakangan saja,” jelasnya.

Menurutnya penutupan pasar menjadi langkah yang dinilai paling efektif menekan pesatnya laju penularan PMK. Sebab penularannya sejauh ini melalui mutasi yang ada dalam perdagangan dan lalu lintas dari luar daerah.

Baca Juga :  Kejari Grobogan Tahan Tersangka Korupsi Dana PNPM Senilai Rp 633

“Ini untuk membatasi pergerakan. Terutama ternak yang datang dari Jawa Timur. Tetapi sebenarnya di Jawa Tengah dari total jumlah kabupaten yang ada, tinggal dua kabupaten saja yang belum terjangkit. Artinya juga hampir menyeluruh. Nah inilah yang harus kami waspadai,” ungkapnya.

Riyanto mengatakan sepekan lalu masuk urutan keempat di Jawa Tengah untuk kabupaten terbanyak yang terjangkit PMK.

“Mungkin bisa jadi sekarang peringkat ketiga, urutan terbanyak. Sebab Brebes yang semula di atas Grobogan, kasusnya mulai landai,” paparnya.

Kendati demikian, perpanjangan penutupan pasar tidak bisa terlalu lama. Sebab bisa terdampak pada aspek ekonomi. Selain itu opsi perpanjangan secara bertahap juga mulai direncanakan.

“Kami mengikuti webinar dengan pusat. Dalam acara itu disampaikan PMK bisa berimbas ke sektor ekonomi. Bahkan pada sektor komoditas lain seperti sayur dan buah. Sebab pupuk untuk tanaman ini dari kotoran hewan. Ada kekhawatiran di sektor komoditas tersebut yang diekspor turut berimbas. Sehingg, perlu koordinasi dengan Dinas Perdagangan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Grobogan Pradana Setiawan mengaku menerima informasi dari Dinas terkait perkembangan wabah PMK yang semakin meluas. “Langakah penutupan ini dimaksudkan untuk pembatasan keluar masuk hewan dari daerah yang terjangkit PMK. Menanggapi hal tersebut kami masih menunggu perintah resmi dari pimpinan (bupati),” tuturnya. (tos/mal)






Reporter: Eko Santoso

GROBOGAN – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak meluas hingga lima belas kecamatan dari total sembilan belas kecamatan. Kini, tersisa empat kecamatan yang masih zona hijau. Yakni Klambu, Tegowanu, Kedungjati, dan Tanggungharjo. Untuk itu Dinas Peternakan dan Perikanan wacanakan perpanjangan penutupan pasar hewan.

Baca Juga : Pemkab Grobogan Gelontorkan Rp 4,2 M untuk Bangun Delapan Titik Jalan, Ini Daftarnya

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Riyanto menyebut dari 15 kecamatan yang terjangkit paling parah yakni Gabus dan Wirosari dengan jumlah ternak terjangkit di atas seratus.

“Kasus total sudah mencapai di atas lima ratus. Untuk itu kami akan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan terkait upaya perpanjangan penutupan pasar hewan,” terangnya.

Total ada tiga pasar hewan besar yang ditutup. Yakni pasar hewan di Godong, Wirosari, Kalongan, dan Purwodadi. Untuk pasar Wirosari dan Danyang semula ditutup dua pasaran atau sepuluh hari. Sementara Godong tiga kali pasaran atau lima belas hari.

“Untuk Pasar hewan Wirosari dan Kalongan Danyang masa habis penutupan Selasa (7/6). Jadi ini yang sebenarnya kami koordinasikan untuk diperpanjang penutupannya. Kalau yang Godong karena tiga pasar, jadi belakangan saja,” jelasnya.

Menurutnya penutupan pasar menjadi langkah yang dinilai paling efektif menekan pesatnya laju penularan PMK. Sebab penularannya sejauh ini melalui mutasi yang ada dalam perdagangan dan lalu lintas dari luar daerah.

Baca Juga :  Bupati Grobogan Gandeng Karang Taruna Kreatif Gerakkan Ekonomi Desa

“Ini untuk membatasi pergerakan. Terutama ternak yang datang dari Jawa Timur. Tetapi sebenarnya di Jawa Tengah dari total jumlah kabupaten yang ada, tinggal dua kabupaten saja yang belum terjangkit. Artinya juga hampir menyeluruh. Nah inilah yang harus kami waspadai,” ungkapnya.

Riyanto mengatakan sepekan lalu masuk urutan keempat di Jawa Tengah untuk kabupaten terbanyak yang terjangkit PMK.

“Mungkin bisa jadi sekarang peringkat ketiga, urutan terbanyak. Sebab Brebes yang semula di atas Grobogan, kasusnya mulai landai,” paparnya.

Kendati demikian, perpanjangan penutupan pasar tidak bisa terlalu lama. Sebab bisa terdampak pada aspek ekonomi. Selain itu opsi perpanjangan secara bertahap juga mulai direncanakan.

“Kami mengikuti webinar dengan pusat. Dalam acara itu disampaikan PMK bisa berimbas ke sektor ekonomi. Bahkan pada sektor komoditas lain seperti sayur dan buah. Sebab pupuk untuk tanaman ini dari kotoran hewan. Ada kekhawatiran di sektor komoditas tersebut yang diekspor turut berimbas. Sehingg, perlu koordinasi dengan Dinas Perdagangan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Grobogan Pradana Setiawan mengaku menerima informasi dari Dinas terkait perkembangan wabah PMK yang semakin meluas. “Langakah penutupan ini dimaksudkan untuk pembatasan keluar masuk hewan dari daerah yang terjangkit PMK. Menanggapi hal tersebut kami masih menunggu perintah resmi dari pimpinan (bupati),” tuturnya. (tos/mal)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/