alexametrics
28 C
Kudus
Saturday, July 23, 2022

Miris! Siswa di Grobogan Belajar di Teras karena Ruang Kelas Rusak

GROBOGAN– Tiga ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Penawangan rusak parah. Tiga ruang kelas itu, yang biasa dipakai kelas I, kelas IV, dan kelas V. Akibat kerusakan tersebut, sejak lima bulan terakhri kelas tak dipakai. Hingga kini belum diperbaiki. Akibarnya, siswa terpaksa belajar di teras kelas hingga perpustakaan.

Kerusakan terparah terlihat di ruang kelas IV. Tujuh blok plafon di ruangan tersebut jebol. Selain itu, kerusakan juga terlihat pada tembok. Ada keretakan di tembok sebelah barat. Bahkan, banyak keramik yang pecah.

Ruang kelas I hampir mirip seperti ruang kelas IV. Banyak plafon jebol. Bekas plafon jebol itu bahkan masih berserak di lantai. Ruang kelas itu, bahkan mirip seperti gudang.


Sedangkan ruang kelas V relatif lebih baik. Meski tak tampak palfon jebol, tapi atapnya sudah melengkung. Seperti akan ambrol.

Kondisi memperihatinkan juga terdapat di kamar mandi. Dari tiga kamar mandi yang ada, hanya satu yang layak pakai. Yakni kamar mandi guru. Sementara dua kamar mandi siswa rusak parah. Baik bagian atap, tembok, hingga bak mandi.

EKO SANTOSO/RADAR KUDUS

Tenaga administrasi yang juga penjaga SDN 2 Penawangan Prasetyo menjelaskan, sekolah tersebut rusak sejak 2018 lalu. Sempat diperbaiki memakai dana BOS kala kondisi kerusakan belum sampai di atas 30 persen.

Baca Juga :  Persyaratan Rumit, Pengembang di Grobogan Enggan Serahkan PSU Perumahan

”Namun tak banyak membantu. Sebab, kerusakan terus bertambah. Kalau dipersentase, kerusakannya sekarang mencapai 75 persen,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat pihak sekolah mawas diri. Khawatir jika ada reruntuhan yang menimpa siswa. Dengan begitu, sejak lima bulan terakhir tiga ruang kelas itu tak ditempati. ”Takut roboh. Kami tak mau ambil risiko,” katanya.

Siswa kelas I, kelas IV, dan kelas V terpaksa harus belajr di depan teras kelas II dan IV. Sementara sebagian lainnya berada di ruang perpustakaan.

Di SD ini, total memiliki 116 siswa. Kelas I ada 20 siswa, kelas IV punya 20 siswa, dan kelas V ada 23 siswa. ”Kelas IV dan V bergiliran di perpustakaan hingga belajar di depan ruang kelas,” jelasnya.

Menurutnya, sejauh ini pihak sekolah telah berupaya melaporkan kerusakan ini. Dengan cara menginput pada data pokok pendidikan (dapodik). ”Bahkan sempat ditinjau korwil pada 2020 lalu. Tetapi hingga kini belum ada bantuan,” imbuhnya. (tos/lin)






Reporter: Eko Santoso

GROBOGAN– Tiga ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Penawangan rusak parah. Tiga ruang kelas itu, yang biasa dipakai kelas I, kelas IV, dan kelas V. Akibat kerusakan tersebut, sejak lima bulan terakhri kelas tak dipakai. Hingga kini belum diperbaiki. Akibarnya, siswa terpaksa belajar di teras kelas hingga perpustakaan.

Kerusakan terparah terlihat di ruang kelas IV. Tujuh blok plafon di ruangan tersebut jebol. Selain itu, kerusakan juga terlihat pada tembok. Ada keretakan di tembok sebelah barat. Bahkan, banyak keramik yang pecah.

Ruang kelas I hampir mirip seperti ruang kelas IV. Banyak plafon jebol. Bekas plafon jebol itu bahkan masih berserak di lantai. Ruang kelas itu, bahkan mirip seperti gudang.

Sedangkan ruang kelas V relatif lebih baik. Meski tak tampak palfon jebol, tapi atapnya sudah melengkung. Seperti akan ambrol.

Kondisi memperihatinkan juga terdapat di kamar mandi. Dari tiga kamar mandi yang ada, hanya satu yang layak pakai. Yakni kamar mandi guru. Sementara dua kamar mandi siswa rusak parah. Baik bagian atap, tembok, hingga bak mandi.

EKO SANTOSO/RADAR KUDUS

Tenaga administrasi yang juga penjaga SDN 2 Penawangan Prasetyo menjelaskan, sekolah tersebut rusak sejak 2018 lalu. Sempat diperbaiki memakai dana BOS kala kondisi kerusakan belum sampai di atas 30 persen.

Baca Juga :  Terseret 200 Meter, Pengendara Motor di Grobogan Tewas Tertabrak Bus

”Namun tak banyak membantu. Sebab, kerusakan terus bertambah. Kalau dipersentase, kerusakannya sekarang mencapai 75 persen,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat pihak sekolah mawas diri. Khawatir jika ada reruntuhan yang menimpa siswa. Dengan begitu, sejak lima bulan terakhir tiga ruang kelas itu tak ditempati. ”Takut roboh. Kami tak mau ambil risiko,” katanya.

Siswa kelas I, kelas IV, dan kelas V terpaksa harus belajr di depan teras kelas II dan IV. Sementara sebagian lainnya berada di ruang perpustakaan.

Di SD ini, total memiliki 116 siswa. Kelas I ada 20 siswa, kelas IV punya 20 siswa, dan kelas V ada 23 siswa. ”Kelas IV dan V bergiliran di perpustakaan hingga belajar di depan ruang kelas,” jelasnya.

Menurutnya, sejauh ini pihak sekolah telah berupaya melaporkan kerusakan ini. Dengan cara menginput pada data pokok pendidikan (dapodik). ”Bahkan sempat ditinjau korwil pada 2020 lalu. Tetapi hingga kini belum ada bantuan,” imbuhnya. (tos/lin)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/