alexametrics
31.6 C
Kudus
Tuesday, May 17, 2022

Warga Grobogan Iuran Perbaiki Jalan Desa Yang Longsor

GROBOGAN – Baru dua bulan diperbaiki, jalan talut dan jembatan penghubung Desa Sedadi-Desa Lajer, Kecamatan Penawangan kembali longsor. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) kembali memperbaiki jembatan. Sedangkan, masyarakat memperbaikan jalan secara patungan dengan uang pribadi.

“Warga iuran dengan uang sendiri, kerja bakti untuk memperbaiki jalan agar bisa dilewati. Karena ini menjadi satu-satunya akses masyarakat di Desa Lajer,” jelas Sekdes Lajer, Hartono.

Berbagai cara telah dilakukan mulai dari memberi trucuk bambu sebagai penyangga hingga menguruknya dengan batu. Namun, jalan tetap ambles. Warga terus berupaya menahan jalan ambles setiap harinya.


Sedangkan Sekretaris DPUPR Grobogan Wahyu Tri Darmawanto menambahkan, DPUPR hanya memperbaiki jembatan yang longsor. ”Longsor tersebut masuk ruas jembatan jalan Desa Sedadi menuju Desa Lajer serta Desa Karangrowo. Sudah ditangani dengan biaya pemeliharaan rutin jembatan,” jelasnya.

Baca Juga :  Diterjang Longsor, Makam Pojok Putatsari di Grobogan Nyaris Tergerus

Menurutnya, kerusakan jembatan dan jalan tersebut memang dirasa cukup parah. ”Memang cukup berat kerusakannya. Ke depan harus ditangani kegiatan khusus kontraktual. Sementara ini untuk pengamanan lalu lintas, timbunan perataan jalan untuk akses lalu lintas melalui pemeliharaan rutin jembatan dengan anggaran Rp 80 juta selama satu tahun. Kemudian sambil diusulkan penanganan permanennya di tahun depan,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi badan jalan di sana selalu mengalami pergerakan. ”Memang tak akan optimal dengan pekerjaan yang sekarang. Baru bisa dikerjakan permanen di tahun depan. Sementara ini masih seadanya tapi tetap diupayakan agar tetap bisa dilalui kendaraan,” paparnya. (int/war)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

GROBOGAN – Baru dua bulan diperbaiki, jalan talut dan jembatan penghubung Desa Sedadi-Desa Lajer, Kecamatan Penawangan kembali longsor. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) kembali memperbaiki jembatan. Sedangkan, masyarakat memperbaikan jalan secara patungan dengan uang pribadi.

“Warga iuran dengan uang sendiri, kerja bakti untuk memperbaiki jalan agar bisa dilewati. Karena ini menjadi satu-satunya akses masyarakat di Desa Lajer,” jelas Sekdes Lajer, Hartono.

Berbagai cara telah dilakukan mulai dari memberi trucuk bambu sebagai penyangga hingga menguruknya dengan batu. Namun, jalan tetap ambles. Warga terus berupaya menahan jalan ambles setiap harinya.

Sedangkan Sekretaris DPUPR Grobogan Wahyu Tri Darmawanto menambahkan, DPUPR hanya memperbaiki jembatan yang longsor. ”Longsor tersebut masuk ruas jembatan jalan Desa Sedadi menuju Desa Lajer serta Desa Karangrowo. Sudah ditangani dengan biaya pemeliharaan rutin jembatan,” jelasnya.

Baca Juga :  Truk Terguling di Jalur Kedungjati-Salatiga, Mobil Barang Dilarang Lewat

Menurutnya, kerusakan jembatan dan jalan tersebut memang dirasa cukup parah. ”Memang cukup berat kerusakannya. Ke depan harus ditangani kegiatan khusus kontraktual. Sementara ini untuk pengamanan lalu lintas, timbunan perataan jalan untuk akses lalu lintas melalui pemeliharaan rutin jembatan dengan anggaran Rp 80 juta selama satu tahun. Kemudian sambil diusulkan penanganan permanennya di tahun depan,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi badan jalan di sana selalu mengalami pergerakan. ”Memang tak akan optimal dengan pekerjaan yang sekarang. Baru bisa dikerjakan permanen di tahun depan. Sementara ini masih seadanya tapi tetap diupayakan agar tetap bisa dilalui kendaraan,” paparnya. (int/war)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

Most Read

Artikel Terbaru

/