alexametrics
24.7 C
Kudus
Tuesday, June 28, 2022

Momen Haru Sujud Syukur Sri Rohati di Depan Kajari Grobogan

GROBOGAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Grobogan melaksanakan restorative justice dalam perkara tindak pidana pencurian dengan tersangka Sri Rohati warga Kecamatan Brati pada Jumat (4/2) kemarin. Penyerahan surat restorative justice tersebut diserahkan langsung kepada Kepala Kejari Grobogan Iqbal dalam kasus pencurian dengan dugaan melanggar pasal 362 KUHP.

Usai mendapatkan surat pembebasan tersebut, Sri Rohati langsung melakukan sujud syukur di depan Kajari Grobogan. Tidak hanya mendapatkan surat pembebasan, Kajari Grobogan juga mengganti uang yang dicuri dikembali kepada korban dan melunasi segala hutang dari tersangka.

”Saya bersyukur kepada Allah yang telah membantu kami. Saya mencuri karena terlilit hutang untuk membeli susu anak setiap hari,” kata Sri Rohati.


Dia mengaku, terpaksa mencuri karena masih memiliki anak usia 5 tahun. Kemudian ingin melunasi hutangnya. Kejadian pencurian terjadi pada Senin 15 November 2021 sekitar jam 17.00 WIB. Saat itu, tersangka yang sedang melintasi jalan Dusun Tirem Desa Tirem Rt. 01/01, Kecamatan Brati, korban Sumarti Budi Asih yang sedang keluar dari sebuah rumah dan dalam posisi pintu rumah terbuka.

Sehingga tersangka langsung masuk ke dalam rumah saksi korban yang dalam keadaan kosong. Selanjutnya tersangka masuk ke dalam kamar yang pintunya juga terbuka selanjutnya mengambil sebuah dompet di atas meja rias. Isi dompet berisi uang tunai Rp. 40.000,-, mata uang asing Iraq sebesar 5.000,- dinar atau setara Rp. 49.470,-, kartu mahasiswa dan kartu member Er Skin Klinik serta kartu member Matahari.

SUJUD SYUKUR: Sri Rohati melakukan sujud sukur di depan Kajari Grobogan Iqbal sudai mendapatkan pembebasan lewat restorative justice di kantor Kejari setempat, kemarin. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Selain mengambil dompet tersangka juga mengambil 1 unit Handphone merk Oppo R15 warna merah (harga bekas Rp. 2.500.000) milik saksi korban. Kasus lainnya pada tanggal 27 Nov. 2021 di Dusun Gebangan Desa Putat, Kecamatan Purwodadi di saat tersangka yang kebingungan lagi untuk membayar angsuran pinjaman yang akan jatuh tempo. Kemudian saat tersangka melihat sebuah rumah yang sepi dan hendak masuk kerumah tersebut ternyata pemilik rumah bersama warga yang curiga langsung mengamankan tersangka.

Kepada warga tersangka mengakui perbuatan sebelumnya yang sudah melakukan pencurian di desa Tirem Kec. Brati, hingga akhirnya terhadap tersangka telah dilakukan proses hukum oleh Polsek Brati.

”Anak saya tiga. Dan suami bekerja serabutan. Saya janji tidak akan mengulangi lagi,” aku dia.

Dalam kesempatan itu, dirinya memita maaf kepada korban dan mendoakan agar korban bisa melahirkan dengan lancar dan selamat. Dirinya mengaku, mengambil dompet dan hanphone karena korban sedang hamil dan bingung karena punya banyak hutang.

”Saya beryukur hutang saya dilunasi pak Kajari dan tidak akan mengulagi lagi,” terang dia.

Sementara itu, hasil pencurian uang Rp 40 ribu telah dibayarkan untuk membayar angsuran hutang. Sedangkan uang 5 ribu dinar dan handphone belum dijual dan dijadikan alat bukti. Tersangka juga berniat akan mengembalikan barang bukti dompet dan Handphone kepada saksi korban dan saksi korban Sumarti Budi Asih disaat proses penyidikan juga telah memaafkan perbuatan tersangka dan tidak menginginkan perkara terhadap tersangka dilanjutkan, sehingga atas keadaan tersebut pada tanggal 24 Januari 2022 telah dilaksanakan proses perdamaian dalam rangka pelaksaan RJ dengan memanggil para pihak termasuk Kadus, Kades dan penyidik polsek Brati ke kantor Kejari Grobogan.

Baca Juga :  Terima Restorative Justice, Tersangka Penipuan di Jepara Berakhir Damai

”Dalam proses mediasi setelah dipertanyakan mengenai alasan tersangka melakukan pencurian, dan tersangka mengakui alasannya mencuri selain karena adanya kebutuhan beli susu anak yang masih berusia 5 tahun tapi juga oleh karena tersangka terhimpit hutang,” ungkap Kajari Grobogan Iqbal.

Selain itu, tersangka juga punya hutang di Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pangestu sebesar Rp. 2.576.616,- yang belum terbayar. Berdasarkan kondisi tersebut mengingat barang bukti dompet berikut isinya selain dari uang tunai Rp. 40.000,- serta Handphone Oppo R15 masih ada dan akan dikembalikan maka saksi korban langsung memaafkan perbuatan tersangka dan saat itu suami dari tersangka langsung mengganti kerugian saksi korban dengan membayar lunas uang sebesar Rp. 40.000,- yang sudah sempat dinikmati oleh tersangka. Sehingga hasil dari mediasi dalam rangka pelaksanaan Restoratif Justice ditingkat Kejari Grobogan telah membuahkan hasil dan para pihak (tersangka dan saksi korban) setuju untuk dapat dilakukan Restoratif Justice.

”Yang kita cari adalah keseimbangan. Ini adalah budaya cerminan orang timur mudah memaafkan orang lain. Umat muslim memaafkan lebih baik. Fakto utama RJ aturan di kita tindak pidana lebih dari 5 tahun dan kerugian kurang Rp 2,5 juta,” kata dia.

Sementara itu, apakah imbang menikmati Rp 40 ribu bisa melebihi yang seharusnya. Sedangkan korban sudah memaafkan dan sudah dikembalikan ke keluarganya. Barang bukti akan dikembalikan. Tindak pidana ini kurang dari perhatian semua karena himpitan ekonomi. Sehingga orang gelap mata dan lakukan yang bukan mestinya.

”Hutang sisanya Rp 2,4 juta. Kita lunasi agar bunga membengkak terus. Dan lembaga peminjam tidak berikan bunga besar agar tidak memberatkan peminjam,” tandasnya.

Iqbal menambahkan, alasan R J karena tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana, tindak pidana hanya diancam dengan pidana denda atau diancam dengan pidana penjara tidak lebih dari 5 tahun dan tindak pidana dilakukan dengan nilai barang bukti atau nilai kerugian yang ditimbulkan akibat dari tindak pidana tidak lebih dari Rp.2.500.000 ,-.

”Tersangka melakukan pencurian karena terlilit hutang.Tersangka sudah mengembalikan barang bukti dan tidak ada lagi  kerugian yang dialami korban serta korban dan tersangka sudah berdamai,” tambahnya.

Usai mendapatkan surat RJ, Kajari Grobogan bersama rombongan menghantarkan tersangka pencurian ini sampai ke rumahnya.






Reporter: Sirojul Munir

GROBOGAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Grobogan melaksanakan restorative justice dalam perkara tindak pidana pencurian dengan tersangka Sri Rohati warga Kecamatan Brati pada Jumat (4/2) kemarin. Penyerahan surat restorative justice tersebut diserahkan langsung kepada Kepala Kejari Grobogan Iqbal dalam kasus pencurian dengan dugaan melanggar pasal 362 KUHP.

Usai mendapatkan surat pembebasan tersebut, Sri Rohati langsung melakukan sujud syukur di depan Kajari Grobogan. Tidak hanya mendapatkan surat pembebasan, Kajari Grobogan juga mengganti uang yang dicuri dikembali kepada korban dan melunasi segala hutang dari tersangka.

”Saya bersyukur kepada Allah yang telah membantu kami. Saya mencuri karena terlilit hutang untuk membeli susu anak setiap hari,” kata Sri Rohati.

Dia mengaku, terpaksa mencuri karena masih memiliki anak usia 5 tahun. Kemudian ingin melunasi hutangnya. Kejadian pencurian terjadi pada Senin 15 November 2021 sekitar jam 17.00 WIB. Saat itu, tersangka yang sedang melintasi jalan Dusun Tirem Desa Tirem Rt. 01/01, Kecamatan Brati, korban Sumarti Budi Asih yang sedang keluar dari sebuah rumah dan dalam posisi pintu rumah terbuka.

Sehingga tersangka langsung masuk ke dalam rumah saksi korban yang dalam keadaan kosong. Selanjutnya tersangka masuk ke dalam kamar yang pintunya juga terbuka selanjutnya mengambil sebuah dompet di atas meja rias. Isi dompet berisi uang tunai Rp. 40.000,-, mata uang asing Iraq sebesar 5.000,- dinar atau setara Rp. 49.470,-, kartu mahasiswa dan kartu member Er Skin Klinik serta kartu member Matahari.

SUJUD SYUKUR: Sri Rohati melakukan sujud sukur di depan Kajari Grobogan Iqbal sudai mendapatkan pembebasan lewat restorative justice di kantor Kejari setempat, kemarin. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Selain mengambil dompet tersangka juga mengambil 1 unit Handphone merk Oppo R15 warna merah (harga bekas Rp. 2.500.000) milik saksi korban. Kasus lainnya pada tanggal 27 Nov. 2021 di Dusun Gebangan Desa Putat, Kecamatan Purwodadi di saat tersangka yang kebingungan lagi untuk membayar angsuran pinjaman yang akan jatuh tempo. Kemudian saat tersangka melihat sebuah rumah yang sepi dan hendak masuk kerumah tersebut ternyata pemilik rumah bersama warga yang curiga langsung mengamankan tersangka.

Kepada warga tersangka mengakui perbuatan sebelumnya yang sudah melakukan pencurian di desa Tirem Kec. Brati, hingga akhirnya terhadap tersangka telah dilakukan proses hukum oleh Polsek Brati.

”Anak saya tiga. Dan suami bekerja serabutan. Saya janji tidak akan mengulangi lagi,” aku dia.

Dalam kesempatan itu, dirinya memita maaf kepada korban dan mendoakan agar korban bisa melahirkan dengan lancar dan selamat. Dirinya mengaku, mengambil dompet dan hanphone karena korban sedang hamil dan bingung karena punya banyak hutang.

”Saya beryukur hutang saya dilunasi pak Kajari dan tidak akan mengulagi lagi,” terang dia.

Sementara itu, hasil pencurian uang Rp 40 ribu telah dibayarkan untuk membayar angsuran hutang. Sedangkan uang 5 ribu dinar dan handphone belum dijual dan dijadikan alat bukti. Tersangka juga berniat akan mengembalikan barang bukti dompet dan Handphone kepada saksi korban dan saksi korban Sumarti Budi Asih disaat proses penyidikan juga telah memaafkan perbuatan tersangka dan tidak menginginkan perkara terhadap tersangka dilanjutkan, sehingga atas keadaan tersebut pada tanggal 24 Januari 2022 telah dilaksanakan proses perdamaian dalam rangka pelaksaan RJ dengan memanggil para pihak termasuk Kadus, Kades dan penyidik polsek Brati ke kantor Kejari Grobogan.

Baca Juga :  Terpilih Aklamasi, Fatchulloh Nakhodai PPNI Grobogan Periode 2022-2027

”Dalam proses mediasi setelah dipertanyakan mengenai alasan tersangka melakukan pencurian, dan tersangka mengakui alasannya mencuri selain karena adanya kebutuhan beli susu anak yang masih berusia 5 tahun tapi juga oleh karena tersangka terhimpit hutang,” ungkap Kajari Grobogan Iqbal.

Selain itu, tersangka juga punya hutang di Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pangestu sebesar Rp. 2.576.616,- yang belum terbayar. Berdasarkan kondisi tersebut mengingat barang bukti dompet berikut isinya selain dari uang tunai Rp. 40.000,- serta Handphone Oppo R15 masih ada dan akan dikembalikan maka saksi korban langsung memaafkan perbuatan tersangka dan saat itu suami dari tersangka langsung mengganti kerugian saksi korban dengan membayar lunas uang sebesar Rp. 40.000,- yang sudah sempat dinikmati oleh tersangka. Sehingga hasil dari mediasi dalam rangka pelaksanaan Restoratif Justice ditingkat Kejari Grobogan telah membuahkan hasil dan para pihak (tersangka dan saksi korban) setuju untuk dapat dilakukan Restoratif Justice.

”Yang kita cari adalah keseimbangan. Ini adalah budaya cerminan orang timur mudah memaafkan orang lain. Umat muslim memaafkan lebih baik. Fakto utama RJ aturan di kita tindak pidana lebih dari 5 tahun dan kerugian kurang Rp 2,5 juta,” kata dia.

Sementara itu, apakah imbang menikmati Rp 40 ribu bisa melebihi yang seharusnya. Sedangkan korban sudah memaafkan dan sudah dikembalikan ke keluarganya. Barang bukti akan dikembalikan. Tindak pidana ini kurang dari perhatian semua karena himpitan ekonomi. Sehingga orang gelap mata dan lakukan yang bukan mestinya.

”Hutang sisanya Rp 2,4 juta. Kita lunasi agar bunga membengkak terus. Dan lembaga peminjam tidak berikan bunga besar agar tidak memberatkan peminjam,” tandasnya.

Iqbal menambahkan, alasan R J karena tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana, tindak pidana hanya diancam dengan pidana denda atau diancam dengan pidana penjara tidak lebih dari 5 tahun dan tindak pidana dilakukan dengan nilai barang bukti atau nilai kerugian yang ditimbulkan akibat dari tindak pidana tidak lebih dari Rp.2.500.000 ,-.

”Tersangka melakukan pencurian karena terlilit hutang.Tersangka sudah mengembalikan barang bukti dan tidak ada lagi  kerugian yang dialami korban serta korban dan tersangka sudah berdamai,” tambahnya.

Usai mendapatkan surat RJ, Kajari Grobogan bersama rombongan menghantarkan tersangka pencurian ini sampai ke rumahnya.






Reporter: Sirojul Munir

Most Read

Artikel Terbaru

/