alexametrics
28.1 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Tiga Bulan Ambles, Jalan di Toroh Grobogan Ini Tak Kunjung Diperbaiki

GROBOGAN – Ambles sejak tiga bulan lalu, Jalan di Desa Ngrandah, Toroh hingga kini belum diperbaiki. Amblesan terjadi akibat hujan lebat yang mengguyur pada akhir Mei lalu ditambah dengan kondisi tanah yang gerak. Akibatnya, separo badan jalan sepanjang 20 meter longsor ke sungai.

Baca Juga : Dinas Tenaga Kerja dan DPRD Grobogan Sidak PT Sai Apparel Indsutries, Ini Temuannya

Pujiyati warga RT 4/RW 1 Dusun Ngrandah, Desa Ngrandah menyebut, kejadian jalan ambles itu sejak dua minggu sebelum lebaran. Atau akhir April. Menurutnya, jalan memang sudah menunjukkan tanda-tanda penurunan sebelum ada pembangunan talud.


“Sebenarnya saat mau turun itu ada pembangunan talud. Tetapi pas dua minggu sebelum lebaran hujan deras. Jalannya ambles dan longsor ke sungai,” terangnya.

Meski mengalami kerusakan dan menyisakan setenagh badan jalan, menurutnya kerap ada truk yang lewat. Bahkan mengangkut pasir. Padahal sudah ada jalur alternatif yang dilewatkan Desa Kenteng.

Baca Juga :  Gelar Berdoa Bersama, Bupati Minta Status Jalan Nasional Bisa Terealisasi

“Sudah dialihkan. Tetapi ada truk pasir kadang lewat. Akibatnya makin tergerus. Kami harap dari pemerintah kabupaten segera memperbaiki. Kalau desa kemarin sudah bangun talud itu sampai lima kali. Meski tetap ambrol,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Ngrandah Untari menjelaskan, ketika ada tanda-tanda tanahnya mengalami amblesan, pihaknya langsung menyikapi dengan pembangunan talud. Bahkan, sudah dilakukan berkali-kali. Sebab sempat longsor.

“Ketika talud dibangun awal tahun ini muncul retak. Kemudian dibongkar lagi, dan dibangun lagi. diperkuat dengan diberi cross di bagian belakang dan samping talud dengan kedalaman dua meter,” jelasnya.






Reporter: Eko Santoso

GROBOGAN – Ambles sejak tiga bulan lalu, Jalan di Desa Ngrandah, Toroh hingga kini belum diperbaiki. Amblesan terjadi akibat hujan lebat yang mengguyur pada akhir Mei lalu ditambah dengan kondisi tanah yang gerak. Akibatnya, separo badan jalan sepanjang 20 meter longsor ke sungai.

Baca Juga : Dinas Tenaga Kerja dan DPRD Grobogan Sidak PT Sai Apparel Indsutries, Ini Temuannya

Pujiyati warga RT 4/RW 1 Dusun Ngrandah, Desa Ngrandah menyebut, kejadian jalan ambles itu sejak dua minggu sebelum lebaran. Atau akhir April. Menurutnya, jalan memang sudah menunjukkan tanda-tanda penurunan sebelum ada pembangunan talud.

“Sebenarnya saat mau turun itu ada pembangunan talud. Tetapi pas dua minggu sebelum lebaran hujan deras. Jalannya ambles dan longsor ke sungai,” terangnya.

Meski mengalami kerusakan dan menyisakan setenagh badan jalan, menurutnya kerap ada truk yang lewat. Bahkan mengangkut pasir. Padahal sudah ada jalur alternatif yang dilewatkan Desa Kenteng.

Baca Juga :  Baru 14,8 Persen, Target Tracing TBC di Grobogan Tak Terpenuhi

“Sudah dialihkan. Tetapi ada truk pasir kadang lewat. Akibatnya makin tergerus. Kami harap dari pemerintah kabupaten segera memperbaiki. Kalau desa kemarin sudah bangun talud itu sampai lima kali. Meski tetap ambrol,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Ngrandah Untari menjelaskan, ketika ada tanda-tanda tanahnya mengalami amblesan, pihaknya langsung menyikapi dengan pembangunan talud. Bahkan, sudah dilakukan berkali-kali. Sebab sempat longsor.

“Ketika talud dibangun awal tahun ini muncul retak. Kemudian dibongkar lagi, dan dibangun lagi. diperkuat dengan diberi cross di bagian belakang dan samping talud dengan kedalaman dua meter,” jelasnya.






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/