alexametrics
31.8 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Cegah Korban Tenggelam, Polsek Geyer Larang Wisata Perahu di Kedung Ombo

GROBOGAN – Wahana wisata perahu di Waduk Kedung Ombo (WKO) di Desa Rambat, Kecamatan Geyer dilarang beroperasi saat liburan hari raya Idul Fitri. Imbauan tersebut dilakukan sebagai langkah mencegah terjadinya korban tenggelam seperti tahun lalu serta mengantisipasi adanya lonjakan kasus Covid-19 pasca Idul Fitri 1443 Hijriah.

Selain itu di Grobogan wisata air untuk sementara ditutup mengingat kejadian perahu tenggelam di Waduk Kedung Ombo (WKO) pada tahun lalu. Saat itu, perahu tersebut terbalik saat mengangkut dua puluh wisatawan di kawasan Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali Jawa Tengah pada tahun lalu.

Kapolsek Geyer Iptu Joko Susilo mengatakan, peringatan dan penutupan wisata perahu dengan memasang puluhan spanduk di sebar di lokasi wisata serta di lokasi strategis lainnya berupa imbauan untuk sementara tidak berwisata.

Baca Juga :  Gubernur Ganjar Temukan Perangkat Desa Masuk Penerima Bantuan

”Kami juga lakukan pengawasan terhadap sejumlah objek wisata yang berlokasi di Waduk Kedungombo,” kata Iptu Joko Susilo.

Dijelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk mencegah penyebaran virus korona, sekaligus untuk mengantisipasi adanya mencegah terjadinya korban tenggelam di wilayah hukum Polsek Geyer.

“Selain antisipasi korban tenggelam, kami juga mendirikan pos pantau prokes di obyek wisata dengan cara bertindak memberikan imbauan dan bagikan masker pada pengunjung obyek wisata,” kata Iptu Joko Susilo.

Iptu Joko Susilo menambahkan Pos penerapan prokes ini digelar selama libur lebaran untuk meminimalisir penyebaran covid -19 di obyek wisata.

”Pantauan terus kami lakukan. Jika ada yang melanggar nekat beroperasi wisata perahu kami tindak,” tandasnya. (mun/him)

GROBOGAN – Wahana wisata perahu di Waduk Kedung Ombo (WKO) di Desa Rambat, Kecamatan Geyer dilarang beroperasi saat liburan hari raya Idul Fitri. Imbauan tersebut dilakukan sebagai langkah mencegah terjadinya korban tenggelam seperti tahun lalu serta mengantisipasi adanya lonjakan kasus Covid-19 pasca Idul Fitri 1443 Hijriah.

Selain itu di Grobogan wisata air untuk sementara ditutup mengingat kejadian perahu tenggelam di Waduk Kedung Ombo (WKO) pada tahun lalu. Saat itu, perahu tersebut terbalik saat mengangkut dua puluh wisatawan di kawasan Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali Jawa Tengah pada tahun lalu.

Kapolsek Geyer Iptu Joko Susilo mengatakan, peringatan dan penutupan wisata perahu dengan memasang puluhan spanduk di sebar di lokasi wisata serta di lokasi strategis lainnya berupa imbauan untuk sementara tidak berwisata.

Baca Juga :  Kabupaten Grobogan Berdayakan Petani Bawang Merah Lebih Maju dan Modern

”Kami juga lakukan pengawasan terhadap sejumlah objek wisata yang berlokasi di Waduk Kedungombo,” kata Iptu Joko Susilo.

Dijelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk mencegah penyebaran virus korona, sekaligus untuk mengantisipasi adanya mencegah terjadinya korban tenggelam di wilayah hukum Polsek Geyer.

“Selain antisipasi korban tenggelam, kami juga mendirikan pos pantau prokes di obyek wisata dengan cara bertindak memberikan imbauan dan bagikan masker pada pengunjung obyek wisata,” kata Iptu Joko Susilo.

Iptu Joko Susilo menambahkan Pos penerapan prokes ini digelar selama libur lebaran untuk meminimalisir penyebaran covid -19 di obyek wisata.

”Pantauan terus kami lakukan. Jika ada yang melanggar nekat beroperasi wisata perahu kami tindak,” tandasnya. (mun/him)

Most Read

Artikel Terbaru

/