alexametrics
24.4 C
Kudus
Tuesday, July 26, 2022

Tanpa Perlawanan, Polisi Amankan Pelaku Rudaapksa Disabilitas di Grobogan

GROBOGAN — Satreskrim Polsek Gubug mengamankan, Mustari, 52 warga Dusun Gili, RT03/RW03, Desa Ringinharjo, Kecamatan Gubug sebagai tersangka pelaku pemerkosa penderita tunawicara, Bunga, 31, tetangga pelaku sendiri. Saat diamankan tersangka tidak melakukan perlawanan.

Kapolsek Gubug AKP Pudji Hari Sugiharto mengatakan, kejadian pemerkosaan kepada orang berkebutuhan khusus terjadi pada tanggal 17 Januari 2022 pukul 14.30 WIB. Namun, peristiwa baru dilaporkan pada 29 Januari 2022 pukul 17.00 WIB. Tempat kejadian ada di rumah Tumijan, Desa Ringinharjo, Kecamatan Gubug.

Kronologi kejadian berawal ketika korban sedang tidur didalam kamarnya yang saat itu rumahnya. Saat itu, keadaan sepi karena ditinggal pergi oleh kedua orang tua dan saudaranya. Kemudian tersangka tiba-tiba masuk ke dalam kamar dan membangunkannya.


”Tersangka menarik korban keluar dari kamarnya sambil memberikan uang Rp 50 ribu untuk diajak berhubungan intim. Karena korban menolak, selanjutnya pelaku memukul pipi korban,” kata AKP Pudji Hari Sugiarto.

Karena ajakan tersebut ditolak, tersangka kemudian menarik tubuh korban ke ruang tamu. Selanjutnya menidurkan tubuh korban di atas meja. Ketika korban sudah diatas meja selanjutnya pelaku melepas rok yang dipakai korban dan celana dalam korban. Tersangka selanjutnya memasukan jari tangan ke dalam kemaluan (vagina)

Baca Juga :  Perkuat Imun, Polres Grobogan Gencarkan Vaksinasi Booster

”Korban kemudian pelaku memasukan penisnya ke kemaluan korban dan menggerakan keluar masuk hingga mengeluarkan sperma,” ujarnya.

Setelah selesai memuaskan hawa nafsunya, tersangka menyiram bekas sperma yang keluar dari penisnya dan darah yang keluar dari vagina korban. Kemudian pelaku pergi meninggalkan korban.

Setelah mengalami peristiwa tersebut korban mengurung diri dan selalu menangis, dan ketika ditanya oleh keluarganya mengapa menangis. Korban menceritakan peristiwa tersebut dengan bahasa isyarat kepada keluarganya bahwa dirinya telah diperkosa oleh pelaku.

”Kejadian itu, dilaporkan ke Polsek Gubug. Petugas berhasil mengamankan barang bukti Rp 50 ribu, pakaian wanita (Daster) warna coklat motif kembang dan celana dalam warna putih,” terang dia.

Sementara itu, motif tersangka masuk kedalam rumah korban karena dalam keadaan sepi. Selanjutnya memaksa korban berhubungan intim. Tersangka dijerat dengan pasal 285 subs pasal 289 KUHP. (him)






Reporter: Sirojul Munir

GROBOGAN — Satreskrim Polsek Gubug mengamankan, Mustari, 52 warga Dusun Gili, RT03/RW03, Desa Ringinharjo, Kecamatan Gubug sebagai tersangka pelaku pemerkosa penderita tunawicara, Bunga, 31, tetangga pelaku sendiri. Saat diamankan tersangka tidak melakukan perlawanan.

Kapolsek Gubug AKP Pudji Hari Sugiharto mengatakan, kejadian pemerkosaan kepada orang berkebutuhan khusus terjadi pada tanggal 17 Januari 2022 pukul 14.30 WIB. Namun, peristiwa baru dilaporkan pada 29 Januari 2022 pukul 17.00 WIB. Tempat kejadian ada di rumah Tumijan, Desa Ringinharjo, Kecamatan Gubug.

Kronologi kejadian berawal ketika korban sedang tidur didalam kamarnya yang saat itu rumahnya. Saat itu, keadaan sepi karena ditinggal pergi oleh kedua orang tua dan saudaranya. Kemudian tersangka tiba-tiba masuk ke dalam kamar dan membangunkannya.

”Tersangka menarik korban keluar dari kamarnya sambil memberikan uang Rp 50 ribu untuk diajak berhubungan intim. Karena korban menolak, selanjutnya pelaku memukul pipi korban,” kata AKP Pudji Hari Sugiarto.

Karena ajakan tersebut ditolak, tersangka kemudian menarik tubuh korban ke ruang tamu. Selanjutnya menidurkan tubuh korban di atas meja. Ketika korban sudah diatas meja selanjutnya pelaku melepas rok yang dipakai korban dan celana dalam korban. Tersangka selanjutnya memasukan jari tangan ke dalam kemaluan (vagina)

Baca Juga :  BKK Purwodadi Borong Penghargaan Top BUMD 2021

”Korban kemudian pelaku memasukan penisnya ke kemaluan korban dan menggerakan keluar masuk hingga mengeluarkan sperma,” ujarnya.

Setelah selesai memuaskan hawa nafsunya, tersangka menyiram bekas sperma yang keluar dari penisnya dan darah yang keluar dari vagina korban. Kemudian pelaku pergi meninggalkan korban.

Setelah mengalami peristiwa tersebut korban mengurung diri dan selalu menangis, dan ketika ditanya oleh keluarganya mengapa menangis. Korban menceritakan peristiwa tersebut dengan bahasa isyarat kepada keluarganya bahwa dirinya telah diperkosa oleh pelaku.

”Kejadian itu, dilaporkan ke Polsek Gubug. Petugas berhasil mengamankan barang bukti Rp 50 ribu, pakaian wanita (Daster) warna coklat motif kembang dan celana dalam warna putih,” terang dia.

Sementara itu, motif tersangka masuk kedalam rumah korban karena dalam keadaan sepi. Selanjutnya memaksa korban berhubungan intim. Tersangka dijerat dengan pasal 285 subs pasal 289 KUHP. (him)






Reporter: Sirojul Munir

Most Read

Artikel Terbaru

/