alexametrics
27.2 C
Kudus
Thursday, August 4, 2022

Uang Rp 60,5 Juta Warga Kradenan Grobogan Raib setelah Dapat SMS, Begini Kronologinya

GROGOAN – BRI Cabang Purwodadi telah menerima dan menindaklanjuti pengaduan Sofyan, 32, warga Desa Sambongbangi, Kradenan, atas hilangya uang di rekening Rp 60,5 juta. Setelah menerima aduan, kemudian melakukan investigasi atas aduan ini.

Baca Juga : Warga Tegowanu Grobogan Tertipu Jutaan Rupiah usai Tergiur Promo HP Murah, Begini Kronologinya

Sebelumnya, Sofyan telah melapor kepada pihak bank dan kepolisian. Dia menyebut bila dihitung, sudah empat bulan sejak peristiwa tersebut uangnya belum kembali. Sebab, tak ada tindaklajut serius hingga kini.


Dia mengaku memiliki rekening BRI di unit Kuwu, Kradenan. Ia kehilangan saldo pada 24 Maret lalu. Sofyan menambahkan kejadian bermula pada 23 Maret. Kala itu, ada pesan singkat ketika dirinya berupaya masuk ke akun Lazada miliknya. Meski ada pesan singkat itu, ia tak menghiraukan. Kemudian sehari setelahnya atau 24 Maret, ia mendapatkan pesan singkat berisi kode OTP. Namun, ia mengaku tidak membagikan kode OTP tersebut ke siapa pun.

”Saya kaget saat 25 Maret pukul 14.41 ada pemberitahuan melalui pesan singkat SMS, ada dana keluar Rp 50,5 juta menggunakan BRIVA,” terangnya.

Tak berhenti di situ, dua menit kemudian ada pemberitahuan lagi. Ada uang keluar Rp 10 juta. Sehingga saldo yang raib menjadi Rp 60,5 juta.

Ia telah melaporkan kejadian ini, ke customer service BRI dan kepolisian setempat. Sejak sehari setelah kejadian. Namun, hingga kini tabungan miliknya belum bisa kembali. ”Saat ini ATM sudah diblokir,” katanya.

Sofyan mengaku syok saat melihat tabungan habis. Ia berencana menggunakan uang tabungannya tersebut untuk usaha usai Lebaran. ”Rencana mau buat beli sapi atau kambing dan usaha lain setelah Lebaran. Tapi malah dapat musibah seperti ini, ” katanya.

Baca Juga :  Stabilkan Harga Minyak Goreng, Pemkab dan Polres Grobogan Gelar Bazar

Dia sendiri merupakan disabilitas. Ia korban sengatan aliran listrik tegangan tinggi yang akhirnya membuat kedua tangannya harus diamputasi. Dia berharap pihak kepolisisan dan bank menindaklanjuti raibnya uang miliknya itu.

Terpisah, Pimpinan Cabang BRI Purwodadi Priyo Harjanto kemarin menyatakan, berdasarkan penulusuran, Sofyan merupakan korban tindak kejahatan penipuan online. ”Nasabah (Sofyan Red) memberikan data perbankan yang bersifat pribadi dan rahasia kepada pihak lain,” katanya.

Atas adanya kejadian ini, Priyo telah melaporkan kepada pihak berwajib dan diselesaikan secara hukum. BRI senantiasa mengimbau nasabah agar lebih berhati-hati serta tidak menginformasikan kerahasiaan data pribadi dan data perbankan kepada orang lain atau pihak yang mengatasnamakan BRI.

”Termasuk memberikan informasi data pribadi maupun data perbankan (nomor rekening, nomor kartu, PIN, username, password, OTP, dan sebagainya) melalui saluran, tautan, atau website dengan sumber tidak resmi dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” pesannya.

Priyo menambahkan, BRI tidak pernah menghubungi nasabah untuk meminta data rahasia seperti username, password, PIN, maupun kode OTP. BRI hanya menggunakan saluran resmi baik website maupun media sosial (verified) sebagai media komunikasi yang dapat diakses masyarakat secara luas melalui website: www.bri.co.id, Instagram: @bankbri_id, Twitter: @bankbri_id, @kontakbri, @promo_BRI. Kemudian Facebook: Bank BRI, Youtube: Bank BRI dan Tiktok: @bankbri_id. (mun/lin)






Reporter: Sirojul Munir

GROGOAN – BRI Cabang Purwodadi telah menerima dan menindaklanjuti pengaduan Sofyan, 32, warga Desa Sambongbangi, Kradenan, atas hilangya uang di rekening Rp 60,5 juta. Setelah menerima aduan, kemudian melakukan investigasi atas aduan ini.

Baca Juga : Warga Tegowanu Grobogan Tertipu Jutaan Rupiah usai Tergiur Promo HP Murah, Begini Kronologinya

Sebelumnya, Sofyan telah melapor kepada pihak bank dan kepolisian. Dia menyebut bila dihitung, sudah empat bulan sejak peristiwa tersebut uangnya belum kembali. Sebab, tak ada tindaklajut serius hingga kini.

Dia mengaku memiliki rekening BRI di unit Kuwu, Kradenan. Ia kehilangan saldo pada 24 Maret lalu. Sofyan menambahkan kejadian bermula pada 23 Maret. Kala itu, ada pesan singkat ketika dirinya berupaya masuk ke akun Lazada miliknya. Meski ada pesan singkat itu, ia tak menghiraukan. Kemudian sehari setelahnya atau 24 Maret, ia mendapatkan pesan singkat berisi kode OTP. Namun, ia mengaku tidak membagikan kode OTP tersebut ke siapa pun.

”Saya kaget saat 25 Maret pukul 14.41 ada pemberitahuan melalui pesan singkat SMS, ada dana keluar Rp 50,5 juta menggunakan BRIVA,” terangnya.

Tak berhenti di situ, dua menit kemudian ada pemberitahuan lagi. Ada uang keluar Rp 10 juta. Sehingga saldo yang raib menjadi Rp 60,5 juta.

Ia telah melaporkan kejadian ini, ke customer service BRI dan kepolisian setempat. Sejak sehari setelah kejadian. Namun, hingga kini tabungan miliknya belum bisa kembali. ”Saat ini ATM sudah diblokir,” katanya.

Sofyan mengaku syok saat melihat tabungan habis. Ia berencana menggunakan uang tabungannya tersebut untuk usaha usai Lebaran. ”Rencana mau buat beli sapi atau kambing dan usaha lain setelah Lebaran. Tapi malah dapat musibah seperti ini, ” katanya.

Baca Juga :  Dinkes Sebut Kasus Covid-19 di Grobogan Didominasi Omicron

Dia sendiri merupakan disabilitas. Ia korban sengatan aliran listrik tegangan tinggi yang akhirnya membuat kedua tangannya harus diamputasi. Dia berharap pihak kepolisisan dan bank menindaklanjuti raibnya uang miliknya itu.

Terpisah, Pimpinan Cabang BRI Purwodadi Priyo Harjanto kemarin menyatakan, berdasarkan penulusuran, Sofyan merupakan korban tindak kejahatan penipuan online. ”Nasabah (Sofyan Red) memberikan data perbankan yang bersifat pribadi dan rahasia kepada pihak lain,” katanya.

Atas adanya kejadian ini, Priyo telah melaporkan kepada pihak berwajib dan diselesaikan secara hukum. BRI senantiasa mengimbau nasabah agar lebih berhati-hati serta tidak menginformasikan kerahasiaan data pribadi dan data perbankan kepada orang lain atau pihak yang mengatasnamakan BRI.

”Termasuk memberikan informasi data pribadi maupun data perbankan (nomor rekening, nomor kartu, PIN, username, password, OTP, dan sebagainya) melalui saluran, tautan, atau website dengan sumber tidak resmi dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” pesannya.

Priyo menambahkan, BRI tidak pernah menghubungi nasabah untuk meminta data rahasia seperti username, password, PIN, maupun kode OTP. BRI hanya menggunakan saluran resmi baik website maupun media sosial (verified) sebagai media komunikasi yang dapat diakses masyarakat secara luas melalui website: www.bri.co.id, Instagram: @bankbri_id, Twitter: @bankbri_id, @kontakbri, @promo_BRI. Kemudian Facebook: Bank BRI, Youtube: Bank BRI dan Tiktok: @bankbri_id. (mun/lin)






Reporter: Sirojul Munir

Most Read

Artikel Terbaru

/