alexametrics
32.1 C
Kudus
Thursday, August 4, 2022

Jalan Karangrayung-Juwangi Ditanami Pohon Pisang usai Drainase Ambrol, Begini Kondisinya

GROBOGAN – Jalan Karangrayung-Juwangi yang berada di Desa Sendangharjo, Karangrayung rusak dan berlubang. Rupanya kerusakan ini terjadi karena di bawah jalan ada saluran drainase yang ambrol. Sayang hingga kini, kerusakan itu tak kunjung diperbaiki padahal sudah memakan banyak korban. Agar tidak ada pengendara yang terperosok lagi, warga akhirnya menanam pohon pisang di lubang tersebut.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus ke lokasi Rabu (3/8) pada pukul 09.00, titik lubang itu tepatnya berada di sebelah selatan BRI Unit Sendangharjo. Kendaraan yang melintas dari arah selatan dan utara terlihat memperlambat laju untuk menghindari lubang berukuran 1×0,5 meter itu.

Warga sempat memberi penanda pada lubang tersebut dengan pohon pisang pada Selasa (2/8). Aksi tersebut sempat viral di media sosial. Sementara, saat Jawa Pos Radar Kudus ke lokasi, kemarin pohon pisang yang tertanam itu telah patah. Tinggal sebagian saja.


Lubang tersebut berada pada tikungan, sehingga pengendara roda empat yang melintas bergantian. Pada titik lubangg tersebut di bawahnya terdapat gorong-gorong (salah satu saluran drainase).

Baca Juga :  Tangani PMK di Grobogan, BNPB Berikan Bantuan Disinfektan hingga APD

Jalan tersebut cukup ramai. Karena mnjadi akses utama antarkabupaten, yakni antara Kabupaten Grobogan dan Boyolali.

Sadiyem, warga RT 4 RW 5 Desa Sendangharjo menyebut lubang tersebut sudah ada sejak lebih dari sebulan ini. Lubang itu ada karena gorong-gorong di bawah jalan tersebut ambrol.

Menurutnya, selama ada lubang itu menganggu pengendara yang melintas. Bahkan tak jarang mereka yang terperosok masuk lubang.

“Untuk itu warga memberi tanda agar pengendara yang melintas berhati-hati dna tak terjatuh di situ. Sudah sebulan lebih ambrolnya,” terangnya.

Sadiyem mengatakan sudah ada beberapa orang yang mengambil gambar kerusakan jalan yang berada tepat di depan rumahnya itu. Namun hingga kini belum ada perbaikan.
“Kami berharapgorong-gorong segera diperbaiki agar tidak menimbulkan korban lagi,” paparnya. (tos/mal)






Reporter: Eko Santoso

GROBOGAN – Jalan Karangrayung-Juwangi yang berada di Desa Sendangharjo, Karangrayung rusak dan berlubang. Rupanya kerusakan ini terjadi karena di bawah jalan ada saluran drainase yang ambrol. Sayang hingga kini, kerusakan itu tak kunjung diperbaiki padahal sudah memakan banyak korban. Agar tidak ada pengendara yang terperosok lagi, warga akhirnya menanam pohon pisang di lubang tersebut.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus ke lokasi Rabu (3/8) pada pukul 09.00, titik lubang itu tepatnya berada di sebelah selatan BRI Unit Sendangharjo. Kendaraan yang melintas dari arah selatan dan utara terlihat memperlambat laju untuk menghindari lubang berukuran 1×0,5 meter itu.

Warga sempat memberi penanda pada lubang tersebut dengan pohon pisang pada Selasa (2/8). Aksi tersebut sempat viral di media sosial. Sementara, saat Jawa Pos Radar Kudus ke lokasi, kemarin pohon pisang yang tertanam itu telah patah. Tinggal sebagian saja.

Lubang tersebut berada pada tikungan, sehingga pengendara roda empat yang melintas bergantian. Pada titik lubangg tersebut di bawahnya terdapat gorong-gorong (salah satu saluran drainase).

Baca Juga :  Rekor! Catatkan Dua Pekan Tanpa Kematian Akibat Covid-19

Jalan tersebut cukup ramai. Karena mnjadi akses utama antarkabupaten, yakni antara Kabupaten Grobogan dan Boyolali.

Sadiyem, warga RT 4 RW 5 Desa Sendangharjo menyebut lubang tersebut sudah ada sejak lebih dari sebulan ini. Lubang itu ada karena gorong-gorong di bawah jalan tersebut ambrol.

Menurutnya, selama ada lubang itu menganggu pengendara yang melintas. Bahkan tak jarang mereka yang terperosok masuk lubang.

“Untuk itu warga memberi tanda agar pengendara yang melintas berhati-hati dna tak terjatuh di situ. Sudah sebulan lebih ambrolnya,” terangnya.

Sadiyem mengatakan sudah ada beberapa orang yang mengambil gambar kerusakan jalan yang berada tepat di depan rumahnya itu. Namun hingga kini belum ada perbaikan.
“Kami berharapgorong-gorong segera diperbaiki agar tidak menimbulkan korban lagi,” paparnya. (tos/mal)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/