alexametrics
33.3 C
Kudus
Friday, August 12, 2022

Tracing Belum Maksimal, PPKM Grobogan Masih Level 2

GROBOGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan terus berupaya keras untuk bisa masuk Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1. Saat ini status Kabupaten Grobogan masih berada di level 2 akibat belum dapat memenuhi indikator turun level. Salah satunya kapasitas tracing yang belum maksimal.

Kepala Dinkes Grobogan Slamet Widodo melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Djatmiko mengatakan, salah satu upaya yang harus dimaksimalkan adalah meningkatkan hasil tracing (pelacakan kontak) dari pasien positif Covid-19.

Lantaran dari hasil evaluasi dua pekan, ternyata hasil tracing masih di bawah target atau indikator agar dapat ke level 1 PPKM.


”Kami baru 10,67 persen dengan target tracing 14 persen. Hal itu membuat tracing belum bisa maksimal, seharusnya per kasus harus dilakukan tracing 15-20 orang kontak erat,” tegasnya.

Pihaknya berharap tim tracing yang berada di puskesmas dapat lebih maksimal lagi melakukan penelurusan kontak erat. Apa lagi diuntungkan dengan melandainya kasus Covid-19 di Grobogan. Maka akan mempermudah tim tracing untuk melakukan penelurusuran di lapangan.

Baca Juga :  Tutup Dua Tahun, Perpusda Grobogan Dibuka Bertahap

”Kasus memang rendah, tapi kapasitas tracing belum maksimal. Atau malah bisa jadi kasus sebenarnya banyak, tapi belum dilakukan tracing saja,” keluhnya.

Selain tracing yang masih belum maksimal. Capaian vaksinasi dosis 2 juga berpengaruh pada penentuan level. ”Vaksinasi dosis 2 di kami belum mencapai 70 persen, saat ini baru 61,59 persen atau 702.337 orang,” paparnya.

Hal ini membuat pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Grobogan belum bisa dilakukan 100 persen. Saat ini masih dilakukan pembatasan dengan 50 persen pemberangkatan dengan enam jam mata pelajaran (mapel).

”Tim satgas kabupaten juga terus memantau ke lapangan. Agar prokes ketat. Hingga saat ini kami belum bisa melangsungkan PTM 100 persen,” imbuh Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Disdik Grobogan Eko Darsono.






Reporter: Intan Maylani Sabrina

GROBOGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan terus berupaya keras untuk bisa masuk Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1. Saat ini status Kabupaten Grobogan masih berada di level 2 akibat belum dapat memenuhi indikator turun level. Salah satunya kapasitas tracing yang belum maksimal.

Kepala Dinkes Grobogan Slamet Widodo melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Djatmiko mengatakan, salah satu upaya yang harus dimaksimalkan adalah meningkatkan hasil tracing (pelacakan kontak) dari pasien positif Covid-19.

Lantaran dari hasil evaluasi dua pekan, ternyata hasil tracing masih di bawah target atau indikator agar dapat ke level 1 PPKM.

”Kami baru 10,67 persen dengan target tracing 14 persen. Hal itu membuat tracing belum bisa maksimal, seharusnya per kasus harus dilakukan tracing 15-20 orang kontak erat,” tegasnya.

Pihaknya berharap tim tracing yang berada di puskesmas dapat lebih maksimal lagi melakukan penelurusan kontak erat. Apa lagi diuntungkan dengan melandainya kasus Covid-19 di Grobogan. Maka akan mempermudah tim tracing untuk melakukan penelurusuran di lapangan.

Baca Juga :  Terpilih Aklamasi, Fatchulloh Nakhodai PPNI Grobogan Periode 2022-2027

”Kasus memang rendah, tapi kapasitas tracing belum maksimal. Atau malah bisa jadi kasus sebenarnya banyak, tapi belum dilakukan tracing saja,” keluhnya.

Selain tracing yang masih belum maksimal. Capaian vaksinasi dosis 2 juga berpengaruh pada penentuan level. ”Vaksinasi dosis 2 di kami belum mencapai 70 persen, saat ini baru 61,59 persen atau 702.337 orang,” paparnya.

Hal ini membuat pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Grobogan belum bisa dilakukan 100 persen. Saat ini masih dilakukan pembatasan dengan 50 persen pemberangkatan dengan enam jam mata pelajaran (mapel).

”Tim satgas kabupaten juga terus memantau ke lapangan. Agar prokes ketat. Hingga saat ini kami belum bisa melangsungkan PTM 100 persen,” imbuh Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Disdik Grobogan Eko Darsono.






Reporter: Intan Maylani Sabrina

Most Read

Artikel Terbaru

/