alexametrics
29.3 C
Kudus
Wednesday, August 3, 2022

Jadi Korban Penipuan Online, BRI Purwodadi Tindaklanjuti Uang Rp 60,5 Juta Milik Warga Grobogan

GROBOGAN – BRI Cabang Purwodadi telah menerima dan menindaklanjuti pengaduan Sofyan, 32 warga Desa Sambongbangi, Kecamatan Kradenan atas hilangya uang di rekening sebesar Rp 60,5 juta yang telah hilang. Setelah menerima aduan lakukan investigasi atas pengaduan yang dilakukan.

”Berdasarkan penulusuran yang telah dilakukan, (Sofyan Red) merupakan korban tindak kejahatan penipuan online atau social enggineering, dimana nasabah memberikan data perbankan yang bersifat pribadi dan rahasia kepada pihak lain,” kata Pimpinan Cabang BRI Purwodadi Priyo Harjanto, kemarin.

Atas adanya kejadian tersebut, lanjut Priyo Harjanto telah melaporkan kepada pihak berwajib dan diselesaikan secara hukum. BRI senantiasa mengimbau nasabah agar lebih berhati-hati serta tidak menginformasikan kerahasiaan data pribadi dan data perbankan kepada orang lain atau pihak yang mengatasnamakan BRI.


”Termasuk memberikan informasi data pribadi maupun data perbankan (nomor rekening, nomor kartu, PIN, user, password, OTP dsb.) melalui saluran, tautan atau website dengan sumber tidak resmi dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” pesanya.

Priyo menambahkan, BRI tidak pernah menghubungi nasabah untuk meminta data rahasia seperti username, password, PIN, maupun kode OTP. Dimana BRI hanya menggunakan saluran resmi baik website maupun media sosial (verified) sebagai media komunikasi yang dapat diakses oleh masyarakat secara luas melalui laman/akun: Yaitu melalui Website: www.bri.co.id, Instagram: @bankbri_id, Twitter: @bankbri_id, @kontakbri, @promo_BRI. Kemudian Facebook: Bank BRI, Youtube: Bank BRI dan Tiktok: @bankbri_id.

”Info lebih lanjut, dapat mengunjungi Kantor BRI terdekat atau menghubungi Contact BRI 14017/1500017,” terang dia.

Sebelumnya, Sofyan, 32 warga Desa Sambongbangi, Kradenan telah melapor kepada pihak bank dan juga kepolisian. Sofyan menyebut bila dihitung maka sudah empat bulan sejak peristiwa tersebut uangnya belum kembali. Sebab tak ada tindaklajut serius hingga kini.

Baca Juga :  Sembilan Kades di Grobogan Adukan Camat Klambu ke Komisi A

Sofyan mengaku memiliki rekening BRI di unit Kuwu, Kradenan. Ia kehilangan saldo pada (24/3). Sofyan menjelaskan kejadian bermula saat (23/3). Kala itu ada pesan singkat ketika dirinya berupaya masuk ke akun lazada miliknya.

Meski ada pesan singkat itu, ia tak menghiraukan. Kemudian sehari setelahnya atau (24/3) ia mendapatkan pesan singkat berisi kode OTP. Namun ia mengaku tidak membagikan kode OTP tersebut ke siapa pun.

“Saya kaget saat tanggal 25 Maret pukul 14.41 WIB ada pemberitahuan melalui pesan singkat SMS, ada dana keluar sebesar Rp 50,5 juta menggunakan BRIVA,” terangnya.
Tak berhenti di situ, dua menit kemudian ada pemberitahuan lagi. Ada uang keluar sebesar Rp 10,050 juta. Sehingga salso yang raib menjadi Rp 60,5 juta.

Ia mengaku telah melaporkan kejadian tersebut ke customer service BRI dan kepolisian setempat. Sejak sehari setelah kejadian. Namun hingga kini tabungan miliknya belum bisa kembali.

”Saat ini ATM sudah diblokir,” katanya.

Sofyan mengaku syok saat melihat tabungan habis. Ia berencana menggunakan uang tabungannya tersebut untuk usaha usai lebaran.

“Rencana mau buat beli sapi atau kambing dan usaha lainnya setelah lebaran. Tapi malah dapat musibah seperti ini, “katanya.

Sofyan sendiri merupakan disabilitas. Ia korban sengatan aliran listrik tegangan tinggi yang akhirnya membuat kedua tangannya harus diamputasi. Dia berharap pihak kepolisisan dan bank menindaklanjuti raibnya uang miliknya itu. (mun)






Reporter: Sirojul Munir

GROBOGAN – BRI Cabang Purwodadi telah menerima dan menindaklanjuti pengaduan Sofyan, 32 warga Desa Sambongbangi, Kecamatan Kradenan atas hilangya uang di rekening sebesar Rp 60,5 juta yang telah hilang. Setelah menerima aduan lakukan investigasi atas pengaduan yang dilakukan.

”Berdasarkan penulusuran yang telah dilakukan, (Sofyan Red) merupakan korban tindak kejahatan penipuan online atau social enggineering, dimana nasabah memberikan data perbankan yang bersifat pribadi dan rahasia kepada pihak lain,” kata Pimpinan Cabang BRI Purwodadi Priyo Harjanto, kemarin.

Atas adanya kejadian tersebut, lanjut Priyo Harjanto telah melaporkan kepada pihak berwajib dan diselesaikan secara hukum. BRI senantiasa mengimbau nasabah agar lebih berhati-hati serta tidak menginformasikan kerahasiaan data pribadi dan data perbankan kepada orang lain atau pihak yang mengatasnamakan BRI.

”Termasuk memberikan informasi data pribadi maupun data perbankan (nomor rekening, nomor kartu, PIN, user, password, OTP dsb.) melalui saluran, tautan atau website dengan sumber tidak resmi dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” pesanya.

Priyo menambahkan, BRI tidak pernah menghubungi nasabah untuk meminta data rahasia seperti username, password, PIN, maupun kode OTP. Dimana BRI hanya menggunakan saluran resmi baik website maupun media sosial (verified) sebagai media komunikasi yang dapat diakses oleh masyarakat secara luas melalui laman/akun: Yaitu melalui Website: www.bri.co.id, Instagram: @bankbri_id, Twitter: @bankbri_id, @kontakbri, @promo_BRI. Kemudian Facebook: Bank BRI, Youtube: Bank BRI dan Tiktok: @bankbri_id.

”Info lebih lanjut, dapat mengunjungi Kantor BRI terdekat atau menghubungi Contact BRI 14017/1500017,” terang dia.

Sebelumnya, Sofyan, 32 warga Desa Sambongbangi, Kradenan telah melapor kepada pihak bank dan juga kepolisian. Sofyan menyebut bila dihitung maka sudah empat bulan sejak peristiwa tersebut uangnya belum kembali. Sebab tak ada tindaklajut serius hingga kini.

Baca Juga :  Ramai Penumpang, Kini Terminal Godong Dibenahi

Sofyan mengaku memiliki rekening BRI di unit Kuwu, Kradenan. Ia kehilangan saldo pada (24/3). Sofyan menjelaskan kejadian bermula saat (23/3). Kala itu ada pesan singkat ketika dirinya berupaya masuk ke akun lazada miliknya.

Meski ada pesan singkat itu, ia tak menghiraukan. Kemudian sehari setelahnya atau (24/3) ia mendapatkan pesan singkat berisi kode OTP. Namun ia mengaku tidak membagikan kode OTP tersebut ke siapa pun.

“Saya kaget saat tanggal 25 Maret pukul 14.41 WIB ada pemberitahuan melalui pesan singkat SMS, ada dana keluar sebesar Rp 50,5 juta menggunakan BRIVA,” terangnya.
Tak berhenti di situ, dua menit kemudian ada pemberitahuan lagi. Ada uang keluar sebesar Rp 10,050 juta. Sehingga salso yang raib menjadi Rp 60,5 juta.

Ia mengaku telah melaporkan kejadian tersebut ke customer service BRI dan kepolisian setempat. Sejak sehari setelah kejadian. Namun hingga kini tabungan miliknya belum bisa kembali.

”Saat ini ATM sudah diblokir,” katanya.

Sofyan mengaku syok saat melihat tabungan habis. Ia berencana menggunakan uang tabungannya tersebut untuk usaha usai lebaran.

“Rencana mau buat beli sapi atau kambing dan usaha lainnya setelah lebaran. Tapi malah dapat musibah seperti ini, “katanya.

Sofyan sendiri merupakan disabilitas. Ia korban sengatan aliran listrik tegangan tinggi yang akhirnya membuat kedua tangannya harus diamputasi. Dia berharap pihak kepolisisan dan bank menindaklanjuti raibnya uang miliknya itu. (mun)






Reporter: Sirojul Munir

Most Read

Artikel Terbaru

/