alexametrics
32.1 C
Kudus
Wednesday, August 3, 2022

Air Sumur Menipis, PMI Grobogan Lakukan Droping Air di Sejumlah Lokasi

GROBOGAN – Beberapa daerah di Grobogan mulai mengalami kekeringan. Meski air sumur masih ada, namun rasanya asin dan sedikit. Salah satunya terjadi di Dusun Ngasem, Desa Monggot, Geyer. Dropping air pun mulai dilakukan PMI.

Kasi Pelayanan PMI Grobogan Gesit Kristyawan mengungkapkan warga di desa tersebut meminta bantuan air melalui telepon yang kemudian ditindaklanjuti dengan bersurat. Dropping air tersebut diperuntukkan untuk 42 KK.

“Sebenarnya air sumur masih ada, tapi tinggal sedikit dan asin, sehingga warga meminta bantuan air bersih,” jelasnya.


Penyaluran air bersih ini pertama kali dilakukan di tahun ini sekaligus menandai masuknya musim kemarau.

“Kalau pada 2019, dilakukan pada Juli. Nah, tahun ini baru ini. Tetapi kami sudah mengimbau ke beberapa daerah yang biasanya menjadi basis kekeringan,” tambahnya.

Beberapa daerah yang langganan kekeringan dan kerap meminta bantuan air bersih di antaranya wilayah Desa Monggot, Desa Warukaranganyar, Desa Kenteng, Pulokulon, Pojok, Sambungbangi, Banjardowo, Sengonwetan, Pelem, Banjarsari, Crewek hingga Kalirejo.
Tahun ini menurutnya pihak PMI menyiapkan 50 stok tangki air untuk memfasilitasi daerah yang kekeringan. Nantinya dalam sehari pihak PMI akan melakukan dropping dua kali. Sebab melihat terbatasnya armada.

Baca Juga :  Pemkab Grobogan Kucurkan Rp 11 Miliar untuk Bangun Tiga Jembatan Gantung

Gesit menyatakan pihaknya selalu menjalin koordinasi dengan BPBD Grobogan bila terdapat desa yang meminta bantuan air bersih.

“Kami selalu bersinergi dengan BPBD. BPBD kan sudah punya peta desa mana saja yang berpotensi kekeringan, kami juga dibagikan datanya. Intinya kerja bareng saling melengkapi,” imbuhnya.

Tidak hanya menunggu laporan, PMI Grobogan juga melakukan jemput bola melakukan asesmen wilayah mana saja yang berpotensi kekeringan. (tos/mal)






Reporter: Eko Santoso

GROBOGAN – Beberapa daerah di Grobogan mulai mengalami kekeringan. Meski air sumur masih ada, namun rasanya asin dan sedikit. Salah satunya terjadi di Dusun Ngasem, Desa Monggot, Geyer. Dropping air pun mulai dilakukan PMI.

Kasi Pelayanan PMI Grobogan Gesit Kristyawan mengungkapkan warga di desa tersebut meminta bantuan air melalui telepon yang kemudian ditindaklanjuti dengan bersurat. Dropping air tersebut diperuntukkan untuk 42 KK.

“Sebenarnya air sumur masih ada, tapi tinggal sedikit dan asin, sehingga warga meminta bantuan air bersih,” jelasnya.

Penyaluran air bersih ini pertama kali dilakukan di tahun ini sekaligus menandai masuknya musim kemarau.

“Kalau pada 2019, dilakukan pada Juli. Nah, tahun ini baru ini. Tetapi kami sudah mengimbau ke beberapa daerah yang biasanya menjadi basis kekeringan,” tambahnya.

Beberapa daerah yang langganan kekeringan dan kerap meminta bantuan air bersih di antaranya wilayah Desa Monggot, Desa Warukaranganyar, Desa Kenteng, Pulokulon, Pojok, Sambungbangi, Banjardowo, Sengonwetan, Pelem, Banjarsari, Crewek hingga Kalirejo.
Tahun ini menurutnya pihak PMI menyiapkan 50 stok tangki air untuk memfasilitasi daerah yang kekeringan. Nantinya dalam sehari pihak PMI akan melakukan dropping dua kali. Sebab melihat terbatasnya armada.

Baca Juga :  Pemkab Grobogan Siapkan Enam Bus Mudik Gratis untuk Perantau

Gesit menyatakan pihaknya selalu menjalin koordinasi dengan BPBD Grobogan bila terdapat desa yang meminta bantuan air bersih.

“Kami selalu bersinergi dengan BPBD. BPBD kan sudah punya peta desa mana saja yang berpotensi kekeringan, kami juga dibagikan datanya. Intinya kerja bareng saling melengkapi,” imbuhnya.

Tidak hanya menunggu laporan, PMI Grobogan juga melakukan jemput bola melakukan asesmen wilayah mana saja yang berpotensi kekeringan. (tos/mal)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/